
"Kau terlambat," ucap Rian.
"Hahaha maafkan aku, aku habis melalui malam yang panjang. Jadi aku sedikit terlambat bangun," kata Zayn.
"Malam yang panjang," tanya Rian.
"Aku sudah mendapatkan nya, hahaha aku sangat senang hari ini," jawab Zayn.
"Jadi kau dan Nadya sudah melakukan nya," tanya Rian.
"Iya Rian aku sudah melakukan nya, dia sudah memberikan semua yang ku mau," jawab Zayn.
Ntah kenapa saat mendengar akan hal itu, hati Rian terasa cukup sakit. Ia pikir mungkin perasaan nya dengan Nadya masih ada, Rian berusaha menghilangkan rasa itu, ia sadar hal itu adalah hal yang salah.
Monica berjalan mundur saat melihat ke dua pria gagah sedang berbicara. Mata nya tertuju pada tubuh pria itu yang sedang tidak memakai baju. Saat ini Monica memiliki hobi baru yaitu melihat tubuh seksi suami, dan pagi ini ia mendapatkan bonus.
"Cakaran, apa itu dari Nadya," batin Monica.
__ADS_1
"Sudah ya, aku harus cepat membawa makanan untuk istri ku, dia sudah sangat lapar karena terlalu banyak mengeluarkan energi kemarin malam."
"Hahaha iya iya pergi lah, cepat beri aku keponakan ya," kata Rian.
"Kau juga cepat, aku juga ingin keponakan dari mu," ucap Rian dan pergi meninggalkan Rian.
Setelah Zayn pergi, Monica baru berani berjalan mendekat. Arah mata nya masih saja ke arah tubuh Zayn yang memang lebih bagus dari suaminya. Rian tau kemana arah kata istri nya, ia langsung menarik Monica agar Monica berhenti menatap tubuh pria lain.
"Mata mu bisa kau jaga," tanya Rian.
"Aku sangat suka melihat pria dengan tubuh gagah seperti itu. Dia sangat gagah," jawab Monica.
"Rian kau lebih ganas dari biasanya," tanya Monica.
"Kau tidak tau kan, aku memiliki sisi seperti ini," jawab Rian.
"Ya aku heran, kau itu kalem, tidak banyak bicara, kau juga terlihat sangka sabar Tapi kenapa saat ini kau seperti ini," kata Monica.
__ADS_1
"Setiap manusia memiliki sifat yang berbeda dari yang terlihat," ucap Rian.
Dengan cepat Rian menyambar bibir istri nya, kali ini ciuman Rian terasa sangat beda. Rian terlihat lebih kasar dari biasa nya.
"Bella." Satu kata yang masih terngiang di kepala nya.
Ia masih tidak bisa melakukan hal itu pada wanita lain. Meskipun Monica sangat mirip dengan Bella tetap saja ia tidak bisa melakukan nya.
Rian sangat tanda dengan setiap inci tubuh mantan istri nya. Ia sengaja membuka baju Monica untuk melihat apakah tubuh Monica sama dengan Bella atau tidak.
"Mereka dua orang yang berbeda," ucap Rian.
"Apa maksud mu, mereka siapa," tanya Monica.
"Tidak ada." Rian kembali membetulkan baju Monica.
"Rian, kau hanya membuka nya tanpa melakukan apapun. Aku tidak menarik di mata mu," tanya Monica.
__ADS_1
"Kau sangat menarik untuk ku, aku pria normal jujur aku sangat ingin melampiaskan ***** ku tapi untuk saat ini aku belum bisa. Kau tenang saja aku pasti akan melakukan kewajiban ku sebagai seorang suami."
"Kau pengecut." Monica pergi meninggalkan Rian. Padahal ia sudah benar-benar pasrah tapi Rian malah mengabaikan nya.