
Rakha membawa Alice ke bioskop, ia ingin mengajak Alice nonton film romantis yang pasti akan membuat hubungan nya dengan Alice semakin lebih baik.
"Kita ke mall," tanya Alice.
"Iya kau suka nonton tidak? akun akan membawa mu nonton film."
"Sudah lama aku tidak menonton, hmmm aku ingin menonton film horor," kata Alice.
"Eh jangan aku tidak suka, aku ingin kita menonton film percintaan," ucap Rakha.
"Tidak suka apa kamu takut," tanya Alice dengan nada mengejek.
"Aku tidak mungkin takut, jangan meremehkan ku," ucap Rakha.
"Jadi bagaimana, kau mau nonton film horor atau nonton film romantis," tanya Alice.
"Kalau kau meminta menonton film horor aku tidak masalah," jawab Rakha.
"Terima kasih telah mau menuruti kemauan ku," ucap Alice sambil tersenyum manis pada Rakha.
Alice dan Rakha keluar dari mobil, tinggi Alice hampir melebihi tinggi Rakha, untung saja Alice tidak memakai sepatu hak yang lebih tinggi lagi. Rakha juga sudah memikirkan jika ia menikah dengan Alice ia tidak akan mengizinkan Alice memakai sepatu yang membuat tinggi Alice lebih tinggi dari diri nya. Sebelum ke lantai atas Alice meminta Rakha untuk membawa nya ke tokoh es krim.
"Alice ini sangat banyak," ucap Rakha.
"Rakha kau tau aku sudah sangat lama tidak memakan es krim. Aku harus diet ketat untuk menjaga bentuk tubuh ku, lagi pula saat sedang bersama manajer ku dia tidak akan memperbolehkan ku memakan es krim," ucap Alice.
"Oh begitu, kalau begitu makan sepuas mu akan akan membelikan semua makanan yang kau mau," kata Rakha.
Baru setengah hari bersama mereka berdua sudah sangat dekat, mereka berdua memiliki frekuensi yang sama itu sebabnya mereka muda sekali dekat. Belum lagi sifat Rakha yang humoris yang membuat Alice suka dengan nya.
Setelah puas di toko es krim mereka berdua langsung naik ke lantai atas untuk menonton Film. Tangan Rakha sudah berani menggandeng tangan Alice, Rakha tersenyum puas karena Alice tidak menolak gandengan nya.
"Film horor, 21+," ucap Rakha.
"Tidak Rakha, ini saja 17+,saja," kata Alice.
__ADS_1
"Kau takut ada adegan dewasa nya ya, tidak akan ada Alice. Film ini memiliki label 21+ karena banyak adegan kejam atau pembunuhannya. Sudah ini saja," ucap Rakha.
"Hmmm baiklah, kamu beli popcorn dan minuman, aku akan memesan tiket nya," kata Alice.
"Oh baiklah," ucap Rakha.
Rakha dan Alice berjalan masuk ke dalam bioskop. Rakha sedikit bingung karena hanya ada mereka berdua yang masuk ke dalam bioskop. Rakha pikir yang lainnya masih belum masuk karena ingin membeli sesuatu terlebih dulu.
"Alice ini tempat duduk yang sangat pas. Kau sangat pintar," ucap Rakha.
Film sudah akan di mulai tapi penonton yang lainnya belum masuk dalam. Rakha sangat kebingungan dengan semua ini, tidak mungkin hanya Alice dan diri nya yang membeli tiket.
"Alice hanya kita berdua," tanya Rakha.
"Aku menyewa satu bioskop, aku rasa lebih baik hanya kita berdua yang menonton," jawab Alice.
"Apa! hanya kita berdua," tanya Rakha.
"Iya hanya kita berdua, kamu takut kan," tanya Alice.
"Oh baiklah, kamu sangat pemberani," kata Alice.
Alice sengaja menyewa satu bioskop karena ia ingin mengetes keberanian Rakha, ia tidak suka dengan cowok penakut. Tapi kalau Rakha memang penakut masih bisa ia bicarakan baik-baik.
