Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 44 S4


__ADS_3

"Ya sudah aku saja yang bermain," ucap Verrel


"Daddy sesuai perjanjian kita tidak ada yang bermain, kau mau mengkhianati mommy," kata Kenzi.


"Tidak lah, aku mana berani hehehe," ucap Verrel.


"Kau ketakutan, kau benar-benar belum pernah melakukan nya bersama pria lain," tanya Kenzi.


"Be ... belum tuan, saya belum pernah melakukan nya dengan siapapun, dan jika setelah saya keluar dari sini terbukti tidak melakukan nya saya bisa langsung di bunuh tuan," jawab Fika.


"Jika kami langsung membeli mu, apa kau masih akan di bunuh," tanya Verrel.


"Saya tidak bisa di beli selagi belum di pakai, saya sangat bingung tuan. Tolong tuan saya masih ingin hidup, saya tau dengan mengatakan hal ini saya tidak memiliki harga diri lagi tapi dari pada saya di siksa lalu di bunuh oleh mereka saya rela melakukan nya," jawab Fika.


"Kami berdua tidak mungkin melakukan nya, Jika Vero mau mungkin Vero bisa melakukan nya, tapi kamu tidak bisa memaksa Vero," ucap Kenzi.


"Paman," ucap Vero.


"Bagus tetap pakai masker mu, aku sudah mematikan dan menutup beberapa CCTV di sini, para penjaga juga sudah aku perintahkan untuk keluar," kata Mario.


"Aku takut paman," ucap Vero.


"Tenang saja, tidak akan terjadi apapun," Mario.


Mario membawa Vero ke suatu ruangan dan meminta Vero untuk menyalin data dan hal penting lainnya. Dengan cepat Vero membuka komputer itu walaupun sistem nya terkunci dengan sangat baik, Vero masih bisa membobol nya karena kepintarannya dalam hal IT.


"Cepat," ucap Mario.


"10 menit lagi paman," kata Vero.


"Itu sangat lama," ucap Mario.


"Paman ayo nonton dulu, aku menemukan video porno mereka."


"Apa bisa," tanya Mario.


"Bisa paman, lumayan ada yang berdurasi 10 menit."


"Gas lah, jika aku ingin aku bisa memesan wanita," kata Mario.


"Finis," ucap Vero dan Kenzo secara bersamaan.


"Ya sudah siap, baru sebentar. Sudah ayo pergi, kembali ke kamar mu," kata Mario.


"Finis Kenzo," tanya Alvaro.


"Paman lihat grafik saham Aldiron grup," ucap Kenzo.

__ADS_1


"Wow kau gila, kenapa langsung anjlok dan masih terus menurun," kata Rizky.


"Bagaimana cara nya Kenzo," tanya Alvaro.


"Bagaimana cara nya itu rahasia ku, yang penting tugas ku selesai," jawab Kenzo.


"Kau benar, aku tidak peduli bagaimana cara nya sampai seperti itu, yang penting saham kita terus menaik dan mereka terus menurun," ucap Kenzo.


Sementara itu agar tidak menimbulkan kecurigaan Vero langsung kembali ke kamar nya.


"Aku sangat takut, di sana sangat menyeramkan," ucap Vero.


"Sudah berhasil Vero," tanya Verrel.


"Sudah aku berhasil, komputer itu juga banyak Video porno nya," kata Vero.


"Kau nonton bersama Mario," tanya Verrel.


"Iya kak lihat adik ku bangun," jawab Vero.


"Bagaimana aku bisa lihat, buka kau normal tidak."


Dengan polos nya Vero menurunkan celana nya, menunjukan adiknya yang sudah bangun sejak tadi.


"Wow aku masih polos paman," ujar Kenzi.


"Hmmm bisa kau gunakan sekarang, lakukan lah," kata Verrel.


"Tidak mau, aku ingin tapi tidak mau belum menikah," tolak Vero.


"Kau mau tidak menyelamatkan dari kematian, jika mau lakukan dengan nya, setelah ini kalian berdua bisa menikah," ucap Verrel.


