
"Kenzo bagaimana keadaan mu," tanya Alvaro.
"Kakek kenapa asal masuk, aku sedang tidak memakai apa-apa," ucap Kenzo.
"Dengan istri mu tidak malu dengan kakek mu kau malu," kata Alvaro.
"Hahaha kek tadi saja, Kenzo juga malu pada ku. Aku rasa otak mesum nya sudah hilang," ujar Sonia sambil menyiapkan pakaian suami nya.
"Kakek pun berpikir seperti itu, tidak papa malau bagus itu. Jadi kau tidak perlu lelah melayani nya," ucap Alvaro.
"Kek aku tadi mulai mengingat masa kecil ku, aku pernah kecelakaan kek," tanya Kenzo.
"Iya kau pernah kecelakaan sangat parah, sampai kaki mu lumpuh dan kau gegar otak," jawab Alvaro.
"Berarti benar, aku mengingat nya. Hmmm mungkin jika aku banyak mendengar cerita dari ku, aku akan mengingat semua nya dengan cepat," kata Kenzo.
"Coba kau ingat, tapi jangan kau paksa. Saat Kenzi dan orang tua mu pergi meninggalkan mu di rumah kakek. Kita kemana," tanya Alvaro.
Kenzo mencoba mengingat nya, walaupun kepala nya mulai terasa pusing Kenzo tetap berusaha untuk mengingat nya.
"Kita berkemah," tanya Kenzo.
"Nah benar, kau ingat," tanya Alvaro.
"Tidak, aku hanya asal menebak. Karena anak kecil pasti suka berkemah," jawab Kenzo.
"Kau mengerjai kakek mu," ucap Alvaro menepuk adik Kenzo.
"Ahhh kek, ini sangat berharga jangan asal pukul."
"Ayo sayang, pakai pakaian dulu," ucap Sonia.
Verrel dan yang lainnya masih dalam perjalanan yang sangat panjang. Mereka terbang kurang lebih 7 jam lama nya, waktu hanya sangat lama dan sangat membosankan.
"Mario apa hubungan mu dan keluarga ku, kenapa kau mau membantu ku keluarga ku," tanya Verrel.
"Alvaro ayah mu, telah menyelamatkan keluarga ku dari masalah yang sangat besar dan keluarga ku sudah bersumpah untuk membantu keluarga Efron jika memerlukan. Dan sekarang kalian memerlukan kami, ini saat nya untuk membalas budi."
"Kakek sangat hebat," ujar Kenzi.
"Kau seperti kakek mu, terlihat cukup tangguh," kata Mario.
"Terima paman," ucap Kenzi.
"Aku mempunyai anak wanita, gadis jepang dan dia sangat cantik kau mau menikah dengan nya," tanya Mario.
__ADS_1
"Maaf paman, aku sudah menikah, paman tidak melihat istri ku yang cantik ini."
"Aku bercanda, aku juga tidak dekat dengan anak ku," ucap Mario.
"Ada masalah apa kalian dengan Aldiron grup," tanya Mario.
"Hmmm istri ku yang mempunyai masalah, apa tidak papa jika aku menceritakan semua nya dad," tanya Kenzi.
"Cerita kan lah, jika dia berkhianat kita penggal Kepala nya," jawab Verrel.
"Ah aku takut, cih kau yang aku penggal. Ingat kau berada di mana," kata Mario.
"Istri ku berasal dari keluarga Aldiron, kau tidak tau tentang pembantaian keluarga itu," tanya Kenzi.
"Ya ya ya, aku tau mereka memakai beberapa Mafia untuk melancarkan semuanya. Dan sampai sekarang mereka masih memakai nama Aldiron," jawab Mario.
"Iya istri ku yang selamat dalam pembantaian itu, maaf sayang dia mengalami gangguan jiwa dan masuk dalam rumah sakit jiwa di dekat rumah ku, karena kami berjodoh jadi kami berdua menikah," ucap Kenzi.
"Oww jadi dia yang selamat, aku kira semua keluarga itu sudah lenyap, jadi kalian ingin mengambil kembali perusahaan itu," tanya Mario.
