Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 116 S4


__ADS_3

"Pergi Kenzi, jangan salahkan aku juga kalau aku benar-benar pergi meninggalkan mu," teriak Karla.


Karla hanya bisa mengusap air mata nya, perasaan nya saat ini benar-benar sedang kacau, ia tidak tau apa yang lihat benar atau salah, tapi memang tidak sepantas nya pria yang sudah beristri duduk berduan dengan wanita lain di tempat yang sepi.


"Ahkkk kenapa semua nya kacau," teriak Kenzi.


Malam ini Kenzi tidur di dalam kamar lain, meskipun mata nya terpejam ia masih tidak bisa tidur dan sangat takut jika Karla benar-benar pergi meninggalkan nya.


"Aku tidak ada berniat untuk selingkuh, tapi kenapa dia selalu menuduh ku untuk selingkuh, apa aku memang tida bisa di percaya," batin Kenzi.


Tak berbeda dengan Kenzi, Karla pun seperti itu. Ancaman nya pada Kenzi hanya sebatas perkataan saja. Ia sudah cinta mati pada Kenzi dan tidak mungkin akan bisa pergi meninggalkan Kenzi. Tapi jika hal itu di perlukan ia akan benar-benar pergi untuk memberikan suami nya pelajaran.


Malam yang kelam bagi Kenzi dan Karla sudah berlalu, hampir semua orang sedang berada di ruang keluarga untuk sarapan pagi. Para lelaki akan pergi bekerja setelah libur selama dua hari lama nya.


"Kau tidak kerja Kenzi," tanya Verrel.


"Aku akan ke kantor nanti, aku belum bersiap-siap," jawab Kenzi.


Meskipun Karla sedang marah pada Kenzi, ia masih menyiapkan makanan untuk suami nya. Ia tidak mau semua orang tau jika Kenzi dan diri nya sedang bermasalah.


"Karla ayo bantu aku," ucap Kenzi.


"Iya mas." Karla berjalan mengikuti suami nya.


Hanya dengan melihat Kenzi dan Karla mereka semua tau ada yang tidak beres. Mereka semua hanya diam karena tidak ingin terlalu ikut campur dalam urusan rumah tangga seseorang. Verrel akan turun tangan jika di antara Kenzi dan Karla sudah ada yang mengeluh pada nya.


"Dia tidak ada cerita pada mu," tanya Verrel.


"Tidak ada dad, mungkin nanti dia akan cerita ada ku, aku juga tidak enak menanyakan nya, ini pasti masalah rumah tangga nya," jawab Kenzo.


"Ya sudah selalu beri kabar daddy, daddy berangkat lebih dulu, nanti kau langsung masuk ke dalam ruangan kakek," kata Verrel.


Setelah selesai membersihkan diri Kenzi hanya berdiri di depan istri nya, ia ingin mengetes Karla masih mau membantu nya memakaikan pakaian atau tidak.

__ADS_1


Tanpa banyak bicara Karla mulai membantu Kenzi memakai pakaian, ia tidak mau menjadi istri yang durhaka pada suami nya.


"Maafkan aku sayang, ya aku mengaku salah," ucap Kenzi sambil memeluk Karla.


"Apa kesalahan mu," tanya Karla.


"Iya aku salah berduaan dengan Sofia di tempat yang sepi, aku salah dekat dengan nya dan aku salah telah kembali marah pada mu saat kamu mengingat kan ku," jawab Kenzi.


"Bagus kalau kamu tau kesalahan mu, masih mah kamu ulangi," tanya Karla.


"Tidak sayang, aku tidak akan mengulangi nya. Aku sangat takut kamu pergi meninggalkan ku. Aku bersumpah aku tidak ada sedikit pun untuk selingkuh dari mu," jawab Kenzi.


