Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 128 S4


__ADS_3

"Tapi sudah lah, yang penting aku sudah melakukan nya sekali. Padahal masih banyak gaya yang ingin aku praktekan," ucap Axel.


"Hahaha sabar Axel, istri ku sudah hamil, jadi aku tidak perlu khawatir," kata Kenzi.


"Istri ku belum hamil, semoga saja benih ku langsung jadi," ucap Axel.


"Berhenti mengatakan hal yang penting, kalian benar-benar tidak bertobat juga," kata Adit.


"Kalian sudah siap untuk di kebiri, adik kalian sudah bangun untuk yang terakhir kali nya," ucap Alvaro.


"Ahkkkk kakek, jangan di lihat ke bawa, aku malu," kata Axel.


"Kau malu aku lihat, bagaimana dengan kelakuan mu, apa kau malu juga," tanya Alvaro.


"Kakek, jika aku di kebiri, aku tidak akan bisa memberikan mu cucu lagi, jadi nanti buatlah anak ku yang paling spesial," kata Kenzi.


"Siapa yang mau mengkebiri kalian. Kalian tidak akan kami kebiri, aku sudah mendengar ucapan kalian berdua, penyesalan memang datang di akhir tapi bukan berarti kita berhenti untuk berjuang. Untuk saat ini pulihkan luka kalian dulu, istri kalian masih belum mau bertemu dengan kalian. Setelah semua nya sudah lebih baik, silahkan berjuang kembali untuk menaklukkan singa betina," ucap Alvaro.


Ketika lepas, Kenzi dan Axel langsung memaki celana mereka berdua. Setelah itu mereka berdua berpelukan karena sudah bebas dari hukuman kebiri.


"Selamat berjuang Kenzi," ucap Axel.


"Kau juga, kau pasti bisa menaklukkan singa betina," kata Kenzi.


"Kakek hiks hiks hiks, maafkan aku kek, aku sudah membuat mu kecewa kek, aku sangat malu dengan sikap ku," ucap Kenzi sambil memeluk Alvaro.


Kenzi memang cucu kesayangan Alvaro, karena memang sedari kecil Kenzi lebih banyak menghabiskan waktu bersama Alvaro. Ia menangis karena sudah sangat mengecewakan kakek nya, orang yang mendidik nya sedari kecil.


"Iya Kenzi, meskipun aku sangat kecewa dengan mu, aku tidak pernah membenci mu, selamat berjuang Kenzi."


"Apa kau mau drama juga, kau tidak cocok," kata Adit.


"Hehehe maaf kek, tapi aku tidak sedih melihat mu, aku sedih karena kehilangan istri ku. Maafkan aku kek," ucap Axel sambil cengengesan.


"Cucu kurang ngajar, sudah ayo kita pulang, dokter akan memberikan obat agar lula kalian mengering," kata Adit.

__ADS_1


Wilda sudah dalam perjalanan ke Jepang, ia berangkat pagi sekali agar ketika sampai sana ia masih bisa ke rumah tante nya. Wilda masih belum memutuskan untuk tinggal sendiri atau bersama tante nya.


"Selamat tinggal, mungkin ini yang terbaik untuk kita," batin Wilda.


"Wilda," ucap seseorang pria di belakang tempat duduk Wilda.


"Iya," kata Wilda sambil membalik tubuh nya.


"Ivan," ucap Wilda.


"Iya Wilda, aku tidak menyangka kita bertemu," kata Ivan.


"Hehehe iya Ivan, apa kabar kau mau kemana," tanya Wilda.


"Aku sangat baik, aku ingin ke Jepang untuk kuliah, aku dengar kau sudah menikah, kau hebat juga tidak ada pacaran malah langsung menikah."


"Hahaha iya Ivan, begitu lah hidup," ucap Wilda.


Pertemuan mereka berdua benar-benar sangat kebetulan, tetapi hal itu juga tidak membuat Wilda senang, di dalam otak nya saat ini hanya ada Axel Axel dan Axel, ia tidak tau kenapa pria itu masih saja memenuhi otak nya.


"Bagaimana cara nya aku bisa melupakan nya, otak ku saja masih di penuhi nama nya," batin Wilda.


