Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 91 S4


__ADS_3

"Kenapa kau bertanya begitu, aku dengan nya selalu baik-baik saja. Dia adik ku bagaimana mungkin aku tidak baik-baik dengan nya," jawab Axel.


"Aku hanya bertanya saja, bagus lah kalau Baik-baik saja, ingin masuk ke dalam," tanya Rakha.


"Di dalam ada toilet tidak," tanya Axel.


"Ada kedap suara juga, jadi tidak akan menganggu siapa pun," jawab Rakha.


"Aku ingin ke toilet dulu," kata Axel.


Di dalam ruangan itu Kenzo dan Verrel sedang terlelap, Axel berjalan secara perlahan agar ke dua nya tidak terganggu. Saat sudah di dalam toilet Axel langsung mengambil handphone nya untuk menghubungi seseorang.


"Halo sayang, kamu sudah naik mobil kan," tanya Axel.


"Sudah aku sudah di jalan."


"Ya sudah aku hanya ingin menanyakan itu, lusa kita bertemu lagi," ucap Axel sebelum mematikan handphone nya.


...****...


Beberapa hari kemudian, saat ini beberapa orang lebih banyak berada di rumah sakit. Dokter mengkonfirmasi Kenzi telah melewati masa koma nya, ia hanya tinggal menunggu kesadaran nya beberapa saat lagi.


Kabar bahagia ini membawa angin sejuk bagi keluarga Efron, beberapa orang ingin selalu berada di sana agar melihat Kenzi bangun dari tidur yang cukup panjang nya.


Perlahan Kenzi membuka mata nya, cahaya yang masuk ke dalam mata nya membuat rasa tidak nyaman, Kenzi sampai mengedipkan beberapa kali mata nya agar mata nya beradaptasi dengan cahaya di ruangan itu.


"Sayang," ucap Karla.


"Aku dimana, Kepala ku pusing sekali," tanya Kenzi.


"Kamu sudah bangun sayang, kamu di rumah sakit," jawab Karla.


Kenzo dan yang lainnya langsung berjalan mendekati Kenzi saat tau Kenzi sudah bangun dari tidur panjang nya. Kenzi masih belum mengingat apa yang terjadi pada nya beberapa hari lalu, ia masih kebingungan karena semua orang berkumpul mendekati nya.


"Daddy, bukan nya kita berada di perusahaan bunda," tanya Kenzi.


"Kau belum mengingat nya, kau tertembak Kenzi dan kau koma beberapa hari lama nya," jawab Verrel.

__ADS_1


"Ahh iya aku ingat, untung saja aku tidak mati," ucap Kenzi.


"Kau ya selalu membuat ku khawatir, kalau kau mati bagaimana, istri mu menjadi janda muda," kata Kenzo.


"Jangan sampai, sekarang aku kan sudah sadar, sayang selama aku koma kamu tidak selingkuh kan," tanya Kenzi.


"Selingkuh bagaimana, tidur pun aku tidak nyenyak karena memikirkan mu," jawab Karla.


"Kalian semua pulang lah, aku ingin berduaan dengan istri ku, jangan mengganggu ku," kata Kenzi.


"Kurang ngajar, kau sudah membuat kami khawatir dan ketika sudah bangun kau malah mengusir kami," ucap Verrel.


"Daddy mengerti diri ku," kata Kenzi.


"Awas jika kau sembuh akan aku habisi diri mu," ucap Kenzo.


Karena Kenzi sudah sadar dan baik-baik saja. Mereka semua pergi meninggalkan Kenzi dan Karla di ruangan itu. Keluarga Efron memang benar-benar sangat aneh.


"Sayang, kamu sudah tidak papa kan. Jangan membuat ku khawatir lagi sayang," ucap Karla.


"Iya sayang aku sudah baik-baik saja. Aku ingin cepat pulang dan kembali membentuk otot ku yang telah melemak," kata Kenzi.


"Oh tidak bisa, aku tidak percaya akan hal itu. Banyak pria bujangan di rumah kita, bisa-bisa kau tertarik dengan nya," ucap Kenzi.