"Aku tau apa yang kamu pikirkan semarang. Aku tau kamu berpikir kalau aku sebagai istri tidak mempercayai mu. Sayang aku bukan tidak mempercayai mu, aku hanya takut kehilangan orang yang telah menyembuhkan ku, aku takut kehilangan ayah dari anak yang aku kandung saat ini. Kamu tau secinta itu aku ke kamu. Dan tolong jaga perasaan ku,"


"Iya sayang aku mengerti, aku terlalu egois. Sudah lupakan masalah ini, jangan biarkan masalah ini membuat hubungan kita rusak," ucap Kenzi.


"Aku memaafkan ku untuk kali ini saja, tapi jika lain kali kamu melakukan kesalahan yang sama, aku benar-benar akan pergi meninggalkan mu, jangan pikir aku bermain-main dengan ucapan ku," kata Karla.


"Iya sayang, aku janji, sudah ya jangan marah lagi," ucap Kenzi.


"Siap sayang." Kenzi mengecup dahi istri nya.


Sementara itu Axel masih membantu istri nya berjalan menuju mobil, Wilda yang masih terkilir karena kecelakaan kemarin masih belum sembuh.


"Kenapa aku harus perawatan," tanya Wilda.


"Agar daki di tubuh ku hilang, nanti saat aku telusuri tubuh mu, ada daki nya aku jadi tidak berselera," jawab Axel.


"Enak saja, kau kalau mandi bersih ya, Axel ehem itu ku ada hutan nya, apa aku bersih kan," tanya Wilda.


"Tidak perlu, kita sama-sama ada kok, itu juga ada fungsi nya. Aku juga tidak keberatan," jawab Axel yang otak nya sudah traveling kemana-mana.


"Bagus lah, aku juga malas memotong nya, dimana salon nya jauh tidak."

__ADS_1


"Aku juga tidak tau, kita mencari salon di dekat kantor saja. Agar jika aku menjemput mu tidak jauh."


"Oh iya lah, aku sudah tidak sabar," ucap Wilda.


"Tidak sabar untuk apa, nanti malam, aku juga tidak sabar pasti akan mengesankan," tanya Axel.


"Hey hey, ada-ada saja kau. Aku bukan tidak sabar untuk itu, tapi untuk perawatan, seperti nya akan enak," jawab Wilda.


"Oh ternyata aku salah mengira, ya jelas enak, itu sebabnya aku membawa mu ke salon. Enak untuk mu dan enak untuk ku juga, malam nanti aku akan mencium aroma wangi di tubuh mu."


"Itu saja yang kau pikirkan," ucap Wilda.


Sesampainya di salon itu Wilda kembali di bantu Axel masuk ke dalam. Axel memesan paket lengkap dari atas sampai bawa kaki, karena malam nanti ia akan merasakan tubuh Wilda dari ujung rambut ke ujung kaki.


"Aku tinggal dulu nanti kalau mau selesai kamu telepon aku," ucap Axel.


"Iya pergi lah, aku akan mengurangi mu nanti," kata Wilda.


Axel mengecup dahi Wilda sebelum ia pergi meninggalkan Wilda.


"Dia semakin romantis saja," batin Wilda.


Di Efron grup banyak orang yang sedang melamar pekerjaan nya, ia sangat beruntung memiliki orang dalam dan langsung bisa bekerja tanpa perlu melamar seperti yang lainnya.


"Kekuatan orang dalam memang luar biasa," ucap Axel.


"Itu anak mu, lama sekali dia," ucap Adit.


"Pah dia cucu mu juga, aku menyerah kan dia pada mu pah."


"Ya ya ya kak tenang saja, aku akan mendidik nya dengan sangat baik," ucap Adit.


"Maaf pah, kek aku telat, aku harus mengantarkan istri ku perawan dulu," kata Axel.

__ADS_1


"Dasar budak cinta, awal nya kau menolak untuk menikah dengan nya, sekarang kau sudah bucin pada nya, hahaha itu memang sudah tradisi keluarga Efron." ucap Adit.


__ADS_2