Sesampainya di rumah bukan nya beristirahat Kenzi malah mencari informasi keberadaan istri nya, ia sangat tidak bisa lama-lama berpisah dengan Karla.


"Kau mau apa," tanya Verrel.


"Daddy, kau mau masuk ke dalam kamar ku," tanya Kenzi.


"Aku masuk karena kata kakek mu kau sudah mendapatkan balasan yang setimpal. Kau juga sudah menyesal," jawab Verrel.


"Daddy aku ingin bertemu dengan istri ku, aku tidak bisa berpisah lama-lama dengan nya," ucap Kenzi.


"Kau tidak mendengar perkataan ku kemarin, Karla masih tidak mau bertemu dengan mu, dia masih sakit hati dengan perlakuan mu. Dan dia ingin berpisah dengan mu sampai anak kalian berdua lahir," kata Verrel.


"Daddy itu sangat lama, kurang lebih 6 bulan lagi. Aku tidak bisa menunggu selama itu," ucap Kenzi.

__ADS_1


"Itu sudah menjadi keputusan nya, dan kau tidak bisa menolak keputusan nya. Di sini kau yang salah, jadi kau tidak bisa berbuat apa-apa," ucap Verrel.


"Daddy jika aku bisa menemukannya sendiri sebelum anak ku lahir, apa aku boleh bertemu dengan nya," tanya Kenzi.


"Silahkan tapi jangan secepat ini, beri dia waktu dulu, aku yakin kalau kau benar-benar berjuang kau Pasti bisa menemukan nya," jawab Verrel.


"Iya dad, aku akan memberikan nya waktu. Maafkan aku dad, aku membuat mu kecewa," kata Kenzi.


"Iya Kenzi, walaupun kesalahan mu sangat fatal, aku tetap memaafkan mu."


"Kenzo masih marah pada ku," tanya Kenzi.


"Aku tidak tau itu, kau bisa bertemu dengan nya dan meminta maaf pada nya, aku yakin dia akan memaafkan mu," jawab Verrel.


"Iya kau benar, aku harus meminta maaf pada nya."


Verrel merasa tidak tega melihat tubuh anak nya di penuhi dengan luka cambuk. Kulit Kenzi yang putih bersih sudah tidak terlihat mulus lagi, bahkan beberapa luka cambuk tampak sangat parah sampai mengeluarkan air.


"Apa sakit Kenzi," tanya Verrel.


"Sakit dad, sangat sakit tapi aku pikir perasaan istri ku lebih sakit dari pada luka ini. Luka ini pasti akan sembuh dalam waktu dekat, tapi aku yakin luka di hati istri ku tidak akan sembuh begitu saja. Apalagi dulu dia pernah mengalami trauma," jawab Kenzi.


"Kau sudah lebih dewasa saat ini, akan bangga pada mu Kenzi. Sudah sekarang kau pergi ke tempat Kenzo dan minta maaf lah pada nya."


"Nanti saja dad, aku tidak mau memperlihatkan tubuh ku yang penuh luka ini pada nya. Aku akan bertemu dengan nya, ketika aku sudah bisa memakai baju," kata Kenzi.


Rakha sedang di dalam kamar Axel, ia baru mendapatkan berita hot ini, karena beberapa hari lalu ia berada di luar kota untuk mencari jodoh alias bekerja.


"Kau gila, tapi Laura sudah menikah," ucap Rakha.


"Iya aku memang gila, aku sudah berhenti berhubungan dengan nya setelah ia menikah. Tapi tetap saja sebelum itu aku masih berhubungan dengan nya. Tanpa sengaja istri ku membaca semua chat kami," kata Axel.


"Dasar gila, kau lihat tubuh mu sekarang, untung saja kau tidak mati," ucap Rakha.


"Itu sudah resiko untuk ku, aku bersyukur masih diberi kesempatan untuk kembali berjuang untuk kembali pada Wilda."

__ADS_1


"Apa kalian sudah melakukan nya, kalau sudah peluang mu masih sedikit lebih besar," tanya Rakha.


"Iya sudah lah, aku baru melakukan malam pertama, dan tak lama ia mengetahui semua nya," jawab Axel.


__ADS_2