Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 224 S4


__ADS_3

"Aku memang tampan," teriak Rakha yang membuat semua orang bingung.


Rakha yang sadar akan kesalahan nya langsung tersenyum kembali dan lanjut bermain gitar sambil bernyanyi. Vano yang memegang handphone Rakha memutuskan untuk live di instagram. Ia yakin jika Rakha suka jika di tonton langsung oleh keluarga nya.


"Rakha sedang bernyanyi buka lah instagram." Vano mengirimkan pesan di grup keluarga.


Vivi dan yang lainnya mendapatkan notifikasi jika Rakha sedang live instagram. Dengan cepat mereka langsung membuka instagram dan melihat apa yang Rakha lalukan sampai live di instagram.


"Omg, Rakha benar-benar keren, dia belajar dari mana manggung sekeren itu," kata Sakura.


"Dari ku sayang, suara nya memang sangat bagus, aku yang mengajarkan nya bernyanyi dengan baik dan benar," ujar Vero.


"Hahaha kamu tidak berbohong kan," tanya Sakura.


"Tidak sayang, aku tidak berbohong, mana mungkin aku berbohong."


Tak hanya Sakura dan Vero, yang lain nya juga kagum dengan penampilan Rakha yang sangat luar biasa. Kegalauan Rakha tidak seperti pria pada umumnya, Rakha galau malah membuat semua orang terhibur dengan penampilan nya.


"Sayang kamu sangat pintar bernyanyi aku ingin kamu nyanyikan lagu cinta," kata Vivi.


Vivi terus memantau penampilan Rakha. Tak lama ia melihat para wanita ikut naik ke atas panggung dan ikut bernyanyi bersama Rakha, hal itu membuat Vivi mulai terpancing rasa cemburu nya.


Apalagi Rakha malah welcome dengan para wanita itu. Rakha tidak sadar jika diri nya sedang di tonton oleh calon istri nya.


"Rakha..." teriak Vivi.


Vivi langsung merekam penampilan Rakha dan mengirim nya ke watsapp Rakha, ia memberikan emoticon marah😡 di video yang ia kirim. Ia juga mengirim spam pesan pada Rakha kalau ia benar-benar marah pada Rakha.


"Ups seperti nya aku sedang membuat masalah," ucap Vano.


Vano mengakhiri live itu, ia takut karena diri nya Vivi marah pada Rakha. Vivi marah pada Rakha dan Rakha akan marah pada nya, hal itu akan membuat suasana menjadi kacau.


"Bye bye baby." Rakha turun dari atas panggung.


Dengan cepat Vano memasukan kembali handphone rakha ke dalam kantong celana nya. Ia berprilaku seperti tidak ada masalah, padahal ia yakin saat ini Vivi sedang di landa dengan emosi.


"Dia belum membalas pesan ku, akkkk dia memang ingin membuat ku terus marah dengan nya," teriak Vivi.


Vivi belum pernah se cemburu ini dengan seseorang, Rakha memang sudah jauh masuk ke dalam hati nya.


"Kakek dimana handphone ku," tanya Rakha.


"Oh ini di kantong celana ku," jawab Vano sambil mengambil handphone Rakha dari celana nya, setelah itu ia pergi meninggalkan Rakha sebelum Rakha mengamuk pada nya.


"Apa-apaan ini," ucap Rakha saat melihat handphone nya berisi pesan Chat dari Vivi.


Rakha langsung membuka wa, ia bingung kenapa banyak sekali pesan dari Vivi. Ternyata bukan hanya Vivi para sepupu nya juga mengirim pesan pada nya. Rata-rata dari mereka memuji penampilan Rakha.


"Apa!!!! Siapa yang live, siapa yang membuat Vivi tau," kata Rakha.

__ADS_1


"Kamu, berani ya.. Aku tidak akan mau menikah dengan mu!!!!." Pesan terakhir dari Vivi dan pesan yang paling membuat nya panik.


Dengan cepat Rakha langsung mencari tempat yang enak untuk menghubungi Vivi, ia tidak mau Vivi membatalkan pernikahan mereka berdua. Ia yakin yang Live di instagram sudah pasti kakek nya.


"Sayang maafkan aku, maaf sayang jangan marah." Rakha terus mengirim pesan maaf pada Vivi. Ia juga terus menghubungi Vivi tetapi Vivi engga mengangkat telepon dari nya.


Vivi sama sekali tidak membuka pesan dari Rakha meskipun handphone nya terus berdering, mata nya sembab karena terlalu banyak menangis. Vivi memiliki hati yang sangat mudah tersentuh, seperti saat ini ia sangat sedih karena Rakha sangat welcome dengan semua wanita.


Setelah sekian lama handphone Vivi tidak berdering lagi, hal itu membuat nya semakin kesal dengan Rakha. Vivi membuka handphone nya untuk memeriksa pesan dari Rakha. Rakha yang sadar Vivi online kembali Rakha langsung menghubungi Vivi dengan saluran video call.


Dengan perlahan Vivi mengangkat panggilan dari Rakha. Ia ingin mendengar penjelasan dari Rakha langsung dari pada membaca dari chat.


