
"Aku tidak mau dad, carikan aku pria yang lain, dia lembek sekali," ucap Wilda.
"Jaga mulut mu ya, kau seperti laki-laki," kata Axel.
"Ini gaya bukan seperti laki-laki, kau saja yang seperti wanita. Lihat kulit mu lebih putih di bandingkan wanita."
"Aku putih karena aku pandai mengurus diri ku, tidak seperti mu, dasar wanita tomboi," ucap Axel.
"Kalian berdua hentikan, aku sangat muak dengan pertengkaran kalian. Malam ini kalian tidur satu kamar bersama," ujar Rizky.
"Daddy aku tidak mau, aku akan di apa-apai oleh nya," tolak Wilda.
"Bagus aku akan segera mempunyai cucu, sudah aku pulang dulu. Terima kasih batuan nya tuan."
"Daddy," rengek Wilda.
"Kau jangan terlalu percaya diri, aku tidak mungkin mau dengan mu," kata Axel.
"Oh iya, bagus kalau begitu. Aku tidak yakin dengan mulut buaya mu, jangan sampai kau melanggar apa yang kau katakan tadi," ucap Wilda.
"Ahkkk pertengkaran kalian benar-benar membuat ku pusing, ayo kita pulang."
"Paman Wilda tidur di hotel ya."
"Tidak ada Wilda, kau sudah menjadi tanggung jawab ku," tolak Rizky.
Sesampainya di rumah Rizky dan Dylan benar-benar mengantarkan pasangan ini masuk ke dalam satu kamar yang sama. Mereka berdua yakin Axel tidak akan berbuat apa-apa pada Wilda, itu sebabnya mereka berdua berani melakukan hal ini.
"Aku yakin mereka berdua bertengkar sepanjang malam," ucap Dylan.
"Tidak masalah asalkan tidak di atas ranjang," kata Rizky.
Di dalam kamar mereka berdua hanya diam-diaman tanpa ada yang berbicara, suasana menjadi lebih canggung dari biasa nya.
"Kau wanita Bodi rata, kau tidur di sofa," ucap Axel.
"Enak saja, aku tidak mau. Aku tidak biasa tidur di atas sofa. Aku tidur di ranjang," kata Wilda.
"Aku juga tidak mau tidur di Sofa, ini kamar ku jadi aku yang akan mengatur," ucap Axel.
"Terserah, aku tidak peduli," kata Wilda dan langsung merebahkan diri nya di atas kasur.
Axel hanya menggeleng kepala nya, ia sangat tidak menyangka kenapa calon istri nya terlalu bar-bar. Setelah pernikahan ia yakin pasti banyak pertikaian di antara mereka berdua.
Axel masuk ke dalam kamar mandi untuk mencuci wajahnya dan menyikat gigi nya, sekaligus perawatan kulit yang membuat kulit nya seputih susu. Awal nya ia bangga akan hal itu tetapi saat bertemu dengan Wilda dan mendapatkan penghinaan Axel berpikir untuk menggelapkan kulit nya.
__ADS_1
"Wanita aneh, tomboi, tidak ada bodi. Lihat saja ketika kau sudah sah menjadi istri ku, aku akan membuat mu menangis di atas ranjang. Hahahaha."
"Apa itu, pas sekali aku haus," ucap Wilda.
Wilda berjalan mengambil minuman botol yang berada di dekat lemari, ia tidak tau minuman apa itu. Tetapi terlihat sangat menggiurkan dan karena Wilda haus ia langsung meminum nya.
"Ahhkkk tenggorokan ku terasa terbakar. Tapi enak. Apa ini aku tidak pernah meminumnya."
Wilda terus meminum minuman itu sampai hampir habis setengah botol. Kepala nya mulai terasa pusing, tubuh nya juda mulai menunjukan reaksi yang tidak terduga.
"Hey apa yang kau lakukan," tanya Axel.
"Aku meminum ini enak," jawab Wilda yang sudah kehilangan kesadaran nya, tangan nya menunjukkan wine milik Axel.
"Akhhkkk kau gila, ini Wine milik ku," teriak Axel.
