Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 78 S2


__ADS_3

Satu bulan sudah berlalu, hubungan Alvaro dengan Angel tidak ada perubahan yang signifikan. Alvaro masih saja dengan rasa gengsi padahal ia sudah mulai tertarik pada Angel dan sebaliknya Angel yang merasa sudah jatuh cinta pada Alvaro ia mulai sedikit berani menunjukkan perhatian lebih pada Alvaro. Selama sebulan ini juga, mereka sudah tidur satu ranjang dan tentu saja Alvaro mendapatkan keuntungan lebih yang membuat nya semakin tertarik pada Angel.


"Cantik." ucap Alvaro.


Alvaro mengusap wajah Angel yang berada di depannya, bibir Angel selalu menarik perhatian nya, selama ini ia baru sekali merasakan bibir manis itu dan tentu saja Alvaro ingin merasakan nya lagi.


"Tuan anda sudah bangun." tanya Angel.


"Baru saja." jawab Alvaro.


"Kenapa kau baru bangun, kau tidak shalat." tanya Alvaro.


"Saya sedang ada tamu tuan." jawab Angel.


"Tamu? tamu apaan, dimana tamu nya." tanya Alvaro.


"Saya sedang menstruasi tuan, jadi saya tidak di perbolehkan untuk shalat." jawab Angel.


"Owww begitu, apa kau mau hadiah pagi dari ku." tanya Alvaro


"Hadiah pagi, hadiah apa." jawab Angel.


Alvaro mendekati Angel dan menatap wajah Angel, berjanji lah setelah aku berikan hadiah itu berterimakasih lah pada ku." kata Alvaro.


Iya tuan." ucap Angel.


Alvaro mengusap bibir manis Angel dengan tangannya, setelah itu ia mengecup nya untuk pemanasan.


"Bibir ini milik siapa." tanya Alvaro.


"Milik tuan." jawab Angel.


Alvaro tersenyum saat mendengar jawaban dari Angel, istri nya benar-benar menjawab sesuai keinginan nya. Alvaro memulai mendarat kan bibir nya di atas bibir manis Angel. Ia mulai mengisap dan mengigit bibir itu agar lebih terbuka lagi. Ciuman lembut itu berubah menjadi lebih agresif yang membuat Angel mulai kesulitan bernafas.

__ADS_1


"Bernafas lah seperti biasa atau kau akan mati." ucap Alvaro di sela-sela ciuman nya. Ia tidak mengakhiri ciuman itu, bibir manis Angel membuat nya terus saja ketagihan lagi dan lagi.


Ciuman Alvaro turun ke bagian leher Angel tangan nya jika mulai aktif di bagian-bagian tertentu, Angel juga sudah mulai terbawah suasana ia menerima apa yang Alvaro lakukan pada nya. Saat lagi di puncak nafsu nya dan Alvaro sudah bertekat memakan Angel pagi ini, tiba-tiba pintu kamar nya berbunyi.


"Al kau belum bangun, bukannya kau ada kelas pagi." panggil Adit.


"Dia sangat mengganggu ku." gumam Alvaro.


"Tuan anda harus kuliah, saya akan menyiapkan air hangat untuk anda." ucap Angel dan langsung bangkit dari atas kasur.


"Iya dit, kau tunggu di bawa aku akan segera menyusul mu." jawab Adit.


Setelah selesai membersihkan diri mereka berdua turun dari kamar menuju ruang makan.


"Pagi mah pah." sapa Angel.


"Pagi." jawab Agnes dan juga Alex.


"Sudah sebulan lalu kata bunda Fiona akan datang, tapi tidak jadi padahal Adit sudah menunggu nya." ujar Alvaro.


"Al kau jangan menyebarkan hoax." kata Alvaro.


"Dia harus mengurus perpindahan kuliah nya, seperti nya dia akan masuk satu kampus bersama mu." ucap Agnes.


"Vano kenapa dia datang. Bukannya orang tua nya di luar negeri mengurus perusahaan ayah." tanya Alvaro.


"Dia kangen dengan mu, dan dia juga akan melanjutkan S2 nya di sini. Kau kalah dengan nya al, dia sudah S2 dan kau baru melanjutkan S1 mu." jawab Alex.


"Aku tidak peduli, selesai kuliah aku langsung ingin bekerja di tempat ayah dan tidak mau melanjutkan S2." ucap Alvaro.


"Angel, kamu ingin melanjutkan kuliah dimana." tanya Agnes.


"Aku tidak tau mah." jawab Alvaro.

__ADS_1


"Dia melanjutkan di tempat ku saja, besok aku yang akan mendaftarkan nya." saut Alvaro.


"Apa kamu mau sayang." tanya Agnes.


"Iya mah, Angel mau." jawab Angel.


Setelah selesai sarapan pagi mereka semua melanjutkan kegiatan mereka masing-masing, hanya tinggal Angel dan Agnes berdua di rumah ini. Semenjak lulus SMA Angel tidak selalu menghabiskan waktu nya di rumah.


"Sayang buat kue yuk." ajak Agnes.


"Kue mah, ayo mah angel juga merasa bosan." jawab Angel.


Siang hari telah tiba, setelah sudah tidak ada jam kuliah Alvaro dan Adit langsung berangkat ke bandara untuk menjemput Fiona dan Revano yang akrab di panggung Vano.


"Itu mereka." ucap Adit.


"Kakak." teriak Viona


Alvaro langsung merentang kan tangan nya berharap Fiona berlari memeluk nya. Ternyata itu memang hanya harapan nya saja, Fiona berlari untuk memeluk Adit.


"Aku kangen." ucap Fiona.


Dan seperti biasa Adit hanya tersenyum saat mendapatkan pelukan pertama dari Fiona. Ia sangat dingin ada Fiona tapi juga perhatian, dingin memang sifat nya yang tidak bisa di rubah.


"Bagaimana kabar mu." tanya Adit sambil mengusap rambut Fiona.


"Baik kak, tunggu-tunggu kakak bertanya kabar ku. Kak Varo kak Adit sudah berubah." teriak Fiona sambil melompat-lompat.


Vano memeluk Alvaro yang membuat Alvaro terkejut.


"Kenapa kau memeluk ku." tanya Alvaro.


"Dari pada tidak ada yang memeluk mu." jawab Vano.

__ADS_1


__ADS_2