Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 232 S3


__ADS_3

"Apa yang kamu bawa sayang." Tanya Angel.


"Ini berisi boneka beruang, untuk Verrel." Jawab Alvaro.


"Untuk apa sayang dia sudah besar, kamu telat, bukan nya dulu dia meminta nya dan kamu tidak mau berhenti untuk membelikan nya."


"Tidak ada kata telat, dari pada aku tidak membelikan nya sama sekali." Ucap Alvaro.


"Cepat berikan pada nya, dan lihat ekspresi nya saat melihat kau membawa boneka itu untuk nya." Kata Angel.


"Apa dia sudah sembuh." Tanya Alvaro.


"Kamu lihat saja sendiri, dia tidak ada keluar kamar sedari tadi." Jawab Angel.


Alvaro langsung masuk ke dalam kamar Verrel, ia melihat Verrel sedang tersenyum sendiri sambil menatap layar HP nya.


"Apa yang membuat mu tersenyum seperti itu." Tanya Alvaro.


"Ayah kau jadi datang, aku kira kau tidak akan datang." Ucap Verrel.


"Jika aku berkata datang, aku akan datang, nah aku membelikan mu sesuatu." Alvaro melemparkan boneka itu ke samping ranjang Verrel.


"Apa ini yah." Verrel langsung membuka bingkisan yang super besar itu.


"Buka dulu baru bertanya." Ucap Alvaro.


"Boneka ini." Verrel langsung teringat saat masa kecil nya.


"Kau mengingat nya." Tanya Alvaro.


"Kenapa bisa sama persis dengan yang ku ingin kan dulu."


"Jelas bisa, apa yang tidak bisa aku lakukan."

__ADS_1


"Tapi sudah telat, aku tidak menginginkan nya lagi."


"Jadi kau tidak suka, percuma aku membelikan my ini." Ucap Alvaro.


"Kata siapa aku tidak suka, aku tetap suka. Bisa menjadi teman tidur ku." Kata Verrel.


"Terimakasih yah, kau sangat perhatian pada ku, bahkan kau rela membuang waktu ku hanya untuk melihat ku."


"Apa itu salah, aku ingin memperbaiki semua nya." Ucap Alvaro.


"Tidak ada yang perlu kau perbaiki yah, dari dulu kau sudah menjadi ayah kebanggaan ku." Kata Verrel.


"Kau membuat ku sedih, apa kau sudah makan." Tanya Alvaro.


"Belum sedang menunggu istri ku memasakkan mie organik untuk ku." Jawab Verrel.


"Dimana dua saudara mu." Tanya Alvaro.


"Rizky dan Dylan, sudah pasti Dylan sangat sibuk, dan Rizky dia takut bertemu dengan ku karena dia yang menyebabkan gigi ku sakit." Jawab Verrel.


"Sayang, papah mie buatan ku sudah jadi." Ucap Akifa.


"Kau membuatkan nya untuk ku juga Akifa." Tanya Alvaro.


"Iya pah, mamah yang memberitahu ku jika kau ada di sini juga." Jawab Akifa.


Verrel dan Alvaro langsung menyantap makanan itu. "Sayang kenapa tidak pedas." Tanya Verrel.


"Kau lupa tidak bisa makan pedas seperti ku." Ujar Alvaro.


"Tapi aku ingin yah, seperti nya enak jika aku makan pedas."


"Jangan aneh-aneh atau sakit mu bertambah parah." Ucap Alvaro.

__ADS_1


"Wah pada lagi makan apa ini." Tanya Dylan yang datang bersama Rizky.


"Kalian datang, bukan nya nanti sore." Tanya Verrel.


"Kami tidak enak pada mu, saat kami sakit kau selalu ada, tapi saat kau sakit kami tidak ada." Jawab Rizky.


"Kalian terlalu lebay, aku hanya sakit gigi."


"Walaupun begitu kami tetap harus melihat mu." Ucap Rizky.


"Apa yang kau bawa Rizky." Tanya Alvaro.


"Macam-macam makanan apa paman mau." Rizky memberikan Alvaro makanan.


Dylan naik ke atas ranjang dan langsung menyambar makanan yang sedang Verrel makan.


"Enak Verrel, tapi tidak pedas." Ucap Dylan.


"Itu makanan ku bodoh, memang tidak pedas karena aku tidak bisa makan pedas." Kata Verrel.


"Untuk ku saja, aku juga belum makan siang." Ucap Dylan.


"Kau juga mau mencoba nya Rizky." Tanya Alvaro.


"Tidak paman aku juga membawa makanan untuk kita semua." Jawab Rizky.


"Kau membawa makanan sedang kan gigi ku bengkak." Ujar Verrel.


"Hahaha tidak papa, kau bisa melihat kami makan saja." Kata Rizky.


"Minum obat mu Verrel, jika sudah tidak sakit cepat cabut agar tidak terulang lagi." Ucap Alvaro.


"Paman kenapa bisa ada di sini, bukan nya paman sangat sibuk." Tanya Dylan.

__ADS_1


"Demi aku, apapun ayah akan lakukan, kenapa? bukan hanya kau yang bisa mendapatkan kasi sayang papah mu." Saut Verrel.


"Dylan ini saat nya aku merebut kembali sesuatu yang seharusnya aku miliki."


__ADS_2