Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 228 S4


__ADS_3

"Tidak jangan gila," ucap Rian.


"Aku suka dengan mu, awal nya aku suka dengan Vivi tapi aku malah lebih tertarik dengan mu, kau sangat tampan, ahkk aku sangat suka dengan mu," kata Rakha.


Mereka semua hanya bisa menahan tawa, tidak di sangka Vano dan Rakha malah mengerjai Rian. Cucu dan kakek itu sangat kompak mengerjai Rian.


"Paman jangan gila, mana mungkin aku mau. Aku normal," kata Rian.


"Hahaha tidak papa, kau mau tidak, lumayan loh uang mu bisa banyak kalau menikah dengan nya," ucap Verrel.


"Rian aku mohon," kata Rakha.


"Aku akan memberikan mu uang yang banyak, bagaimana kau mau tidak," tanya Vano.


"Permisi." Monica dan Vivi bergabung dengan mereka semua.


"Calon istri ku sangat cantik," batin Rakha.


"Dia sangat tampan," batin Vivi.


"Bagaimana Rian kau mau," tanya Vano.


"Jangan bercanda paman, aku akan menjadi ayah, aku tida mau menikah dengan Rakha," jawab Rian.


"Menikah dengan Rian, maksudnya kakak di lamar oleh Rakha," tanya Vivi.


"Hahaha iya sayang maaf aku ya, aku lebih tertarik dengan Rian, itu sebabnya aku menjauh dari mu," jawab Rakha.


"Apa!! kamu kamu," ucap Vivi.


"Sudah hentikan Drama ini. Tidak Vivi semua nya tidak benar," kata Verrel.


Rian langsung bernafas lega saat tau semuanya hanya bercanda, tidak ada yang benar dari perkataan Rakha tadi. Rakha tersenyum puas karena drama yang ia lakoni berjalan sukses.


"Sayang aku menepati janji ku," ucap Rakha sambil memberikan surat bukti jika Alice dan Rakha sedang dalam proses perpisahan.


"Rian aku ingin melamar kan Rakha untuk adik mu, apakah kau mengizinkan Rakha menikahi adik mu," tanya Verrel.


Rian mengambil kertas itu dari Vivi, ia membaca isi kertas itu dan Rian mendapatkan Fakta jika yang membuat masalah adalah mantan istri nya Rakha, i terkejut jika Rakha bukan lah pria yang selama ini ia pikirkan.


"Aku mengizinkan Rakha menikahi Vivi paman, tapi apa Vivi mau menikah dengan Rakha," ucap Rian.


"Bagaimana Vivi kau mau kan menjadi istri nya Rakha," tanya Verrel.

__ADS_1


"Iya paman aku mau, kami sudah merencanakan pernikahan kami sejak kemarin," jawab Vivi.


"Yes aku menikah lagi." Rakha berdiri untuk mendekati Vivi ia ingin mencium Vivi, tetapi Vano menarik Rakha sampai Rakha kembali duduk di dekat nya.


"Kau mau apa," tanya Vano.


"Mencium nya lah, apalagi," jawab Rakha.


"Dasar gila, kau ingin mencium Vivi di depan semua orang," kata Vano.


Rakha ingat jika ia mempunyai pengumuman penting. Ia kembali berdiri di hadapan semua orang untuk menyampaikan pengumuman penting itu.


"Ada apa lagi," tanya Vano.


"Ada pengumuman penting yang ingin aku katakan," jawab Rakha.


"Halo semua nya, saya Rakha dan saya ingin mengatakan hal yang sangat penting. Hal yang sangat tidak pernah kita duga sebelumnya. Aku bersaksi jika kakek akan menikahi Anita dalam waktu dekat," ucap Rakha dan langsung berlari menjauh dari Vano.


"Apa!!!." ucap mereka semua yang terkejut akan pengumuman yang Rakha katakan.


"Rakha, kau tidak bisa menjaga rahasia kita," teriak Vano.


"Hahaha maaf kek, sebaiknya semua tau akan hal bahagia ini," kata Rakha.


"Apa salah," tanya Vano.