"Maaf menggangu." Dokter masuk ke dalam ruangan itu.


"Wah mas Kenzi sudah sadar dan langsung aktif ya."


"Hehehe normal kan dok, oh iya kapan saya bisa pulang," tanya Kenzi.


"Saya datang untuk memeriksa anda, kalau di lihat-lihat seperti nya besok sudah bisa pulang," jawab Dokter.


"Oke dok, saya siap di periksa," kata Kenzi dengan sangat bersemangat. Kenzi tidak bisa menutupi diri nya memang masih sangat lemas. Ia bersikap seperti ini karena ia tidak ingin istri nya khawatir pada nya lagi. Kenzi yakin selama ia koma Karla banyak meneteskan air mata.


"Sudah sangat baik, saya akan memberikan cairan lebih agar mas Kenzi tidak terlalu lemas lagi."


"Kamu masih lemas sayang, kalau begitu kamu jangan pulang dulu sampai kamu benar-benar sehat," kata Karla.

__ADS_1


"Sayang aku sudah baik-baik saja. Aku mau pulang," ucap Kenzi.


"Mas Kenzi sudah bisa pulang besok. Tapi harus banyak istirahat dan mungkin besok saya akan membuka jahitan di dada anda."


"Satu lagi mas Kenzi harus berpuasa lebih dulu, jangan melakukan hal itu dulu mas. Jika benar-benar ingin istri nya bisa bekerja lebih keras lagi," ucap Dokter.


Kenzi hanya bisa menuruti semua perkataan Dokter karena semua ini demi kebaikan nya juga. Dokter memang sangat tau jika diri nya sudah kebelet enak-enak.


"Sayang, kamu sudah mendengar nya kan. Hahaha aku selamat," kata Karla.


"Kamu jahat sayang, naik sini ke atas ranjang bersama ku," ucap Kenzi.


"Kamu mau apa, kamu bauk belum aku bersihkan, jangan cium-cium aku karena kamu belum sikat gigi beberapa hari ini."


"Kalau begitu bantu aku untuk membersihkan diri ku, aku juga ingin sikat gigi," ucap Kenzi.


"Tanpa kamu minta aku akan melakukan nya," kata Karla sambil memberikan senyuman manis pada suami nya.


**


Rakha baru mendapatkan kabar jika ia berada satu minggu lebih lama di rumah. Vano masih belum menyelesaikan tugas-tugas nya di sini yang membuat mereka menunda keberangkatan. Hal tersebut sama sekali tidak memberikan angin segar untuk Rakha, Rakha sudah benar-benar ingin pergi dari rumah karena ia sudah tidak tahan melihat kedekatan Sakura dan Vero.


"Rakha," ucap Sakura.


"Ada apa dengan wanita itu, aku sudah menghindari nya tapi dia malah mendekati ku," batin Rakha.


"Rakha kau tidak mendengar ku," tanya Sakura.


"Iya ada apa, aku mendengar mu."


"Kau baik-baik saja kan, aku sangat merasa bersalah pada mu," ucap Sakura.


"Mungkin kau tau jawaban dari pertanyaan mu Sakura, kau tau bagaimana aku mendekati mu, kau tau bagaimana aku menghibur mu saat kau sedang bermasalah dengan Kenzi, dan kau pasti tau sebesar apa perasaan ku pada mu. Tapi kau tenang saja Sakura, meskipun terasa sangat sakit untuk ku tapi aku masih mencoba untuk melupakan mu. Aku benar-benar ingin lepas dari perasaan ini, jadi tolong jangan pernah berbicara lagi pada ku." Rakha pergi meninggalkan Sakura.


"Aku mendukung mu Rakha, aku yakin kau pasti bisa," ucap Sakura.


"Terima kasih atas dukungan mu, itu cukup berarti untuk ku," kata Rakha.

__ADS_1


Rakha menghempas tubuh nya dengan kasar ke atas kasur. Ia sudah sangat mauk dengan perasaan ini dan ia benar-benar ingin lepas dari semua ini. Tapi Rakha bingung bagaimana cara nya melupakan orang yang sangat ia cintai.


__ADS_2