Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 285 S3


__ADS_3

"Kamu sangat kejam sekali sayang." Ucap Lia.


"Aku sangat membenci orang yang ingin mengambil milik ku, harus nya aku yang membunuh nya." Kata Dylan.


"Stttt aku sedang hamil, jangan asal membunuh orang lain. Nanti anak kita kejam seperti diri mu."


"Anak ayah, kamu lagi apa di sana, apa di sana nyaman. Apa milik ayah sampai ke sana." Tanya Dylan sambil mengusap perut Lia.


"Terus bicara pada nya, dia akan merespon." Ucap Lia.


"Kamu cewek atau cowok, kenapa ayah ingin kamu cewek ya, tapi kamu harus cowok, agar bisa meneruskan ayah."


"Sayang ada pergerakan di perut mu, siapa yang melakukan nya sayang." Tanya Dylan.


"Anak kita sayang, kamu bagaimana si." Jawab Lia.


"Apa tidak sakit dia bergerak di sana."


"Tidak sayang malahan aku sangat senang, kamu masukan saja tidak sakit apalagi hanya gerakan kecil." Ucap Lia.


"Hehehe kamu membuat aku ingin melakukan nya, tapi apa boleh aku sering melakukan nya, kamu hamil besar seperti ini."


"Tidak tau, sayang mulai sekarang kita lakukan kalau aku yang ingin saja, mood ku sering rusak." Ucap Lia.


"Kamu berapa kali seminggu ingin nya." Tanya Dylan.

__ADS_1


"Satu saja itu sudah cukup untuk ku." Jawab Lia.


"Baiklah satu minggu sekali cukup untuk ku." Ucap Dylan.


Sementara itu Verrel benar-benar harus keluar rumah hari ini, tetapi Alvaro tidak ada di rumah yang membuat Verrel bingung harus bagaimana. "Bagaimana cara nya aku membawa pengawal ayah saja tidak ada." Kata Verrel.


"Jika aku tidak membawa Akifa seperti nya tidak papa." Batin Verrel dan langsung menuju ke bagasi mobil.


Verrel membawa mobil nya ke sebuah Cafe karena ia ingin bertemu teman-teman lama nya.


"Maaf aku telat." Ucap Verrel.


"Kau lama sekali, ada apa kau mengumpulkan kami semua." Tanya Chiko.


"Aku ingin bertanya, dulu saat SMA atau kuliah apa aku memilki musuh atau orang yang sering aku tindas." Tanya Verrel.


"Rizky sudah menjadi saudara ipar ku, selain itu orang yang benar-benar membenci ku."


"Ada satu orang yang dulu selalu kau tindas." Ujar Mario.


"Siapa, kenapa aku tidak mengingat nya."


"Kau tak ingat si culun berkacamata besar." Tanya Mario.


"Ah orang itu aku benar-benar melupakan nya, iya iya dia sangat membenci ku, aku pernah membuat nya hampir mati, aku juga pernah membuat nya di putuskan oleh satu-satu nya wanita yang mau berpacaran dengan nya." Jawab Verrel.

__ADS_1


"Hahaha kenapa kau bertanya seperti itu Verrel, kau keluarga Efron kau takut dengan nya." Tanya Chiko.


"Aku tidak takut jika dia melukai ku, tapi jika dia mengincar istri ku bagaimana, istri ku sedang hamil."


"Oh iya Verrel sudah berubah menjadi si bucin setelah menikah." Kata Mario.


"Hahahaha kalian belum mengenal kata cinta, kalau sudah kalian akan menjadi bucin seperti ku."


"Kami juga sudah menikah tapi kami tidak bucin seperti mu, Verrel kami berdua tidak subur karena gaya hidup kami yang benar-benar kacau." Ucap Chiko.


"Kalian juga tidak subur, aku dulu juga tidak subur, ya karena gaya hidup kita benar-benar kacau. Tapi akhirnya aku bisa membuat istri ku hamil dengan menjalani gaya hidup sehat."


"Kau juga tidak subur Verrel, bagaimana cara gaya hidup sehat, beri tau kami." Tanya Mario.


"Kalian pergi konsultasi pada dokter ku saja, nanti aku akan memberikan alamat nya. Ya sudah aku pulang dulu, terimakasih informasinya jangan lupa main ke rumah ku, jika tidak bisa masuk hubungi aku." Ucap Verrel.


"Siap Verrel, kami ingin bertemu dengan Dylan dan tentu saja Rizky musuh mu yang telah berubah." Kata Chiko.


Verrel benar-benar curiga dengan si kacamata besar, orang yang selalu ia tindas semasa SMA.


"Siapa nama nya kenapa aku lupa, semoga saja Dylan mengingat nama nya." Batin Verrel.


Beruntung nya kali ini Verrel tidak mendapatkan gangguan apapun. Dia dapat pulang dengan selamat.


"Verrel sudah ayah katakan jangan keluar rumah." Ucap Alvaro.

__ADS_1


"Ada hal yang sangat penting yah, aku ingin membawa pengawal tetapi ayah tidak ada." Kata Verrel.


__ADS_2