
"Sayang aku pulang," ucap Kenzo.
"Mana makanan ku," tanya Sonia.
"Ini aku membelikan mu pisang coklat," jawab Kenzo.
Dengan waktu yang cepat Kenzo bisa mendapatkan pisang coklat. Sebenarnya saat ini keberuntungan sedang memihak nya, Kenzo dapat pisang coklat dari akang-akang yang berjualan melintasi rumah nya. Ia sangat berterima kasih pada akang itu karena menyelamatkan jatah nya malam ini.
"Sayang aku seperti pernah makanan pisang coklat ini," ucap Sonia.
"Tidak kok, nama nya juga pisang coklat pasti rasa nya mirip. Kalau pisang ku baru terasa berbeda lebih besar dan keras. Kamu saja sampai kenyang 9 bulan," kata Kenzo.
"Hahaha iya iya kamu benar, pisang kamu berbeda dan sangat langka," ucap Kenzo.
Pukul 12 malam Rakha sampai di Indonesia, ia langsung memasukan semua barang nya ke dalam mobil dan pulang ke rumah ayah nya. Vano yang sudah sangat lelah membiarkan Rakha memasukan semua barang-barang nya ke dalam mobil, sasekali Rakha harus berbakti pada kakek nya.
"Ahkkk kakek enak sekali aku kan juga lelah," ucap Rakha.
"Kau jauh lebih lelah dari mu," kata Vano.
"Ya ya ya sudah kita pulang ya, jangan marah-marah," ucap Rakha.
"Nah begitu lah, kau sebagai cucu harus berbakti pada ku, jangan bisa nya hanya membuat ku marah saja," kata Vano.
"Iya iya kakek ku sayang, kakek ku sayang yang sudah lama tidak bergoyang," ucap Rakha.
Sesampainya di rumah mereka berdua langsung masuk ke dalam kamar masing-masing. Semenjak memiliki pasangan mereka berdua enggan tidur di satu kasur yang sama, mereka tidak ingin privasi masing-masing terganggu.
"Bye bye kek, aku mencintaimu muach," ucap Rakha yang bisa bisa nya masih menjahili kakek nya.
"Jijik, untung saja kau cucu ku kalai tidak sudah aku remes-remes sampai kau mati," kata Vano dan langsung pergi masuk ke dalam kamar.
Rakha sangat terkenal melihat kamar nya sudah ada persiapan untuk lamaran nya. Ia tidak tau jika Kenzi sudah mengirim foto, karena Rakha belum sempat membuka handphone nya.
"Akhirnya semuanya telah siap. Vivi i'm coming," ucap Rakha.
Malam ini Rakha tidur sangat bahagia karena besok hari yang sangat spesial untuk nya. Ia akan menikah dengan orang yang sangat ia cintai dan tentu saja memiliki attitude yang sangat baik pula.
__ADS_1
Berbeda dengan Rakha, Vivi merasa sangat kesal sudah satu hari Rakha tida memberikan nya kabar. Rakha juga sudah Sanga berbeda pada nya. Vivi takut Rakha akan selingkuh di belakang nya, siapa yang tidak mau dengan Rakha sudah tampan, pandai bernyanyi, keturunan keluarga Efron pulak.
"Aku sangat kesal dengan mu," ucap Vivi.
Pagi hari nya. Di kediaman keluarga Efron sedang memilih siapa saja yang akan ikut dalam lamaran ini. Rakha hanya bisa membawa orang saja yang mau saja, padahal ia ingin membawa semua keluarga nya. Rakha masih tidak menyerah ia berusaha membujuk semua orang agar mau ikut dalam lamaran.
"Ayolah kalian tidak ingin melihat ku bahagia," ucap Rakha.
"Sudah lah kalian pergi lah. Buat dia sesekali bahagia," ucap Alvaro.
"Iya jika bisa pergi pergi saja, hitung-hitung kumpul keluarga," kata Verrel.
"Ya sudah aku akan pergi," ucap Vero.
"Nah begitu dong paman," kata Rakha.