"Sayang maafkan aku sayang, maafkan aku," ucap Rakha.


"Maaf hahaha kamu salah apa ya," tanya Vivi.


"Sayang kamu jangan begitu, ya aku salah aku dekat-dekat dengan wanita lain," jawab Rakha.


"Hmmmm, kamu bisa dekat lagi dengan wanita-wanita itu," kata Vivi.


"Sayang Maafkan aku, aku tidak tau jika Kakak live instagram," ucap Rakha.


"Hahaha kamu lucu sayang, kalah kakek tidak live pasti aku tidak tau jika kamu dekat dekat dengan wanita lain," kata Vivi.


"Aku tadi terlalu asik bernyanyi dan bermain gitar jadi aku tidak sadar dengan wanita yang dekat dengan ku," ucap Rakha.


"Sayang kamu tidak percaya dengan ku," tanya Rakha.


"Tidak percaya," jawab Vivi.


"Tidak percaya sayang, jangan begitu sayang, aku tidak melakukan apapun. Lihat aku sampai rel video call di kamar mandi, di sini sangat berisik," kata Rakha.


"Pantesan bauk." Vivi mengusap air mata yang masih menempel di wajah nya.


"Kamu menangis sayang, maafkan aku ya, Maaf aku telah membuat mu menangis, kita belum saja menikah tapi kamu sudah menangis dengan ku," kata Rakha.


"Kamu kan memang buaya, aku jadi ragu menikah dengan mu."


"Sayang jangan ragu, jika kita menikah aku akan dekat dengan wanita mana pun. Tunggu sebentar hmmmmm." Di selah salah Rakha menjelaskan semua nya, Sempat-sempat nya Rakha mengeluarkan pup nya yang keras.


"Kamu kenapa," tanya Vivi.


"Pup ku keras sayang," jawab Rakha.


"Ahkkkk Rakha kamu sambil pup," tanya Vivi.


"Hehehe iya sayang, sekaligus nanti aku malas ke kamar mandi," jawab Rakha.


"Ih kamu jorok sekali, kamu sangat jorok untuk tampan," kata Vivi.

__ADS_1


"Tapi kamu suka kan," tanya Rakha.


"Tidak," jawab Vivi.


"Kamu suka kan," tanya Rakha sekali lagi, wajah Rakha yang memang mendukung ucapan nya membuat Vivi tidak bisa terlalu lama marah dengan Rakha.


"Sayang kamu suka kan," tanya Rakha.


"Iya iya aku suka, kamu puas kan," jawab Vivi.


"Hahaha iya sayang aku sangat puas dengan mu, aku suka dengan mu juga, aduh ini pup kenapa sulit sekali keluar nya," kata Rakha.


"Kamu jorok Rakha, ya sudah kamu pup dulu, nanti lagi," ucap Vivi.


"tidak mau ah, aku mau video Call dengan mu saja, jika tidak aku tidak akan betah di sini. Kita video call sampai aku selesai pup," kata Rakha yang membuat Vivi geleng-geleng kepala.


"Kapan kamu pulang," tanya Vivi.


"Aku tidak tau si, maaf ya aku tidak bisa menepati berjanji ku untuk melamar mu dengan waktu tiga hari," jawab Rakha.


"Tidak papa, yang terpenting semua nya selesai dulu," kata Vivi.


Setelah selesai pup Rakha menyudahi sambung video call nya. Ia mencari Vano untuk meminta penjelasan dari Vano yang sembarangan Live instagram nya.


"Kakek," ucap Rakha.


"Hmmm ada apa," tanya Vano.


"Jangan pura pura-pura tidak tau kek, aku sudah tau ini semua pasti ulah kakek," jawab rakha.


"Hmmm ya ya ya, aku tidak sengaja. Aku pikir tidak sampai seperti ini," kata Vano.


"Tidak seperti ini bagaimana, dia sangat marah dan menangis karena itu. Kakek sangat ceroboh," ucap Rakha.


"Iya aku tau aku salah. Sudah lah ini sudah malam ayo kita kembali ke hotel," kata Vano.


"Iya iya, kalau kakek yang buat masalah aku tidak boleh marah tapi kalau aku yang berbuat masalah kakek marah pada ku."


"Karena aku kakek ku," ucap Vano.


Sesampainya di hotel giliran Vano yang menghubungi calon istri nya Anita. Tidak seperti rakha yang aktif pacaran, Vano dan Anita saling memberikan kabar beberapa hari sekali. Sebenarnya Anita ingin mendapatkan kabar setiap hari tetapi Vano tidak seperti pria pada umum nya.


"Pak kenapa baru menghubungi ku," tanya Anita.


"Maaf Anita, apa harus aku menghubungi mu," tanya Vano.


"Bapak tau dulu pacar ku memberikan ku kabar setiap beberapa jam sekali," jawab Anita.


"Mantan pacar mu dulu itu pengangguran, tidak seperti ku yang sibuk bekerja, jangan bandingkan aku dengannya," ucap Vano.

__ADS_1


__ADS_2