
"Kakek, kita sudah berjanji tidak akan membahas masalah istri ku. Istri ku sudah menjadi urusan ku, baik tidak baik nya dia cukup aku yang menilai nya," kata Rakha.
"Ya ya ya terserah mu lah, kalau kau sudah mau pisah dengan istri mu beritahu aku," ucap Vano.
"Bagaimana kek apa kakek mau bertemu dengan Anita," tanya Rakha.
"Tidak mau," jawab Vano.
"Ya sudah nanti malam kita jalan-jalan bagaimana, aku sudah lama tidak pergi jalan-jalan dengan my," tanya Rakha.
"Kalau itu boleh, tapi kalau bertemu dengan wanita tidak mau," jawab Vano.
"Iya iya, apa kakek tidak rindu dengan nenek," tanya Rakha.
"Pertanyaan macam apa ini, kau sendiri bagaimana, berpisah dengan istri mu beberapa hari ini, rindu tidak?"
"Hehehe ya Rindu, aku sangat merindukan nya, tapi aku juga suka sendiri di sini," kata Rakha.
"Rumah tangga kalian sangat aneh, kalau tidak cinta katakan."
"Kakek aku cinta dengan nya," ucap Rakha.
"Ya ya ya kau cinta dengan nya," kata Vano dengan wajah yang malas.
Di Belanda, Alice dengan semangat nya melayani pria yang sama sekali bukan suaminya. Imajinasi nya saat ini bukan lah April tetapi Rakha suami nya sendiri Rakha. Ia tidak menduga April memiliki stamina yang kuat seperti Rakha.
"Kau sangat luar biasa sayang," ucap April.
"Aku suka dengan mu, kau kuat," kata Alice sambil turun dari atas tubuh April.
April menarik Alice ke dalam pelukan nya. Ia tidak sia sia mengontrak Alice selama 1 tahun. "Apa benar bagaimana dengan suami mu," tanya April.
"Dia tidak ada apa-apa nya bila dengan milik mu," jawab Alice berbohong, Rakha masih yang nomor satu di hati nya, bahkan urusan ranjang sekali pun
Alice tidak pernah berpikir dua kali dalam melakukan sesuatu. Ia tidak takut jika apa yang dia lakukan akan berdampak pada masa depan nya, demi kepopuleran dan hobinya di bidang model ia sampai berani melakukan hal di luar batas, padahal Rakha sudah sangat percaya pada diri nya. Karma pasti akan menghampiri seseorang seperti Alice.
"Siapa sayang, satu ronde lagi," tanya April.
"Suami ku," jawab Alice.
"Sudah angkat saja, katakan aku lagi sibuk, jangan ganggu aku," ucap April.
"Iya, kamu diam lah," kata Alice.
"Kenapa lama sekali mengangkat nya," tanya Rakha.
"Maaf sayang, aku sedang sibuk," jawab Alice.
"Oh ya sudah lah, lanjutkan pekerjaan mu aku tutup dulu," ucap Rakha.
__ADS_1
"Bagaimana Rakha," tanya Vano.
"Dia sedang sibuk kek, sama dengan yang kakek katakan," jawab Rakha.
"Dia sedang tidur dengan pria lain Rakha," ucap Vano.
Vano sengaja melakukan itu karena ia ingin memutuskan hubungan Rakha dengan Alice, Vano benar-benar tidak suka dengan Alice, ia sudah tau semua tentang masa lalu dan apa yang Alice kerjakan saat ini. Vano tidak mau mengatakan langsung pada Rakha, ia ingin Rakha sadar sendiri kalau istri nya memang bukan wanita baik-baik.
"Kakek," rengek Rakha.
"Hahaha kau kenapa, kau jadi ragu," tanya Vano.
"Bagaimana aku tidak ragu, kakek saja terus mengatakan hal yang tidak baik tentang istri ku," jawab Rakha.
"Hahaha kau ini muda sekali ragu, sudah dari pada kau seperti ini. Lebih baik kita jalan-jalan, kita seperti dua pria bujangan sedang mencari cinta," ucap Vano.
