
"Muach muach muach," Kenzi menciumi wajah istri nya.
"Sayang aku sedang datang bulan," ucap Karla.
"Hmmm apa sayang, datang apa," tanya Kenzi.
"Datang bulan sayang, kita tidak bisa melakukan nya maaf," Karla hanya bisa memeluk suami nya untuk membuat Kenzi tertidur.
"Datang bulan," ucap Kenzi sambil memeluk. Walaupun Kenzi tidak sepenuhnya sadar, Kenzi masih bisa mendengar perkataan istri nya.
"Baiklah tidak jadi jatah," ucap Kenzi dan tak lama ia tertidur di dalam pelukan hangat itu.
Saat ini Mario dan Fika sudah resmi menikah, mereka berdua sah secara hukum agama dan beberapa hari ke depan Mario benar-benar akan menikahi Fika secara hukum negera.
"Aku sudah membuktikan nya sayang, kita sudah sah menikah," ucap Mario.
"Kamu menikahi ku bukan karena nafsu belakang kan mas," tanya Fika.
"Aku menikahi mu hanya ingin membuktikan jika aku benar-benar mencintaimu, ah aku bisa gila jatuh cinta dan menikah dalam waktu semalam.
"Aku juga tidak menyangka bisa menikah dengan Mafia yang terkenal sangat kejam," ucap Fika.
Setelah pernikahan itu Fika dan Mario kembali ke rumah Verrel, Mario ingin memamerkan pernikahan pada yang lainnya.
"Kamu tunggu di kamar, kamar kamu bukan di bawa lagi, tapi kamar tamu," ucap Mario.
"Iya mas." Fika pergi meninggalkan Mario.
"Sudah menikah cepat sekali," ucap Verrel.
"Sebelum adik mu merebutnya dari ku, lebih baik aku nikahi saja dia," kata Mario.
"Kau benar-benar membuat nya patah hati Mario, aku yakin besok pagi mood nya sangat jelek, apalagi melihat mu bersama Fika."
"Tenang saja besok aku akan langsung terbang kw Singapore, jadi dia tidak akan melihat kami berdua," ucap Mario.
"Ya ya ya, aku berharap kau bahagia Mario, jaga istri mu dengan baik," ucap Verrel.
Pukul 2 dini hari mereka semua baru kembali masuk ke dalam kamar masing-masing. Verrel yang sudah pergi cukup lama langsung meminta jatah nya, begitu juga dengan Kenzo yang baru merasakan kembali surga Dunia, setelah sekian lama nya. Mario juga mendapatkan jackpot dari Fika, ia tidak menyangka Fika benar-benar masih seorang gadis.
Pagi hari nya, hampir semua orang berkumpul di ruang makan untuk sarapan pagi, hari ini Karla akan pergi ke Aldiron grup karena saat ini Karla adalah pemegang saham terbesar di sana.
"Dimana Vero dan ayah," tanya Verrel.
"Masih di kamar nya dad, sebentar lagi pasti akan turun," jawab Kenzi.
"Jika Kenzo mana," tanya Verrel.
__ADS_1
"Masih di kamar nya juga," jawab Kenzi.
"Ya sudah aku panggil dia dulu," kata Verrel.
"Hmmm paman, paman sudah menikah, apa keluarga paman tau," tanya Kenzi.
"Tidak tau, tapi paman yakin mereka pasti akan mendukung keputusan paman ini," jawab Mario.
"Sudah enak-enak," bisik Kenzi.
"Langsung Kensi, aku mendapatkan jackpot."
Verrel langsung masuk ke dalam kamar Kenzo, beruntung ia berpapasan dengan Sonia sehingga ia bisa langsung masuk ke dalam kamar Kenzo.
"Hey bangun Kenzo," ucap Verrel sambil naik ke atas kasur.
"Kenzo bangun." Verrel menggoyang kan tubuh Kenzo, agar Kenzo bangun dari tidur nya.
Verrel melihat ke arah kepala Kenzo yang terdapat jahitan. Jahitan bekas operasi itu terlihat sudah kering yang membuat Verrel berani menyentuh nya.
