Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 247 S3


__ADS_3

"Maaf aku tidak percaya diri, percuma juga kita melakukan nya aku tidak subur." Ucap Verrel.


Akifa menarik Verrel dan menjatuhkan Verrel ke atas kasur, Verrel telah membuat Akifa melayang dan sekarang ingin meninggalkan nya dalam kondisi seperti ini.


"Bagaimana aku bisa hamil jika kamu tidak melakukan." Tanya Akifa.


"Jangan katakan percuma sayang, kamu sudah merubah seluruh pola hidup mu, kita pasti bisa mempunyai anak." Ucap Akifa.


"Tapi sayang."


"Sayang apa aku harus memohon pada mu." Tanya Akifa.


"Katakan kita akan bermain berapa ronde aku tidak mau hanya satu satu ronde, 10 atau tidak sana sekali." Verrel kembali bersemangat.


"15 jawab Akifa." Sambil tersenyum pada Verrel.


Dua sejoli itu kembali melakukan nya setelah berpuasa cukup lama." (Malas nulis adegan Terlarang agar cepat lolos review).


Keesokan harinya mereka berdua belum terbangun dari tidur padahal sudah jam 12 siang. Mereka berdua sama-sama kelelahan akibat melakukan nya beronde-ronde.


"Apa mereka berdua kemarin bertengkar." Tanya Alvaro.


"Iya paman, malah cukup hebat. Verrel meminta Akifa untuk menikah lagi dan Verrel sudah menyiapkan Foto-foto pria untuk menjadi calon suami Akifa. Akifa sangat marah saat tau itu, ia mengambil foto--foto itu dan mengoyak nya lalu melemparkan nya pada Verrel. Karena Verrel meminta nya untuk terus menikah lagi, Akifa minta Verrel untuk menceraikan nya." Jelas Rizky.


"Apa yang di pikirkan Verrel, seharusnya dia bersyukur karena istri nya sangat setia pada nya." Alvaro berjalan menuju kamar Verrel.

__ADS_1


Dengan perlahan Alvaro membuka kamar itu dan ternyata tidak di kunci, Alvaro berjalan masuk secara perlahan agar tidak meninggalkan suara. Alvaro melihat Verrel dan Akifa masih tertidur sambil berpelukan, ia juga melihat pakaian masih berserakan di lantai pertanda mereka habis melakukan malam yang panjang.


"Begini cara mereka berbaikan." Batin Alvaro.


Alvaro kembali keluar dari kamar Verrel, dia sangat senang anak nya sudah kembali akur dengan fakta yang terlihat di lapangan.


"Sayang." Verrel mengusap wajah Akifa.


"Sayang bangun sudah siang." Verrel menghujani ciuman di wajah Akifa.


"Sayang." Akifa menahan kepala Verrel.


"Hehehe bangun sayang."


Akifa tersenyum pada Verrel, menurut Akifa Verrel sudah kembali seperti dulu.


"Sayang, kenapa hari aku sangat senang. Aku lupa berolahraga sayang." Ucap Verrel.


"Tadi malam kan kamu sudah berolahraga sampai pagi sayang untuk apa olahraga lagi."


"Hehehe, setelah satu bulan lama nya akhirnya kita berolahraga lagi." Ucap Verrel.


"Bukan nya kamu yang menolak ku, padahal aku sudah memintanya duluan."


"Maaf sayang aku tidak percaya diri saat itu, tapi sekarang aku sudah sangat percaya diri dan kita akan berjuang bersama lagi." Ucap Verrel.

__ADS_1


Setelah malam itu hubungan Verrel dan Akifa kembali normal, Verrel sudah sangat percaya diri dan ia selalu menjalankan pola hidup sehat seperti yang di anjurkan dokter. Verrel juga sudah tidak meminta Akifa untuk menikah lagi karena ia tau itu sebuah kesalahan besar, yang harus mereka lakukan saat ini adalah berjuang bersama.


Beberapa minggu telah berlalu, siang ini Akifa ingin mengantarkan makan siang untuk Verrel di kantor. Ia membawa mobil yang di siapkan khusus untuk nya dengan kecepatan rendah.


"Aku ingin makan rujak." Akifa menghentikan mobil nya ke salah satu gerobak rujak di pinggir jalan. Saat sedang menunggu rujak yang ia pesan tiba-tiba HP Akifa berdering.


"Sayang dimana kamu aku sangat lapar." Rengek Verrel.


"Sebentar lagi, aku sedang menunggu rujak, tunggu lah sebentar." Ucap Akifa.


"Rujak aku mau, aku mau rujak yang banyak buah anggur nya."


"Sayang Rujak tidak pakai buah anggur." Kata Akifa.


"Hahaha iya sayang, aku sama seperti mu saja." Ucap Verrel.


"Oke, see you." Akifa mematikan sambung telepon.


"Pak saya pesan satu lagi ya, seperti tadi hanya kedondong, jambu dan bengkoang." Ucap Akifa.


"Siap nona." Tukang rujak itu sangat bersemangat.


"Dimana istri mu Verrel." Tanya Akifa.


"Sedang membeli rujak, kenapa kau juga lapar."

__ADS_1


"Hahaha kau tau saja, aku sangat lapar. Istri mu kan kalau bawa makanan banyak sekali." Ucap Rizky.


Setelah kurang lebih 20 menit menunggu akhirnya Akifa datang dengan membawa banyak makanan.


__ADS_2