Semua orang langsung bersiap-siap. Sebelum berangkat Verrel menghubungi Rian kalau dirinya akan datang berkunjung. Verrel hanya mengatakan berkunjung tidak ada kata lamaran, ia benar-benar ingin mengejutkan Rian dan Vivi.
Setelah semuanya selesai mereka langsung berangkat ke apartemen Rian. Para sepupu Rakha membawa hantaran lamaran yang Kenzo dan Kenzi siapkan kemarin.
Di apartemen Rian dan yang lainnya langsung beres-beres karena Verrel akan datang berkunjung. Ia pikir Verrel hanya berkunjung seperti biasa padahal Verrel sudah mempersiapkan pasukan agar Rian tidak bisa menolak lamaran dari Rakha. Sesampainya di apartemen Rakha menyusun barisan agar semuanya terlihat sangat rapi.
"Rian.. Rian buka Rian," teriak Zayn.
"Ada apa si, kenapa berteriak," tanya Rian.
"Vivi akan lamaran," tanya Zayn.
"Kau gila lamaran bagaimana, dia saja belum mempunyai pacar," jawab Rian.
"Itu keluarga Efron di depan datang, mereka membawa hantaran lamaran, aku yakin mereka akan melamar Vivi," kata Zayn.
"Apa!! Ahklk itu pasti Rakha. Kau siap-siap bantu aku menerima mereka," ucap Rian dan langsung masuk ke dalam.
"Vivi pakai gaun, pakai pakaian yang bagus Rakha membawa keluarga nya untuk melamar mu. Sayang kamu juga ya, aku hanya tinggal memakai kemeja," kata Rian yang sangat panik.
"Apa....!!" ucap mereka semua dan langsung berlari masuk ke dalam kamar masing-masing.
Untung saja pria di ciptakan untuk tidak ribet. Secepat kilat Rian memakai kemeja dan memakai parfum agar wangi meskipun habis beberes.
__ADS_1
"Itu apartemen ku dan Rakha," ucap Axel.
"Sudah milik Zayn dan Rakha aku sudah membeli nya," kata Verrel.
Zayn keluar dari kamar apartemen nya dengan pakaian yang rapi, dengan cepat ia langsung mendekati mereka semua untuk mempersilahkan mereka semua masuk ke dalam apartemen Rian.
"Ayo tuan-tuan saya antar," ucap Zayn.
"Zayn kau sudah tau kami akan datang," tanya Verrel.
"Iya Zayn kau tau dari mana," tanya Axel.
"Tadi aku melihat kalian, Rian dan yang lainnya juga sedang bersiap-siap," jawab Zayn.
Di dalam kamar Vivi benar-benar sangat deg-deg kan, ia tidak menyangka jika Rakha akan langsung melamar nya. Padahal Rakha sedang cuek dengan nya, la pikir Rakha sengaja melakukan itu karena ingin memberikan kejutan yang manis untuk nya."
"Aku pakai gaun yang Rakha belikan saja, pasti dia akan suka," batin Vivi.
Rakha dan yang lainnya masuk dalam. Mendadak apartemen Rian di penuhi dengan banyak orang. tempat duduk yang ada di sana sampai tidak muat yang membuat beberapa dari mereka masuk ke apartemen Zayn saja. Lagi pula mereka tidak terlalu di perlukan, yang terpenting mereka sudah menuruti kemauan dari Rakha.
"Paman Verrel, kenapa tidak memberitahu ku terlebih dahulu aku tidak menyiapkan apapun," ucap Rian.
"Kalau aku memberitahu mu bukan kejutan nama nya, sudah tidak pernah menyiapkan apapun," kata Verrel.
"Dimana putri nya, kenapa tidak terlihat," tanya Verrel.
"Sedang bersiap-siap," jawab Rian.
"Rian mana istri mu," tanya Dylan.
"Istri ku juga sedang bersiap-siap," jawab Rian.
"Ini semua apa maksud nya paman," tanya Rian.
"Itu Rakha ingin melamar mu," ujar Vano.
"Adik ku maksud nya," tanya Rian.
"Tidak, aku katakan kau, jadi Rakha ingin melamar mu. Dia ingin menikahi mu, dia suka dengan mu rian," jawab Rakha
__ADS_1