
"Jadi kau mau menikah dengan ku." Tanya Verrel.
"Iya aku mau, meskipun aku belum mencintai mu, tapi aku yakin kamu jodoh ku." Jawab Nelly.
"Kita akan menikah secepatnya, tapi kita harus mendapat restu dari pacar mu, oh lebih tepat nya mantan pacar mu." Ucap Verrel.
"Tidak perlu, aku sudah memutuskan nya dan sebelum putus aku mengatakan ingin menikah dengan mu." Ujar Nelly.
"Bagus, kalau begitu bersenang-senang lah dengan ku." Verrel menarik tangan Nelly untuk membawa nya ke hotel.
"Sayang, jangan sekarang, aku mau kita melakukan nya di malam pertama kita, pasti itu akan menjadi sesuatu istimewa." Ucap Nelly.
"Kamu benar, ya sudah aku pulang dulu, aku akan membicarakan pernikahan ku dengan orang tua ku, apa kamu mau aku antara kan pulang." Tanya Verrel.
"Tidak, aku harus ke suatu tempat bersama teman ku, kamu pulang saja dulu."Jawab Nelly.
Verrel mencium dahi Nelly dan pergi meninggalkan Nelly di cafe itu. Setelah Verrel pergi, Dylan datang dengan wajah yang di tekuk.
"Sayang, jangan seperti itu, ini semua kan hanya bercanda." Ucap Verrel.
"Aku tidak mau, ada jejak diri nya di tubuh mu." Dylan mengusap dahi Nelly dengan tisu basah.
"Sayang kamu tau, dia mengajak ku tidur." Ucap Nelly.
"Terus kamu menerima nya." Tanya Dylan.
"Tidak, aku saja belum pernah tidur dengan pacar ku, kenapa aku harus tidur dengan nya." Jawab Nelly.
"Kalau begitu, ayo tidur." Ucap Dylan.
"Sayang, nikahi aku dulu, baru aku mau." Kata Nelly.
__ADS_1
"Iya sayang, aku hanya bercanda." Dylan mengecup dahi Nelly.
Sesampainya di rumah, Verrel langsung menarik Alvaro dan memeluk ayah nya dengan erat.
"Ada apa bodoh, kenapa kau memeluk ku." Tanya Alvaro.
"Terimakasih yah, berkat saran dari ayah, aku akan menikah dengan Nelly." Jawab Verrel.
"Hmmm, bagus kalau begitu. Kapan kamu akan merencanakan tanggal pernikahan itu." Tanya Alvaro.
"Ayah, bisa mengurus semua nya untuk ku." Tanya Verrel.
"Bisa, asalkan kau meminta izin terlebih dulu pada kakek mu." Jawab Alvaro.
"Kakek Alex, tidak-tidak ayah aku tidak mau, aku takut dengan nya." Tolak Verrel.
"Takut, bukannya kau lebih kuat dari ayah mu, kenapa harus takut."
"Kau ya, sudah ayah akan mengurus nya." Ucap Alvaro.
"Secepatnya, aku tidak mau tau, lusa." Kata Verrel.
"Kenapa tidak malam ini saja kau minta." Tanya Alvaro.
"Bisa malam ini yah, kalau begitu aku mau malam ini." Jawab Verrel.
"Tidak, paling cepat tiga hari, tidak ada protes." Ucap Alvaro.
"Yah, beritahu aku bagaimana cara agar tahan lama di ranjang, aku belum pernah melakukan nya." Tanya Verrel.
"Tidak, aku mau olahraga malam dulu." Alvaro pergi meninggalkan Verrel.
__ADS_1
"Ayah, besok kita minum bersama." Teriak Verrel yang sangat bahagia.
Alvaro langsung menghubungi Dylan untuk segera mencari wanita pengganti Nelly saat pernikahan nanti, yang menjadi pr utama Alvaro adalah bagaimana cara menjelaskan semua ini pada ayah dan bunda nya.
"Ah biar saja, mereka hanya di suruh datang saja, bilang saja acara mendadak."Batin Alvaro.
" Sayang, jatah ku." Ucap Alvaro.
Dylan dan Nelly sedang memikirkan siapa wanita yang akan di nikahi Verrel nanti, mereka berdua sudah mencari di salah satu panti asuhan tapi belum menemukan wanita yang sesuai.
"Kita pulang dulu, besok kita mencari lagi." Ucap Dylan.
Satu hari menjelang pernikahan Verrel dan Nelly, tapi Dylan belum menemukan wanita pengganti Nelly, ia sangat pusing karena jika ia gagal ia harus merelakan Nelly untuk Verrel.
Sementara itu semenjak meninggal nenek nya, Akifa merasa hidup nya tidak berarti lagi, ia merasa sudah tidak ada tujuan hidup nya. Apalagi belakang ini ia merasa ada yang sedang mengawasinya.
Akifa berjalan di samping jalan raya yang sangat padat lalu lalang kendaraan. "Nenek Akifa ikut dengan nenek saja." Ucap Akifa.
Akifa berlalu ke tengah jalan agar ada mobil yang menabraknya.
"Aahhhh." Teriak Akifa.
Dylan yang melihat wanita di depan sana langsung menghentikan mobil nya seketika sebelum menabrak seorang wanita.
"Kenapa dengan wanita gila itu." Ucap Dylan yang sangat kesal.
Kaki Akifa terasa gemetaran dan tak lama ia terjatuh pingsan di depan mobil Dylan. Dylan langsung keluar dari mobilnya ia takut wanita yang hampir ia tabrak terluka.
"Ahhh kau membuat tugas ku bertambah." Ucap Dylan.
Dylan membawa Akifa masuk kedalam mobil nya, karena bingung ia membawa Akifa pulang ke rumah.
__ADS_1