
"Verrel sebenarnya apa yang membuat mu seperti ini, kau benar-benar berubah." Tanya Alvaro.
"Ayah, aku sangat mencintai Akifa tapi saat melihat nya hati ku seperti tersayat mengingat kejadian malam itu." Jawab Verrel.
"Kau masih sangat mencintai nya, kenapa kau menceraikan nya, kenapa Verrel, kejadian apa yang membuat hati mu tersayat."
"Sudah aku tidak ingin mengingat nya, aku tetap akan berpisah dengan nya." Ucap Verrel.
"Apa maksud mu, coba cerita pada ku ayo cerita pada ku Verrel."
"Akifa selingkuh dari ku yah, dia melakukan hal. itu di depan ku." Ucap Verrel sambil menahan air kaya nya.
"Apa kau gila, mana mungkin Akifa melakukan hal itu."
"Anak itu bukan anak ku yah, aku tidak bisa punya anak Wanda yang mengatakan nya pada ku, itu anak nya bukan anak ku." Kata Verrel.
"Verrel cukup, berhenti berbicara kosong seperti ini, dia anak mu, jika kau mau berpisah dengan nya jangan menjelekan nya." Bentak Alvaro.
"Aku berbicara jujur yah, aku tidak menjelekan nya, stop membela nya aku anak mu bukan dia."
__ADS_1
"Katakan pada ku, kau melihat nya kapan dimana dan dengan siapa." Tanya Alvaro.
"Aku melihat nya saat aku di culik oleh Wanda yah, malam itu aku melihat nya bersama Wanda melakukan itu di depan ku." Jawab Verrel.
"Bodoh Verrel, kau benar-benar bodoh, dimana otak mu Verrel." Bentak Alvaro.
Alvaro pergi meninggalkan Verrel dan langsung berlari ke ruangan CCTV, ia mengambil rekaman saat malam dimana Verrel menghilang. Setelah itu Alvaro kembali datang masuk ke dalam kamar Verrel.
"Kau lihat ini, sepanjang malam Akifa di rumah, ia sempat bertanya pada ku tentang kau yang tidak pulang ke rumah, tapi aku menjawab nya jika kau pergi ke luar kota."
"Tidak yah, mana mungkin aku melihat nya di saja dengan jelas, di sana malam itu yah." ucap Vino.
"Dengarkan aku, apa kau lupa kau tidak bisa mabuk, karena kau terlalu mencintai nya saat mabuk hampir semua orang kau lihat sebagai istri mu, dan kau tau Verrel ayah tidak memberitahu istri ku jika kau hilang, malam itu dia berada di rumah di kamar ini."
Verrel diam seketika otak nya langsung berusaha mencerna apa yang di jelaskan ayah nya dan semua itu benar ada nya, ia baru saja jika dia tidak bisa mabuk.
"Wanda hanya ingin mempengaruhi mu Verrel, istri ku tidak mungkin melakukan hal itu." Ucap Alvaro.
"Akifa." Verrel langsung bangkit dari tempat tidur.
__ADS_1
"Jangan kemana-mana, aku belum selesai." Ucap Alvaro.
"Ayah aku salah aku ingin bertemu dengan nya, hiks hiks hiks Akifa maafkan aku." Verrel benar-benar merasa sangat bersalah dan ingin bertemu dengan istri nya.
"Aku belum siap Verrel, aku tidak tau kau sebodoh ini, anak itu anak mu bukan anak orang lain, istri mu tidak mungkin melakukan nya dengan orang lain, kau bukan mandul tapi kau kurang subur dan berkat kerja keras mu kau bisa mempunyai anak." Ucap Alvaro.
"Maaf yah, aku bodoh aku salah aku ingin bertemu dengan nya."
"Sudah aku bilang Verrel, jangan memohon pada ku, itu semua karena kebodohan mu." Ucap Alvaro.
"Hiks... hiks.. hiks aku mohon yah beri tau aku dimana Akifa sekarang." Verrel terus saja memohon dan menangis agar Alvaro memberitahu nya dimana Akifa berada.
"Percuma Verrel, aku sudah mengingatkan mu, sekarang nikmati hari-hari mu tanpa orang yang kau cintai." Alvaro pergi meninggalkan kamar itu.
"Ayah, tunggu yah aku mohon beri tau aku dimana istri ku." Teriak Verrel.
Verrel hanya bisa menangis menyesali kebodohan nya, ia sudah membuat sakit hati Akifa wanita yang jelas-jelas wanita baik-baik dan sangat mencintai nya.
"Akifa maafkan aku, aku menyesal aku ingin bertemu dengan mu." Ucap Verrel yang tidak bisa apa-apa saat ini, bahkan untuk membawa tubuh nya saja dia tidak bisa melakukan nya.
__ADS_1