"Dad," ucap Kenzo yang sudah mulai terbangun dari tidur nya.
"Bangunlah, kita harus pergi."
"Kemana dad, aku lelah, aku saja baru tidur," ucap Kenzo.
"Kau habis apa. Ooo kau habis ini enak-enak ya," tanya Verrel.
Di kamar lain Alvaro masih belum bisa bergerak karena Vero masih memeluk nya.
"Ayo mandi Vero," ucap Alvaro.
"Tidak mau, aku tidak mau mandi, hati ku masih sangat sakit yah," kata Vero.
"Jangan begitu sayang, Fika bukan jodoh mu, nanti pasti kau menemukan jodoh mu, ayo cepat mandi."
"Apa mereka masih ada di sini," tanya Vero.
"Iya mereka masih ada, tadi mereka mau langsung terbang ke Singapore, tapi karena hari ini ada acara ayah menahan mereka," jawab Alvaro.
"Ayah kenapa di tahan, aku tidak suka ada dia di sini."
"Hey kau tidak boleh begitu, aku sengaja menahan mereka karena Mario sangat berpengaruh dalam keberhasilan kita kemarin, ayo sekarang kau mandi," ucap Alvaro.
"Iya yah, aku mau makan di kamar, tolong ambil kan sarapan ku ya," kata Vero dan langsung berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
"Anak itu benar-benar sangat manja tapi aku sangat suka," ucap Alvaro.
__ADS_1
Setelah semuanya selesai bersiap-siap, mereka langsung berangkat ke Aldiron grup. Mereka ingin memperkenalkan CEO baru yang akan menggantikan Marco.
Semua orang tampak senang dengan kehadiran CEO baru mereka, seperti nya pemerintahan Marco sebagai CEO membuat para Karyawan tersiksa.
"Pah yang aku katakan tadi," ucap Karla.
"Oh iya Karla hanya pemilik perusahaan ini, tetapi CEO kalian adalah Kenzi Emanuel Efron," kata Verrel.
"Aku, dad tidak salah," tanya Kenzi yang tampak kebingungan.
"Iya Kenzi, istri mu yang memintanya."
"Terima kasih sayang, telah mempercayai aku," ucap Kenzi.
"Iya mas, ini hadiah untuk mu karena telah mengambil hak ku dari tangan manusia kejam itu.
Vero dan Kenzo saling menatap karena mereka berdua tau, Kenzi calon CEO di Efron grup.
"Jadi siapa CEO Efron grup" tanya Vero.
"Antara kalian berdua," jawab Kenzi.
"Aku tidak mau," kata Vero.
"Aku juga tidak mau, itu akan membebani otak ku," ucap Kenzo.
"Sudah jangan saling berebut kalian pasti akan mendapatkan posisi itu," ujar Alvaro.
"Kenzi Karla selamat ya, aku dan istri ku harus segera pergi, karena penerbangan pesawat kami sebentar lagi," kata Mario.
"Iya paman, Terima kasih untuk semua nya. Jika tidak ada paman kami tidak mungkin bisa mengambil semua ini," ucap Kenzi.
"Iya paman, aku juga berterima kasih pada mu," ujar Karla.
"Iya sama-sama, aku harap kita akan bertemu dalam waktu dekat," ucap Mario.
"Terima kasih Mario, aku sangat berterima kasih pada mu, aku akan investasi di tempat mu," kata Alvaro.
"Hahahaha iya tuan, saya tunggu," ucap Mario.
"Aku juga Mario, satu minggu lagi aku akan kw Singapore, tolong sambut aku dengan baik," ujar Verrel.
"Pasti Verrel."
"Hey kau masih marah pada ku," tanya Mario.
"Tidak, untuk apa aku marah pada mu," ucap Vero yang sebenarnya hati nya masih tidak Terima akan hal ini.
__ADS_1
"Jangan bersedih, kau masih belum pantas menikah. Nanti aku akan membantu mu mencari kan istri untuk mu," kata Mario.
"Iya iya, hati-hati paman, aku banyak belajar dari mu," ucap Vero