Film di mulai dengan adegan yang cukup menyeramkan, Rakha sudah cukup takut melihat para hantu mulai menampakan diri nya. Beberapa kali Rakha terkejut yang membuat Alice tersenyum dan tertawa.
Film semakin seram saja, ia menggenggam tangan Alice dengan sangat erat. Ini pertama kali nya Rakha sampai setakut ini. Saat film mulai lengan Rakha meletakkan tangan Alice di atas pangkuan nya.
"Rakha bagaimana mungkin aku bisa makan kalau tangan ku kamu genggam terus," ucap Alice.
"Bukan begitu, aku hanya takut kamu ketakutan, sini aku suapi," kata Rakha.
Tiba-tiba Film berganti dengan beberapa adegan hot, dari ciuman yang sudah biasa mereka berdua lihat. Walaupun hanya ciuman biasa tetapi sudah membuat Rakha gerah. Adegan semakin berani saja, para pemain film melakukan hubungan suami istri tanpa sensor, pantas saja film yang mereka tonton berlabel 21+.
"Ini sangat memalukan," ucap Alice.
__ADS_1
Alice menutup mata nya dengan tangan kiri nya, karena tangan kanan nya masih berada di atas pangkuan Rakha. Berbeda dengan Alice yang menutup mata nya, Rakha malah membuka mata nya lebar-lebar, ia tidak ingin ketinggalan sedikitpun adegan di dalam film.
"Itu burung nya, ahkkkk kenapa bisa terlihat, hitam besar pulak itu," ucap Alice.
"Hahaha milik ku juga sama, tapi Putih besar," bisik Rakha.
Mata Alice terbelalak saat merasakan sesuatu yang keras di balik celana Rakha, dengan cepat Alice menarik tangan nya dan berlari keluar bioskop, ia benar-benar salah memilih film.
"Alice," teriak Rakha sambil berlari mengejar Alice
Alice berlari masuk ke dalam kamar mandi, hitam dan besar itu masih terbayang-bayang di kepala nya. Alice membasuh wajah nya agar hal menjijikkan itu hilang dari otak nya.
"Alice kau di dalam," tanya Rakha.
"Iya tunggu sebentar," jawab Alice.
Alice keluar dari kamar mandi dengan wajah yang lebih segar. Make up nya yang berantakan juga sudah ia rapikan kembali. Rakha masih saja terpesona saat melihat wajah Alice yang benar-benar sangat cantik.
"Alice kau kenapa lari," tanya Rakha.
"Kita salah memilih film, aku tida suka dengan film seperti itu," jawab Alice.
"Hahaha maafkan aku Alice, ya sudah sekarang kita makan siang saja," ucap Rakha.
"Itu lebih baik," kata Alice. Tiba-tiba Alice teringat dengan perkataan Rakha tadi, kalau milik Rakha berwarna putih. Alice merasa berwarna putih lebih baik dari pada hitam.
"Rakha, hmmm kau sudah ingin menikah ya," tanya Alice.
"Ya begitu lah, aku memang sudah ada niat untuk menikah," jawab Rakha.
"Alice aku ingin mengenal lebih jauh tentang dirimu, kau sudah kalau aku ingin menikah, aku sudah tidak niat memiliki pacar tujuan utama ku hanya menikah. Semua sepupu ku sudah menikah dengan istri mereka sudah hamil, aku ingin segera memiliki anak juga."
"Oh begitu, hmmm aku sudah pernah berpacaran dengan beberapa orang sebelum nya. Aku memang suka dengan pria seperti mu. Tapi untuk menikah aku tidak tau bisa atau tidak, aku memiliki kontrak yang tidak bisa aku langgar," kata Alice.
"Jika kita berdua sudah benar-benar serius pasti ada jalan nya, aku yakin jika kita berdua jodoh, pasti kita akan segera menikah," ucap Rakha.
__ADS_1
"Semoga saja begitu Rakha, kau pria yang sangat baik."