Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 112 S2


__ADS_3

"Aku bosan dengan kata-kata mu, minggir lah. Aku kau mandi." ucap Anggi.


"Tidak mau, dingin sekali." Vano memeluk Anggi dengan erat.


"Vano aku mau mandi, minggir lah." Anggi berusaha keluar dari pelukan Vano.


"Anggi dingin sekali." Vano memasukkan Anggi kedalam baju nya.


"Vano, lepas atau aku patah kan tulang rusuk mu." teriak Anggi.


"Iya wanita bar-bar." Vano mengeluarkan Anggi dari baju nya.


"Kau ya selalu membuat ku marah." ucap Anggi.


"Aku tidak dengar." Vano menutup kuping nya.


"Kau tidak dengar ya." Anggi mendekati Vano dan menggelitik ki leher dan perlu Vano, dan Vano hanya bisa berteriak menahan geli.


"Apa yang kalian lakukan." tanya Fiona yang melihat Anggi sudah berada di atas tubuh Vano.


"Fiona kenapa. tidak mengantuk dulu." ucap Vano kesal.


"Maaf, ayo keluar kita akan hampir di salah satu pulau." Fiona dengan buru buru keluar dari kamar Vano.


"Kau ternyata sangat agresif ya. Sama seperti saat itu." kata Vano.


"Kau saja yang lemah, mana ada laki-laki seperti mu." ucap Anggi yang ingin turun dari atas tubuh Vano.


"Vano lepas, kau ingin aku lama-lama di atas tubuh mu." Anggi yang kesal karena saat ingin bangkit Vano selalu menahan nya.


"Tidak aku tidak menahan mu." elak Vano.


"Vano." teriak Anggi.


"Kau sangat cantik nggi jika di liat dari sini." puji Vano.

__ADS_1


"Kau sangat jelek jika di lihat dari atas." ejek Anggi.


"Aku memuji mu kau malah mengejek ku." ucap Vano.


"Sudah ayo keluar, mereka pasti sudah menunggu kita." ajak Anggi.


"Cium." ucap Vano.


"Tidak mau." tolak Anggi.


"Cium atau kau berada di posisi ini selama nya." Ancam Vano.


Anggi mengecup bibir Vano dan Vano langsung tersenyum saat mendapatkan kecupan itu.


"Terimakasih cantik." ucap Vano dan menurunkan Anggi dari atas tubuh nya.


Mereka berdua masuk kedalam kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi, karena sudah tidak sempat lagi jika harus mandi.


"Sayang, aku lupa membawa parfum. Aku minta punya mu." kata Vano.


"Hahaha menurut ku kita sudah. Dan menurut mereka semua kau pacar ku." Vano menggandeng tangan Anggi dan membawa nya keluar kamar.


Anggi hanya bisa mengikuti Vano, karena memang benar status nya saat ini adalah pacar Vano selama mereka masih liburan. Kesempatan emas ini di manfaat kan Vano sebaik mungkin. Ia bisa dengan bebas menyentuh dan memeluk Anggi walaupun sangat terlihat Anggi cukup risih dengan kelakuan manja Vano.


"Kau lama sekali." ucap Alvaro.


"Biasa al, aku sedang menikmati surga dunia." bisik Vano.


"Nikahi dia dulu van, atau mamah mu akan datang dan mengutuk ku menjadi batu." ucap Alvaro.


Setelah beberapa saat mereka sampai di salah satu pulau kecil yang cukup ramai, ada beberapa restoran dan penginapan. Memang sangat cocok untuk para pengantin baru.


Sebelum menjelajahi pulau itu lebih lanjut. Mereka memilih untuk sarapan pagi terlebih dahulu di salah satu restoran. Sarapan pagi mereka berupa makanan laut yang sangat menggiyurkan.


"Jangan terburu-buri lagi." ucap Anggi sambil mengisi makan di piring Vano.

__ADS_1


"Van, kau tidak bisa makan udang, kepiting dan kerang." Alvaro mengingatkan Vano.


"Kamu kenapa diam saja, mau sakit lagi." omel Anggi sambil menyingkirkan makanan yang tidak bisa Vano makan.


"Maaf aku lupa, untung ada Alvaro." kata Vano.


"Aku tidak bisa makan ikan, bukan tidak bisa tapi tidak tau cara nya." ucap Vano.


"Sama seperti kak varo, dia juga tidak bisa. Lihat lah kak Angel dengan susah payah memisahkan duri ikan itu dengan daging nya." ujar Fiona.


Anggi langsung melakukan apa yang Angel lakukan. Ia mengerti kenapa Vano dan Alvaro tidak tau cara memakan ikan. Mereka di lahir kan dan di besar kan di keluarga kaya raya. Tentu saja mereka berdua tidak pernah memakan ikan berduri seperti ini.


"Buka mulut mu." perintah Anggi.


Bukan hanya membantu Vano makan ikan. Anggi juga menyuapi Vano makan sampai makanan yang berada di depan mereka habis.


Setelah makan dan sudah cukup lama duduk, mereka semua berjalan mengelilingi pulau kecil ini. Mata Anggi berbinar saat melihat berbagai macam Pernak-pernik perhiasan yang menurutnya sangat cantik.


"Van aku ke toko itu dulu, tunggu aku di sini." ucap Anggi.


"Aku ikut." Vano dan Anggi berjalan masuk kedalam toko itu.


Dengan sangat cepat Anggi mengambil semua perhiasan dan Pernak-pernik yang menurut nya bagus, tanpa melihat harga karena orang tua memberi uang jajan lebih.


"Biar aku yang membayar nya." kata Vano.


"Tidak van, aku bisa membayarnya sendiri." tolak Anggi.


"Yakin, nanti uang mu habis." tanya Vano.


"Yakin van." jawab Anggi.


Saat ingin membayar semua nya, Anggi terlupa jika ia tidak membawa dompet. Vano yang mengetahui hal itu langsung sigap dan memberikan kartu debit nya ke kasir.


"Makasih van, nanti aku akan menggantinya." ucap Anggi.

__ADS_1


"Aku tidak butuh uang mu. Aku ingin meminta yang lainnya." kata Vano


__ADS_2