"Tentu tidak, aku sangat senang akhirnya ayah mau menikah lagi. Kebahagiaan ayah adalah kebahagiaan untuk ku juga," jawab Dylan.


"Vano kenapa kau tidak mengatakan nya lada ku," tanya Alvaro.


"Sudah lah untuk masalah ku nanti saja di rumah, ini kan sedang acara untuk Rakha," ucap Vano.


Setelah semua nya selesai mereka kembali pulang ke rumah, ada yang langsung ke kamar, melanjutkan aktivitas mereka, berpacaran, dan tentu saja membahas pernikahan Vano dan Anita.


"Anita kau serius mau menikah dengan Vano," tanya Alvaro.


"Iya aku mau. Aku sudah memikirkan nya dengan sungguh-sungguh dan aku sudah meminta pendapat dengan orang terdekat ku. Awal nya aku ragu perbedaan umur ku dan bapak Vano sangat jauh, derajat kita berdua juga sangat jauh berbeda. Tapi setelah aku pikir berulang kali aku sadar mungkin ini takdir ku, mungkin Bapak memang jodoh ku. Aku di beri kesempatan besar untuk merawat bapak sebagai suami ku. Aku benar-benar memiliki perasaan lebih pada bapak, aku tidak tau kenapa perasaan ini datang begitu cepat," jawab Anita.


"Mungkin saja karena ayah memang pria yang sangat baik," kata Dylan.


"Yang terbaik untuk mu van, adalah yang terbaik untuk ku. Aku sangat senang kau mau membuka hati mu lagi, aku sangat senang kau mau menikah lagi, kau masih pantas menikah lagi. Jangan pernah pikirkan apa-apa lagi. Fokus dengan pernikahan mu," ucap Alvaro.


"Makasih al, kau yang selalu mendukung ku. Kau yang terbaik al," kata Vano.

__ADS_1


"Kapan ayah akan menikahi Anita," tanya Dylan.


"Secepatnya," jawab Vano.


"Nanti malam bagaimana, paman mau. Aku tu bisa mempersiapkan pernikahan dengan cepat," tanya Verrel.


"Bagaimana Anita kau mau," tanya Alvaro.


"Ayah mau tidak," tanya Dylan.


"Kalau ayah jangan di tanya setelah ini dia langsung bisa bergoyang," jawab Dylan.


"Hahaha kau benar, bagaimana kalian berdua mau tidak," tanya Alvaro.


"Jangan malam ini aku kasihan dengan Anita, aku kapan saja bisa," jawab Vano.


"Aku terserah bapak saja, kapan pun aku siap kok pak," kata Anita.


"Sudah fiks malam ini, ya sudah berarti aku langsung menyiapkan semua nya," ucap Verrel.


Vano dan Anita tidak menyangka jika mereka berdua akan menikah malam ini juga, hal yang selama ini mereka duga akan terjadi juga. Sebelum menikah Vano mengajak Anita masuk ke dalam kamar nya. Ia ingin menunjukkan setiap sudut kamar nya agar Anita tidak kebingungan.


"Kita tidak aneh-aneh kan pak," tanya Anita.


"Tidak lah, nanti lah kalau sudah sah baru," jawab Vano.


"Ini kamar ku, di sana ada kamar mandi, ruang ganti, ruang kerja dan juga ruangan lainnya," kata Vano.


"Luas sekali pak, ranjang nya juga sangat besar," ucap Anita sambil duduk di ranjang itu.


"Pas untuk kita, untuk malam pertama kita," ucap Vano.


"Bapak jangan membahas nya ahh, aku belum siap," kata Anita.


"Jangan panggil aku pak, sudah aku katakan kemarin panggil aku sayang atau mas."


"Hehehe maaf sayang aku lupa."


"Kamu sedang tidak datang bulan kan," tanya Vano.


"Hehehe bapak tau saja, aku sedang datang bulan, tapi ini hari terakhir, aku rasa sudah bersih sih," jawab Anita.


"Semoga saja bersih, jangan menunda-nunda lagi, anak ku harus segera datang," kata Vano.

__ADS_1


"Iya iya pak, semoga saja ya," ucap Anita.


__ADS_2