Walaupun sangat nakal, Wilda sama sekali tidak pernah menyentuh yang nama nya minuman beralkohol. Ia nakal hanya sebatas wanita bar-bar pada umumnya.
"Enak aku mah lagi," ucap Wilda.
"Enak saja." Axel langsung menenggak habis minuman itu.
"Ahkkk aku jahat," teriak Wilda sambil memukul tubuh Axel.
"Kau mabuk," tanya Axel sambil menaikan kepala Wilda.
"Kau baru tau aku tampan, sadar Wilda Amy sedari kecil tampan," kata Axel.
"Iya kak tampan." Wilda memeluk tubuh Axel.
Axel Tersentak kaget saat tiba-tiba Wilda memeluk nya. Apalagi saat ini ia hanya memakai handuk yang membelit pinggang nya.
"Hangat," ucap Wilda.
"Lepas kau jangan gila," kata Axel.
"Tidak mau, kau sangat hangat aku suka. Suami tampan ku hehehe."
Axel berusaha melepaskan pelukan Wilda, tetapi Wilda malah mempererat nya. Sampai mereka berdua jatuh ke atas ranjang bersama.
"Wilda lepas, kau seperti pria, tenaga mu kuat sekali," kata Axel.
"Cup cup cup," Wilda mencium dada bidang Axel.
"Ahkkkk ini gila," teriak Axel.
__ADS_1
...***...
Pagi hari telah tiba, Kenzi sudah bersiap-siap karena ia sudah di perbolehkan pulang. Walaupun tubuh nya masih terasa cukup lemas, Kenzi tidak terlalu memikirkan hal itu, yang terpenting saat ini ia sudah di perbolehkan pulang.
"Jaga kebersihan bekas operasi di dada mas Kenzi, minggu depan sudah mulai kontrol."
"Siap dok," ucap Kenzi.
"Selamat pagi," kata Kenzo yang datang untuk menjemput Kenzi.
"Kau lama sekali."
"Kau yakin sudah enakan, sudah mau pulang," tanya Kenzo.
"Iya aku yakin, jangan khawatir kan aku," jawab Kenzi.
"Dia benar-benar sudah boleh pulang dok, saya tidak ingin terjadi apa-apa pada adik saya," tanya Kenzo.
"Iya mas Kenzo, adik anda sudah di perbolehkan pulang."
"Aku tidak berbohong Kenzo, aku sudah boleh pulang," ucap Kenzi.
"Ya ya ya, ayo kita pulang. Aku ada berita yang sedang hot di rumah," kata Kenzo.
"Apa itu, coba beri tau aku," tanya Kenzi.
"Nanti saja di rumah," jawab Kenzo.
Kenzi benar-benar tidak sabar ingin mendengar berita yang Kenzo bicarakan tadi. Di perjalanan pulang Kenzi terus merengek agar Kenzo memberitahu nya.
"Oke oke aku akan memberitahu berita yang sedang hot di rumah kita," kata Kenzo.
"Apa itu, apa ada yang bercerai atau ada yang sedang bertengkar," tanya Kenzi.
"Axel menjalani hubungan terlarang dengan Laura. Mereka berdua berpacaran, padahal status mereka berdua kakak adik," jawab Kenzo.
"Gila, benar-benar sangat gila, bagaimana mungkin mereka melakukan hal seperti ini," ucap Kenzi.
"Cinta dan ***** sudah menutupi semua nya. Aku sangat tidak menyangka Axel melakukan hal sebodoh itu," kata Kenzo.
"Jadi bagaimana, mereka berdua tidak bisa menikah. Apa Axel terkena hukuman," tanya Kenzi.
"Mereka berdua di paksa putus, dan Axel di minta menikah dengan wanita lain. Pertama-tama Axel menolak tetapi karena kakek Adit sangat marah pada nya, Axel menerima pernikahan itu setelah du pecut oleh kakek," jawab Kenzo.
"Bagus, harus setegas itu, kita harus berhati-hati Kenzo jangan sampai anak kita seperti itu."
__ADS_1
"Jangan sampai, aku akan mendidik mereka dengan sangat baik," kata Kenzo.