"Begini saja, kau tidak pernah menggunakan burung mu itu, cukup cium bibir dan leher nya sampai kemerahan, setelah itu kita akan membawa nya pergi dari sini dengan alasan kita belum sempat menikmati nya karena panggilan mendadak, dan ingin melanjutkan nya di hotel."


"Setuju cepat lakukan, kasihkan dia" ucap Verrel.


"Iya iya, demi menolong nya. Aku bersumpah akan membebaskan mereka semua setelah kejahatan ini terbongkar ke publik," kata Vero.


Vero dan Fika saling menatap perlahan mata mereka berdua sama-sama terpejam dan bibir mereka berdua saling menempel. Untuk urusan ciuman Fika sudah mendapatkan pelatihan khusus sehingga tidak menyulitkan nya.


Vero menaikan satu alis nya saat betapa lincah nya ciuman dengan Fika, karena takut harga diri nya sebagai pria hilang, Vero berusaha mengimbangi ciuman itu.


"Wow mereka sangat hot, bagaimana mungkin Vero yang polos bisa melakukan nya," Verrel merekam kegiatan itu.


"Akhhhh," ucap Fika saat tidak sengaja bibir nya tergigit oleh Vero sampai mengeluarkan darah.


Karena tidak ingin membuang waktu, Vero langsung mencium leher jenjang Fika sampai berbunyi dan meninggal jejak merah.

__ADS_1


"Wow dia bisa melakukan nya," ucap Kenzi.


"Hahaha adik ku sudah dewasa," kata Verrel.


Vero menghentikan aksi nya saat semuanya di rasa sudah cukup, Vero berusaha mengontrol nafas nya yang benar-benar sudah tidak beraturan sedangkan Fika mengusap bibir nya yang berdarah menggunakan tisu.


"Sudah cukup," ucap Vero.


"Sudah lihat bibir mu bengkak, kau hebat juga," kata Kenzi.


"Sudah berapa wanita yang kau cium," tanya Verrel.


"Dia wanita pertama kak, demi menyelamatkan nya aku rela kehilangan ciuman pertama ku," jawab Vero.


"Bagus aku bangga pada mu, Fika buat diri ku seberangkan mungkin, kita akan segera keluar dari sini," ucap Verrel.


Setelah di rasa semuanya aman mereka semua langsung keluar dari kamar itu, Vero dan yang lainnya menunggu di salah satu ruangan dengan Fika terus Vero peluk agar ketika Zack melihat nya Zack percaya dan membiarkan Fika pergi dari sini.


Sedangkan Verrel masuk ke dalam ruangan Zack untuk membayar Fika dan membicarakan tujuannya.


"5 M untuk Fika, aku bisa menyertakan nya, tapi aku harus melihat nya dulu," kata Zack.


"Lihat lah, dia sedang bersama adik ku adik ku sangat puas dengan nya," jawab Verrel.


Zack dan Verrel langsung berjalan keluar dari ruangan itu untuk melihat Fika.


"Jangan takut, kami akan melindungi mu," ucap Vero.


"Kau kemarilah."


"Dia milik ku," kata Vero.


"Sebentar saja tuan," ucap Zack.


"Tidak mau, kau mau melihat nya, lihat saja dari situ."


Zack membuang nafas kesal nya, dan langsung berjalan mendekati Fika.


"Wah tuan sangat suka dengan nya, bawa lah kakak anda sudah membeli nya untuk anda. Jika anda bosan buang saja dia," ucap Zack yang percaya jika Vero benar-benar mengingatkan Fika, karena bibir yang luka dan tanda merah di leher sampai di atas dada.


Setelah keluar dari tempat itu mereka semua bernafas dengan lega, mereka langsung ke tempat Karla dan para anak buah Mario berada.


"Kau dimana," tanya Verrel.


"Karena adik mu, aku harus bersenang-senang," jawab Mario.


"Dimana, di tempat tadi, aku sudah keluar cepat keluar lah. Sebelum mereka curiga," kata Verrel.

__ADS_1


"Akahhh sial,Vero ini semua karena mu," ucap Mario sambil merapihkan pakaian nya kembali.


__ADS_2