
"Anggi tunggu aku." Vano berlari mengejar Anggi.
Anggi berlari menuju mobil Vano, ntah kenapa kata-kata yang di lontarkan Vano. tadi sangat menusuk hati nya. Ia merasa seperti perempuan kotor yang sengaja memberikan harga diri nya pada orang lain. Padahal yang ia lakukan tadi malam benar-benar di luar kendali nya.
"Anggi tunggu, kau marah pada ku. Maaf aku tidak sengaja menyinggung perasaan mu." ucap Vano.
Anggi tidak menjawab ucapan Vano, ia memunggungi Vano agar Vano tau jika diri nya sedang menangis. Anggi sangat terkejut ketika tiba-tiba Vano memeluk nya dari belakang. Vano meletakkan kepalan nya di atas pundak nya. Dengan tangan nya memeluk erat tubuh nya.
"Van, lepas." ucap Anggi.
"Ternyata kau enak juga di peluk." Vano mempererat pelukan nya.
"Van lepas, atau kau akan ku banting." ancam Anggi.
"Baiklah." Vano melepas pelukannya, dengan perlahan Vano membalik tubuh Anggi.
Pandangan mereka bertemu seketika, Anggi ingin memalingkan wajah nya tetapi tangan Vano melarang nya. Tangan Vano. berada di dagu nya menahan wajah nya agar tidak berpaling.
"Maaf jika kata kata ku ada yang menyakiti hati mu, aku tidak sengaja melakukan nya." ucap Vano.
"Iya van, aku mengerti." kata Anggi.
__ADS_1
Vano memberanikan diri nya mendekati bibir Anggi, saat sudah dekat dengan lembut Vano mengecup nya. Karena tidak ada perlawanan atau penolakan dari Anggi. Vano melangkah kan kaki nya sampai mereka berdua bersandar di mobil. Vano mencium bibir Anggi dengan lembut sampai mereka berdua terbawa suasana.
Anggi memejamkan mata nya saat Vano mengecup bibir nya. Rasa nya sudah tidak aneh lagi karena kemarin malam ia sudah melakukan lebih dari hanya sekedar kecupan.
Anggi mengalungkan tangan nya di atas leher Vano, sedangkan Vano mulai memperdalam ciuman nya. Tangan nya juga sudah bergerak menelusuri lika liku tubuh Anggi. Mereka berdua berciuman cukup lama sampai semuanya selesai saat mereka hampir kehabisan nafas.
Karena salah tingkah Anggi memeluk Alvaro, Dengan senang hati Alvaro membalas pelukan itu, walaupun dia tidak tau apa maksud dari pelukan itu.
"Maaf nggi, aku tadi tidak sengaja. Kata kata ku pasti sangat menyakiti mu." ucap Vano.
Setelah itu mereka berdua masuk kedalam mobil, tidak ada yang berbicara di dalam mobil, mereka berdua sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.
"Anggi, apa orang tua mu berada di rumah." tanya Vano.
"Aku ingin meminta izin pada mereka jika ingin membawa mu liburan." kata Vano.
"Tidak van kita baru kenal, tidak mungkin papah mengizinkan ku, besok aku sendiri yang akan meminta izin. Jika papah meminta mu untuk datang baru lah aku yang akan menghubungi untuk datang." ucap Anggi.
"Hmmm baiklah aku mengikuti mana yang terbaik saja."
Sesampainya di depan rumah Anggi mereka berdua keluar dari mobil. Sebelum Anggi masuk kedalam rumah nya ntah kenapa Vano ingin sekali memeluk Anggi. Ia kembali memerankan dirinya nya untuk memeluk Anggi.
__ADS_1
"Sekali lagi maaf, aku menyakiti hati mu." ucap Vano sebelum melepaskan pelukan nya.
Vano adalah orang yang berhasil memeluk dan mencium Anggi semau nya. Dulu ketika ada laki-laki lain yang memperlakukan nya seperti itu sudah pasti Anggi akan membanting nya.
"Kau pelanggaran van, kenapa kau seenak nya memeluk ku." tanya Anggi.
"Hehehe tidak tau, aku ingin saja memeluk mu." ujar Vano.
"Awas saja kau melakukan nya lagi, akan ku banting kau di lantai." ucap Anggi lalu masuk kedalam rumah nya.
Ketika Anggi sudah masuk baru lah Vano pergi meninggalkan rumah itu. Papah Anggi yang melihat semuanya dari jendela langsung berlari menghampiri Anggi.
"Bagaimana nggi, apa kau suka dengan para pilihan papah."
Anggi menaikan satu alis nya, baru saja dia tiba di rumah nya. Sudah di tanya tentang Vano. "Dia baik, tampan dan romantis. Tidak ada alasan aku tidak menyukai nya." ucap Anggi dan kembali melangkah kaki nya.
Beberapa hari telah berlalu. Hari ini mereka semua akan berangkat liburan. Lebih tepat nya mereka berenam karena tambah satu anggota baru lagi yaitu Anggi. Anggi langsung mendapatkan izin dari papah nya karena ia berlibur dengan Vano. Bahkan papah nya mentransfer ucap jajan lebih untuk nya, karena papah Anggi sangat melarang nya meminta sesuatu pada orang lain yang belum resmi milik nya.
"Kak Vano pacar mu sangat cantik." ucap Fiona.
Anggi cukup terkejut karena wanita mudah di hadapan nya sudah menjadi seorang istri. Ia cukup malu karena di usia nya yang lebih matang malah belum berniat untuk menikah.
__ADS_1
"Terimakasih." ucap Anggi.
Mereka berenam naik kapal yang di sewa khusus untuk mereka. Kapal yang cukup besar dengan fasilitas yang sangat lengkap. Mereka berada di kapal selama tiga hari melintasi beberapa pulau kecil dan akan berlayar di lautan lepas.