
"Hahaha tidak sayang, jangan membahas nya di hari bahagia kita," kata Rakha.
"Sayang kalau kamu hamil, kamu tidak akan seperti Anita kan, kakek saja selalu merasa kerepotan," ucap Rakha.
"Mungkin iya mungkin juga tidak, aku rasa si tidak. Tapi aku ingin merepotkan mu, hahaha pasti sangat seru jika aku merepotkan mu," kata Vivi.
"Sayang turun kan, aku mau lihat," ucap Rakha.
"Tidak mau, aku ingin mandi. Kamu jangan kemana-mana nanti aku panggilkan tukang urut," kata Vivi sambil pergi meninggalkan Rakha.
"Memang sangat berbeda wanita berkelas dengan wanita murahan. Kalau Alice yang aku minta pasti langsung mengambil posisi," batin Rakha.
Di kamar lain Vano terlihat sangat senang melihat istri nya menerima buah yang ia petik dengan susah payah. Ralat, lebih tepat nya yang Rakha petik dengan susah payah.
"Enak," tanya Vano.
"Hmmm enak, Terima kasih," jawab Anita.
"Apa anak kita berkembang baik di dalam sana," tanya Vano.
"Kalau ayah nya siap tanggap pasti berkembang dengan sangat baik," jawab Anita.
"Hahaha aku pasti cepat tanggap, sayang aku harus keluar untuk mencari tukang urut untuk Rakha," ucap Vano.
"Kenapa dengan nya, dia sakit," tanya Anita.
"Dia jatuh dari atas pohon," jawab Vano.
__ADS_1
"Karena buah ini? sayang kenapa kamu meminta bantuan dari nya, aku kan jadi tidak enak dengan nya," kata Anita.
"Tidak papa, dia tidak mempermasalahkan hal itu kok, ya sudah aku pergi dulu. Kamu langsung mandi ya, tidak baik habis berhubungan tidak mandi." Vano mengecup dahi istri nya dan pergi meninggalkan Anita.
"Mau kemana yah," tanya Dylan.
"Panggil tukang urut," jawab Vano.
"Kakek sudah daddy peringati jangan terlalu bersemangat, jadi encok kan," ucap Kenzo.
"Hahaha iya kek, sudah kakek di sini saja. Aku yang akan pergi memanggil kan tukang urut nya," kata Kenzi.
"Kalian dengan daddy kalian sama saja. Sudah sana pergi," ucap Vano sambil berjalan mendekati mereka semua.
"Sini kek, aku pijat," kata Kenzo.
"Iya iya." Kenzi langsung pergi meninggalkan mereka semua.
"Bagaimana dengan istri mu yah, sudah isi," tanya Dylan.
"Paman tidak mungkin secepat. itu," ujar Kenzo.
"Sudah, Anita sudah istri dan kau akan punya adik lagi," ucap Vano yang membuat semua orang terkejut.
"Secepat itu kek, jangan bercanda kek," kata Kenzo.
"Iya untuk apa aku bohong."
__ADS_1
"Aku pikir aku tidak akan punya adik lagi, aku akan mempunyai adik dan cucu," ucap Dylan.
"Ya mau bagaimana lagi, soal bergoyang aku tidak kalah dengan Rakha," kata Vano.
"Ayah bisa kasih tips, mana tau aku bisa punya anak lagi," tanya Dylan.
"Tidak jangan kasihan istri mu."
"Apa beda nya dengan ayah," tanya Dylan.
"Istri ku masih muda, dan istri mu umur nya sama dengan mu, istri ku masih dalam masa produktif," jawab Vano.
"Paman kakek benar. Nanti kasus nya seperti Vero," ujar Kenzo.
Tak membutuhkan waktu lama Kenzi dan tukang urut datang, Dan Vano langsung membawa tukang urut itu masuk ke dalam kamar Rakha.
"Mau kemana ya di sini saja," tanya Dylan.
"Yang sakit Rakha bukan aku," jawab Vano.
"Hahahaha," mereka semua mentertawakan Rakha, Rakha masih muda tapi sudah encok.
...***...
"Aku akan bertemu dengan mu sayang."
Maaf ya cuma bisa up sedikit, ini sudah mencuri waktu saya yang sedang sibuk sekali. Habis vaksin langsung kerja..
__ADS_1