Alvaro hanya bisa menggelengkan kepala nya mendengar apa yang mereka berdua katakan. Si cucu sangat tidak percaya dengan istri nya sedangkan si kakek terus mengatakan hal buruk tentang menantu nya.
"Kalian mau kemana," tanya Alvaro.
"Ingin pergi," jawab Vano.
"Oh iya lah pergi sana, jangan kembali lagi," ucap Alvaro.
"Kau mengusir kami," tanya Vano.
"Hahaha tidak aku bercanda," jawab Alvaro.
"Kau cantik sekali Anita, mau kemana," tanya Vivi.
"Aku juga tidak tau, tuan Rakha mengajak ku. Awal nya aku tidak mau tapi di berkata akan memberikan ku gaji tambahan, lumayan untuk keperluan panti," jawab Anita.
"Apa kita akan pergi bersama," kata Vivi.
"Kau juga mau pergi dengan tuan Rakha," tanya Anita.
"Tidak si kakek Vano yang mengajak ku," jawab Vivi.
"Hahaha Vivi apa tidak ada pria lain, kau masih mau dengan kakek kakek," tanya Anita.
"Hey hey kau tidak tau bagaimana rupa kakek Vano, dia hot daddy," jawab Vivi yang membuat Anita penasaran.
"Hahaha iya iya iya, aku lihat kakek di sini memang sangat tampan, tidak seperti kakek kakek," ucap Anita.
"Nunggu siapa kek," tanya Rakha.
"Vivi," jawab Vano.
"Apa Vivi, aku mengajak Anita dan kakek mengajak Vivi, aku dengan Vivi dan kakek dengan Anita. Hahaha Semoga saja seperti itu," batin Rakha.
__ADS_1
"Itu mereka," ucap Rakha.
"Itu dia siapa," tanya Vano.
"Anita aku yang mengajak nya," jawab Rakha.
"Kau ya, ada-ada saja. Aku tau kau mengajaknya agar kau bisa mendekatkan aku dengan dia," ucap Vano.
"Hahaha kau benar kek, sudah tidak papa. Kau suka kan dia sangat cantik," kata Rakha.
"Lumayan," jawab Vano.
"Ayo," ucap Rakha.
"Jadi kami berdua yang di ajak," tanya Vivi.
"Iya, sudah ayo masuk mobil." Rakha membuka pintu Mobil bagian depan dan menarik Vivi masuk ke dalam.
"Jadi dia kakek Vano, ini mah belum kakek kakek, dia masih sangat tampan Tapi kalau sudah di panggil kakek berarti sudah tua," batin Anita.
"Vano otak mu jorok sekali, kau memang sudah lama tidak bergoyang tapi tidak begini juga, otak mu sangat jelek sekali," batin Vano.
Vano dan Anita masuk ke dalam mobil, mereka berdua diam tanpa ada mengeluarkan suara sedikit pun. Rakha tau jika kakek nya sedang tegang. Mungkin karena Vano tidak pernah dekat dengan wanita lagi.
"Kakek baik-baik saja," tanya Rakha.
"Hmmm," gumam Vano.
"Kakek kita makan di restoran ya," kata Rakha.
"Iya pergi lah jangan banyak tanya," jawab Vano.
"Hahaha oke oke jangan marah marah begitu kek," kata Rakha.
"Hmmm," gumam Vano.
"Dia sangat dingin, aura dingin nya sampai menusuk tulang ku," batin Anita.
Drttt... drtt... drttt suara handphone Rakha.
"Halo iya ada apa," tanya Rakha.
"Kamu sedang dimana," tanya Alice.
"Aku sedang di jalan, aku sibuk," jawab Rakha.
"Siapa rakha," tanya Vano.
"Istri ku," jawab Rakha.
__ADS_1
"Kamu pergi dengan kakek," tanya Alice.
"Iya, sudah dulu aku harus mengerjakan sesuatu." Rakha mematikan sambungan telepon itu.