Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 229 S3


__ADS_3

"Hey hey kau mau kemana." Tanya Dylan.


"Aku ingin pergi ke tempat yang bisa merubah ku menjadi manusia yang lebih baik lagi."


"Jadi maksud mu tempat ini tidak baik."


"Bukan begitu Dylan, aku tidak enak pada kalian semua jika terlalu lama di sini, lebih cepat aku pergi lebih cepat lagi kehidupan ku berjalan dengan normal." Kata Candra.


"Aku yakin kau sudah berubah, cari lah kebahagiaan mu, kami akan segera mengunjungi mu. Dan kau jangan lupa kan kami, jika awal waktu kunjungi kami dengan membawa kabar bahagia."


"Pasti Dylan, pasti. Terimakasih telah memaafkan ku, aku banyak bersalah dengan mu." Candra memeluk Dylan.


"Sudah kau terlalu banyak meminta maaf pada ku." Dylan membalas pelukan dari Candra.


"Ada apa ini, kau jadi pergi Candra." Ucap Verrel sambil memegang gigi nya yang sakit."


"Hahaha kau kenapa Verrel, wajah mu bengkak." Tanya Dylan.


"Diam jangan mengejek ku, ini bukan momen yang tepat." Ucap Verrel.


"Iya Verrel aku jadi pergi, terimakasih untuk semua kebaikan mu." Kata Candra.


"Apa kau butuh ongkos, Rizky apa kau memberikan kembaran mu ongkos, jangan bilang tidak." Ucap Verrel.


"Enak saja, aku sudah mentransfer nya uang, cukup untuk kehidupan nya di sana. Lagi pula di sana dia juga akan bekerja." Saut Rizky.


"Kau mengirim uang lagi Rizky, sudah ku bilang jangan mengirim ku uang lagi."

__ADS_1


"Tidak mungkin aku memberikan kembaran ku kesulitan, di mana letak hati ku. Jangan anggap apa-apa. Jika aku suatu saat nanti membutuhkan bantuan mu aku jadi tidak sungkan meminta meminta bantuan mu." Ucap Rizky.


Verrel mengirim pesan WA pada Rizky untuk mengirim nomer rekening Candra. Rizky langsung mengirim kan nya pada Verrel karena ia tau apa yang akan Verrel lakukan. Verrel mengirim kan uang yang sangat berjumlah fantastis pada Candra.


"Kami pergi dulu, jika terlalu lama kami bisa ketinggalan pesawat." Ucap Candra.


"Hati-hati cand, jika memerlukan sesuatu segera hubungi kami." Ucap Verrel sambil memeluk Candra.


"Iya Verrel, terimakasih."


"Rizky aku pergi dulu, jaga kesehatan mu, tolong sampai kan permintaan maaf ku pada keluarga kita, aku harap mereka dapat memaafkan ku." Candra memeluk Rizky ini kedua kali nya ia berpisah jauh dengan Rizky.


"Candra pasti lambat laut mereka memaafkan mu, jaga kesehatan mu di sana, ini perpisahan kita yang kedua kali nya, padahal kita baru saja bertemu, tapi aku yakin ini yang terbaik untuk kita berdua." Ucap Rizky.


Mereka berdua berpelukan cukup lama, sebesar apapun kekecewaan Rizky pada Candra mereka berdua tetap lah saudara kembar, perasaan mereka saling terhubung. Dan tentu saja perpisahan adalah hal yang cukup berat untuk mereka.


Mereka berdua sama-sama meneteskan air mata, Rizky bisa merasakan perasaan sendi Candra saat ini, begitu juga dengan Candra. Itu sebab nya mereka berdua dapat meneteskan air mata secara bersama.


"Hmmm kau benar juga." Kata Dylan.


"Sudah pergi lah, nanti kau ketinggalan pesawat." Ucap Rizky.


"Baiklah, aku pergi." Kata Candra sambil melepaskan pelukan nya.


Candra menggenggam tangan Desy dan pergi meninggalkan rumah Verrel. Setelah momen yang cukup mengharukan mereka semua kembali masuk ke dalam kamar mereka masing-masing.


"Sayang, kamu terlihat cukup menyedihkan." Ucap Alana.

__ADS_1


"Candra baru saja pergi sayang, dia pergi dengan kebencian keluarga kami pada nya. Aku tidak bisa membantu nya untuk mendapatkan maaf dari keluarga kami."


"Sudah jangan di pikirkan, mereka butuh waktu untuk memaafkan Candra. Percaya lah suatu saat nanti Candra akan mendapatkan maaf itu." Alana memeluk Rizky.


"Sayang aku ingin mengecek saldo ATM ku, tunggu sebentar ya." Ucap Candra.


"Iya jangan lama-lama." Kata Desy.


Candra langsung mengecek saldo nya di mesin ATM, betapa terkejutnya Candra saat melihat jumlah saldo nya yang sangat fantastis. "Apa Rizky mengirim uang sebanyak ini." Ucap Candra.


Candra berjalan ke arah Desy sambil menghubungi Rizky, ia ingin mengkonfirmasi berapa banyak uang yang Rizky kirim.


"Apa Rizky, dari Verrel. Kenapa di mengirim sebanyak itu." Tanya Candra.


"Berapa yang dia kirim." Tanya Balik Rizky.


"Saldo ku 16 M, aku tidak tau berapa dia mengirim nya."


"Aku membuat ATM itu hanya aku isi 1 M, jadi Verrel mengirim mu 15 M." Ucap Rizky.


"Aku harus mengembalikan nya, itu sangat banyak uang dari mu saja sudah sangat cukup."


"Tidak perlu, uang sebanyak itu tidak banyak bagi nya, manfaat uang itu sebaik mungkin."


"Aku boleh meminta nomer Verrel." Tanya Candra.


"Aku akan mengirim nya." Rizky mematikan sambungan telepon itu.

__ADS_1


"Sayang bagaimana ini, gigi ku sakit aku tidak bisa mendapatkan jatah." Ucap Verrel yang sangat panik.


Berbeda dengan Verrel, Akifa tertawa melihat Verrel yang panik karena tidak bisa mendapatkan jatah.


__ADS_2