
Alex sedari tadi menggenggam tangan Agnes dengan erat, ia benar-benar tidak ingin kehilangan Agnes lagi di dalam hidup nya. Sesampainya di rumah alex langsung menggendong Agnes naik kedalam kamar nya. Jihan dan abraham yang melihat itu tersenyum bahagia karena alex dan Agnes kembali bersama.
Alex menaikkan baju Agnes hingga tampak perut rata nya, ia mencium perut itu dengan lembut sambil mengusap nya.
"Berkembang lah dengan baik, daddy menunggu mu di sini." ucap Alex.
Agnes memeluk Alex dengan erat, ia benar-benar merindukan tubuh hangat Alex, rasa nya ia sangat menyesal karena meninggal kan Alex begitu saja.
"Aku merindukan mu." ucap agnes.
"Aku sangat merindukan dan mencintai mu, jangan pernah pergi lagi di dari hidup ku." ucap Alex.
"Tidak akan." jawab Agnes sambil Mengendelam kan wajah nya di dalam dada bidang Alex.
Mereka berdua tertidur sambil berpelukan melepaskan rasa rindu yang sangat menggebu-gebu.
Kevin di tugas kan Alex untuk menangkap calista yang sudah bermain-main pada nya. Dengan sigap kevin melacak keberadaan calista. Ia mempunyai satu cara yang membuat karir calista hancur.
"Masuk" ucap seorang laki-laki yang tak lain adalah orang suruhan dari kevin.
Calista masuk kedalam kamar itu dengan pakaian yang amat sangat seksi sambil tersenyum calista duduk di samping laki-laki itu.
"Rayu dan puas kan aku." ucap laki-laki itu.
Karena sudah di bayar sangat mahal dengan senang hati calista mulai merayu laki-laki itu. Ia membuka semua pakaian satu persatu dan mulia menjalan kan aksi menjijikkan nya.
Kevin tersenyum puas saat melihat layar monitor yang menampilkan aksi menjijikkan calista, dengan segala kekuasaan keluarga Efron kevin menyebarkan vidio itu secara live di media sosial. Dengan mensensor wajah laki-laki itu.
"Jangan pernah bermain-main pada kami." ucap kevin dengan senyuman yang mengerikan. Ia sadar jika sangsi sosial lah yang akan membuat calista hancur dan bisa di pastikan calista akan menemui tuannya sambil bertekuk lutut untuk memohon ampun.
Alex mulai terbangun dari tidur nya, saat merasakan tubuh Agnes yang tiba-tiba menghangat. Alex memeriksa dahi agnes yang terlihat berkeringat.
__ADS_1
"Sayang kamu sakit." ucap Alex.
"Tidak hanya saja kepala ku terasa sangat pusing dan perut ku terasa cukup mual." ucap Agnes.
"Apa kita perlu ke rumah sakit." tanya Alex.
"Tidak yank, tapi tiba-tiba aku ingin makan buah belimbing." ucap Agnes
"Buah apa itu." tanya Alex.
"Bentuk buah nya seperti bintang, aku menginginkan nya." jawab Agnes.
"Sekarang." tanya Alex.
"Iya sekarang sayang, aku menginginkan yang masi berwarna hijau." jawab Agnes.
"Baiklah, akan aku cairkan." ucap Alex.
"Maaf mbak apakah ada buah belimbing." tanya Alex.
"Ada, mau berapa kilo." tanya pelayanan mini Market.
"Satu kilo saja tetapi yang masih berwarna hijau." Jawab Alex.
"Maaf ada nya yang sudah matang berwarna kuning." ucap pelayanan minimarket.
"Kalau begitu tidak jadi mbak." ucap Alex dan pergi meninggalkan minimarket itu.
Alex mendapatkan kan saran dari kevin untuk mencari buah itu terdekat karena sudah dapat di pastikan di kota buah itu tidak ada.
Kurang lebih dua puluh menit mereka berkeliling di desa itu dan akhirnya mereka menemukan buah yang di cari.
__ADS_1
"Permisi." ucap kevin.
"Iya." jawab laki-laki setengah perempuan.
"Bisa kah kamu membeli buah itu." tanya kevin yang sedikit ngeri melihat waria itu.
"Bisa." jawab waria itu dengan senyuman yang tidak bisa kevin artikan.
"Berapa." tanya kevin.
"Satu buah 250 ribu." jawab waria itu.
"Apa 250 ribu." ucap Alex dan kevin yang kaget.
"Kalau tidak mau membayar nya dengan uang bisa dengan tenaga." jawab waria itu.
"Tenaga." tanya kevin.
"Iya tenaga di ranjang." jawab waria itu yang membuat kevin merinding.
Kevin dan Alex mengeluarkan uang di dalam dompet mereka dan langsung memberikan nya kepada waria itu dari pada harus di ranjang bersama waria itu.
Setelah itu mereka langsung mengambil buah itu dan berlari menuju mobil untuk pulang.
Sesampainya di rumah Alex dan Kevin langsung Naik ke kamar untuk menyerahkan buah itu ke Agnes.
"Sayang, aku ingin kamu yang menghabiskan nya" ucap agnes.
"Aku." tanya Alex.
"Iya kamu boleh bersama asisten mu." jawab agnes.
__ADS_1
Dengan berat hati kevin dan Alex memakan buah bimbingan yang rasanya sangat masam itu