"Itu hak istri ku, walaupun sudah jauh berkembang tetap saja mereka semua tidak ada hak, jadi aku ingin mengambil semua nya untuk istri ku," jawab Kenzi.
"Ya ya ya aku mengerti, anak mu pintar juga. Kau tidak mau jadi Mafia?"
"Terima kasih tawaran nya paman, tapi tugas saja sudah berat di Efron grup," kata Kenzi.
"Kau Mafia macam apa, kenapa kau banyak bertanya, anak ku satu lagi sedang penyembuhan dia juga sudah menikah," jawab Verrel.
"Hahaha usaha sedikit tidak masalah, aku ingin berbesanan dari keluarga Efron, aku akan selalu di lindungi.
Setelah perbincangan yang cukup lama mereka memilih untuk beristirahat karena perjalanan masih sangat panjang.
"Sayang aku ingin buang air kecil," ucap Karla.
"Di sana ada toilet sayang, aku antar atau tidak," tanya Kenzi.
"Tidak perlu, nanti kamu minta jatah lagi," jawab Karla dan langsung berjalan ke arah toilet.
Saat keluar dari toilet tangan Karla di tarik oleh Mario.
"Kau Karla," tanya Mario.
"Lepas." Karla menghempaskan tangan Mario.
"Iya aku Karla, kau mengenal ku," tanya Karla.
__ADS_1
"Aku sudah curiga saat Kenzi berkata kau berasal dari keluarga Aldiron. Aku Mario yang magang kuliah di kompleks rumah mu, yang selalu menganggu mu," jawab Mario.
"Kau abang itu, kenapa kau jadi seperti ini," tanya Karla yang juga terkejut.
"Ya ini memang tujuan ku, kau tau aku mencari mu saat tau keluarga Aldiron di bantai. Aku pikir kau juga tidak selamat, apalagi aku tau banyak Mafia yang ikut campur," jawab Mario.
"Karla aku senang kau bahagia sekarang, kau jangan beri tau siapapun aku dan kau kenal, aku takut akan berdampak buruk pada mu, kecuali Kenzi dan yang lain aku yang akan memberitahu mereka," kata Mario.
"Iya kak, Terima kasih telah mau membantu ku," ucap Karla.
"Kalian apa yang kalian lakukan," tanya Verrel.
"Kenzi kemarilah istri mu di ganggu oleh Mario," ucap Verrel.
"Apa kau kurang ngajar paman."
"Eh bukan kalian salah sangka, aku dan Karla ternyata saling kenal," kata Mario.
"Kau bohong, apa benar sayang," tanya Kenzi.
"Iya mas, kami saling kenal. Ternyata dia kak Mario yang dulu magang di kompleks rumah mu." jawab Karla.
"Jadi ini salah satu alasan kau mau membantu kami," tanya Kenzi.
"Awal nya tidak, saat kau beri tau Karla berasal dari keluarga Aldiron aku menjadikan itu alasan terbesar ku, Kenzi jaga anak gadis ini dengan baik," jawab Mario.
"Dia sudah tidak gadis lagi, aku sudah melubangi nya, iya aku akan selalu menjaganya," kata Kenzi.
"Kak," teriak Vero.
"Hmmm ada apa lagi," tanya Verrel.
"Kenapa lama sekali sampai nya, ah aku bosan," jawab Vero.
"Nah kau pelajari dulu ini, jadi kau tidak bosan," kata Verrel.
"Ingat jangan terlalu dekat dengan nya, aku akan cemburu pada nya," bisik Kenzi.
Walaupun Kenzi tau jika Mario hanya menganggap istri nya adik, tetap saja ia juga harus berhati-hati agar Karla tidak dekat dengan Mario. Hati nya benar-benar tidak terima.
"Iya sayang, aku juga tidak ada perasaan dengan nya. Usia kamu sangat jauh jaraknya."
Di kantor Alvaro terkejut saat saham dari Aldiron grup kembali naik secara signifikan. Bahkan sudah hampir menyaingi saham Efron grup.
"Ini perusahaan keluarga kita kek," tanya Kenzo.
__ADS_1
"Iya kau bisa bantu kakek, dulu kau sayang pintar."