
"Pelan-pelan saja." Verrel membantu Akifa berjalan menuju mobil.
Sesampainya di mobil mereka langsung masuk ke dalam, Akifa merasa lega karena sedari tadi mereka berdua tak luput pandangan julit orang-orang di sekitar situ.
"Pindah kan saja rumah nenek mu di kota, aku sangat membenci orang di sini." Ucap Verrel.
"Mereka memang seperti itu, mencampuri urusan orang lain dan pasti kita berdua sudah menjadi bahan ghiba bagi mereka semua."
"Hidup sendiri saja belum tentu benar, sudah membicarakan orang lain." Ucap Verrel.
"Sudah, jangan di pikir kan." Akifa mengusap tangan Verrel.
Sesampainya di rumah, Verrel dan Akifa langsung berjalan masuk ke dalam kamar, sebelum Verrel masuk ia sudah di tarik terlebih dahulu oleh ayah nya Alvaro.
"Dari mana saja kau, bunda mu mengkhawatirkan mu." Tanya Alvaro.
"Kau kepo dad, aku habis mencetak cucu untuk mu." Jawab Verrel.
"Apa!! jadi kau susah unboxing."
"Sudah, aku jadi mengerti kenapa ayah selalu meminta jatah pada bunda." Ucap Verrel.
"Bagaimana, saat pertama kali, rasa nya luar biasa bukan." Tanya Alvaro.
"Benar-benar Luar biasa yah, terimakasih telah memilih kan ku wanita yang dapat menjaga diri nya." Jawab Verrel.
"Hahaha, bahagia sekali kau. Sudah ayah mau minta jatah pada bunda."
"Aku juga." Ucap Verrel.
"Kau mau minta jatah pada bunda mu? "
"Tidak yah, pada istri ku, buat apa aku punya istri. selamat bersenang-senang." Verrel pergi meninggalkan." Alvaro.
"Kau memang mirip dengan ku." Ucap Alvaro.
"Verrel." Panggil Dylan.
Verrel menghentikan langka kaki nya dan membalik tubuh nya.
__ADS_1
"Hmmm ada apa."
"Apa kau sibuk, aku ingin mengajak mu minum." Tanya Dylan.
"Tumben sekali kau mengajak ku minum."
"Hubungan kita selama beberapa bulan ini sama sekali tidak baik, aku ingin memperbaiki nya." Ucap Dylan.
"Nanti aku kabari jika aku bisa, aku sedang sibuk." Kata Verrel.
"Sedang sibuk, perasaan kau di rumah saja, tidak ngapa-ngapain."
"Aku sedang mencetak anak, cepat lah menikah agar tau apa yang di lakukan pengantin baru." Verrel meninggalkan Dylan.
Verrel masuk ke dalam kamar dengan sangat semangat, Kebetulan ia melihat Akifa baru keluar dari kamar mandi.
"Ada apa, kenapa seperti orang bingung." Tanya Verrel.
"Aku ke datangan tamu" Jawab Akifa.
"Maksud mu, kau datang bulan."
"Iya, seperti nya maju beberapa hari dari jadwal biasanya." Ucap Akifa.
"Ada apa mas, kenapa kamu lemas seperti itu."..
"Padahal aku ingin membuat mu berteriak nama ku, tapi gagal." Ucap Verrel.
"Hahaha kamu harus berpuasa selama satu minggu." Kata Akifa.
"Apaa!! Selama itu, ah ini tidak adil." Verrel semakin lemas.
Akifa mengecup bibir Verrel."Kamu terlihat sangat menggemaskan."
"Sudah jangan menggoda ku jika tidak bisa melakukan nya." Verrel memejamkan mata nya dan memilih untuk tidur.
"Mas, boleh aku memeluk mu." Tanya Akifa.
Verrel membuka tangan nya, ia mengizinkan Akifa memeluk nya, Akifa yang mendapat izinkan sambil tersenyum memeluk Verrel dengan erat.
__ADS_1
"Tetap menjadi seperti Verrel yang lembut seperti ini." Batin Akifa.
Mereka berdua tertidur bersama, belum lama tidur Akifa merasakan sakit di perutnya, seperti di tusuk-tusuk. Ia menahan nya sampai tubuh nya berkeringat.
Verrel yang menyadari itu membuka mata nya, ia melirik ke arah Akifa.
"Ada apa dengan mu, tubuh mu basah berkeringat."
"Perut ku sakit, biasa wanita datang bulan memang seperti ini." Ucap Akifa.
"Bilang saja perut mu minta aku usap." Verrel memasukan tangan nya ke dalam pakaian Akifa.
Akifa memejamkan mata nya, ia merasa nyaman dan rileks saat Verrel mengusap perut nya dengan lembut.
"Mas." Ucap Akifa saat Verrel dengan sengaja menyentuh benda nya.
"Ini sangat besar."
"Kenapa selalu mengatakan itu, kamu tidak suka." Tanya Akifa.
"Aku sangat menyukai nya, aku akan memperbesar nya." Jawab Verrel.
"Tidak mau, semakin besar semakin berat dan kamu semakin tidak mau jauh dari benda ini." Ucap Akifa.
"Hehehe aku akan meminta bunda membuat kan obat untuk mu, tunggu di sini. Obat kuat." Verrel beranjak keluar dari kamar.
Tanpa mengetuk pintu Verrel asal masuk ke dalam kamar ke dua orang tua nya, untung saja Alvaro dan Angel sedang tidur.
"Bunda bangun." Verrel membangunkan Angel.
Angel membuka mata nya dan langsung duduk melihat Verrel tidak berada di depan nya.
"Ada apa, kamu mau apa." Tanya Angel.
"Istri ku sedang datang bulan, perut nya sakit, aku harus memberikan nya obat apa."
Alvaro yang mendengar itu menahan tawa nya, ternyata yang ia alami barusan sama dengan anak nya.
"Bunda tadi membuat jamu di dapur, bunda juga datang bulan, kamu ambil saja." Ucap Angel.
__ADS_1
"Ternyata kita sama yah, hahahaha." Bisik Verrel.
"Kurang ngajar, dia meledek ku." Batin Alvaro