Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 155 S4


__ADS_3

"Tahan Rian, jangan membuat semua orang bingung," batin Rian yang berusaha mengendalikan perasaan nya.


"Ririan," ucap Nadya sambil menutup mulut nya.


"Rian," kata Zayn.


Mereka semua saling menatap kebingungan, hampir semua orang mengenal Rian.


"Sayang kamu mengenalnya," tanya Aldy.


"Dia teman ku yah," jawab Nadya.


"Selamat malam semua," ucap Rian.


"Malam," saut semua orang.


Rian kembali terkejut saat melihat Nadya dan Zayn juga ada di sana, ia bingung kenapa hampir semua orang yang ia kenal ada di tempat itu.


"Aku menikah dengan siapa, Nadya atau wanita yang sangat mirip dengan Bella, Bella apakah itu kau," batin Rian.


"Semua orang sudah berkumpul, sebaiknya kita mulai saja," ucap Verrel.


"Rian ini calon istri mu, nama nya Monica," kata Verrel.


"Verrel kenapa tidak kita biarkan mereka memilih sendiri," ucap Leo.


"Tidak aku tidak setuju, seperti perjanjian awal Zayn dengan Nadya," kata Aldy.


"Ayah aku ingin dengan Rian yah, dia teman ku kami akan lebih muda dekat," ucap Nadya.


"Aldy jangan memasaknya, sudah biarkan mereka memilih," kata Verrel.


"Bagaimana dengan mu Rian," tanya Kenzi.


Rian sangat bingung harus memilih siapa. Nadya adalah orang yang ia cintai saat ini sedangkan Monica yang sangat mirip dengan cinta pertama nya Bella. Ia sangat penasaran kenapa bisa Monica mirip dengan Bella.


Nadya menatap ke arah Rian, ia sangat berharap Rian memilih nya. Tetapi ntah kenapa Rian malah melirik ke arah Monica.


"Rian kau memilih siapa," tanya Verrel.


"Aku memilih Monica," jawab Rian yang membuat Nadya sangat kecewa.


"Sudah kembali pada perjanjian awal saja, aku rasa mereka memang sudah cocok dari awal," kata Verrel.

__ADS_1


"Aku ingin sugar daddy ku, ahhhkk Rian memang tampan tapi dia tidak segagah Zayn," batin Monica.


Begitu juga dengan Zayn yang merasa lebih cocok pada Nadya, Nadya termasuk tipe wanita nya. Terlihat anggun dan sangat putih.


Acara terus berlanjut, mereka merencanakan pernikahan dua pasangan ini, dan pernikahan di laksanakan secepat mungkin secara hukum dan agama. Untuk Rian dia harus menikah secara sirih lebih dahulu, karena orang tua Monica tida bisa datang untuk menikahkan mereka berdua.


"Tuan saya ingin ke toilet," ucap Rian.


"Oh pergi lah, di ujung sana ada toilet," kata Verrel.


"Ayah mamah meminta ku untuk menghubungi nya," ucap Nadya.


"Jika ingin menghubungi nya jangan di sini, di luar saja," kata Aldy.


"Iya yah." Nadya langsung pergi menjauh dari tempat itu.


Sebenarnya Nadya hanya mencari alasan saja, ia tidak benar-benar ingin menghubungi mamah nya, Nadya hanya ingin menemui Rian yang kebetulan juga sedang ke toilet.


"Nadya,' ucap Rian saat melihat Nadya berada di depan pintu toilet.


Plak. Satu tamparan mendarat di wajah Rian, Nadya sangat kecewa dengan keputusan yang di ambil oleh Rian.


"Nadya apa maksud mu," tanya Rian.


"Aku mencintaimu Nadya, aku sangat mencintaimu, tapi aku sadar kita memang tidak bisa bersatu, ayah mu tidak suka dengan ku, dia tau kalau aku seorang duda," kata Rian.


"Kamu tidak sedikit pun berjuang untuk ku, kamu langsung memilih wanita itu."


"Sudah Nadya aku malas bertengkar dengan mu," Rian pergi meninggalkan Nadya.


"Maafkan aku Nadya, aku sangat mencintaimu tapi aku sangat penasaran dengan Monica, siapa dia sebenarnya, saat aku di dekatnya aku merasakan rasa yang sama seperti aku dekat dengan Bella," batin Rian.


Setelah acara selesai Rian, Zayn, Monica dan Nadya tidak di perbolehkan pulang. Mereka di minta untuk stay sementara waktu untuk mengurus pernikahan mereka. Setelah menikah baru lah mereka bisa memutuskan untuk tinggal dimana saja.


"Aku dengan Zayn satu kamar saja," kata Rian.


"Ya ya ya, aku dengan mu saja."


Verrel bisa mengizinkan mereka berdua untuk satu kamar bersama tetapi tidak untuk wanita yang seperti nya saling tidak menyukai.


"Sudah malam istirahat lah, aku akan mengantarkan kalian ke kamar," ucap Verrel.


Di dalam kamar Zayn sangat penasaran kenapa Rian tidak memilih Nadya, padahal mereka berdua berteman dan tentu saja mempermudah mereka berdua untuk lebih dekat.

__ADS_1


"Rian aku boleh bertanya."


"Hmmm tanya lah, kau ingin tanya tentang Nadya, aku tau semua tentang nya," kata Rian.


"Kenapa kau tidak memilih nya, kalian berdua saling kenal, jika kau memilih nya bukan nya akan muda untuk kelian berdua untuk lebih dekat."


"Aku tau pasti kau lebih suka ke Nadya, dan aku tidak suka dengan Nadya, dia bukan tipe ku," kata Rian.


"Hanya itu, jadi selera mu seperti Monica," tanya Zayn.


"Untuk wajah iya, tapi untuk sifat tidak. Aku suka dengan tantangan. Mengubah sifat Monica untuk menjadi lebih baik lagi, salah satu tantangan untuk ku," jawab Rian.


"Oh iya, kau tidak berbohong kan," tanya Zayn.


"Tidak Zayn, aku malah bingung setelah menikah aku akan membawa istri ku tinggal dimana," kata Rian.


"Kau tidak ada rumah," tanya Zayn.


"Ada si, tapi tidak besar. Aku tidak enak dengan Monica, dia wanita berkelas mana mungkin mau tinggal di rumah ku."


"Aku tinggal di apartemen milik Kenzi, mungkin setelah waktu sewa ku habis aku akan langsung membeli nya. Bagaimana kalau kau tinggal di apartemen dekat apartemen ku," kata Zayn.


"Akan aku pikirkan," ucap Rian.


Sementara itu Kenzi dan Kenzo masih belum kembali masuk ke dakan kamar mereka, mereka berdua sedang membahas tetang masa depan mereka berdua.


"Bagaimana kalau kita membeli rumah lagi, aku rasa kalau kita tinggal di rumah sendiri akan lebih enak," kata Kenzi.


"Aku sudah membahas masalah ini pada Daddy, dan Daddy setuju saja. Malahan dia siap membelikan kita rumah di kompleks sebelah."


"Ayo Kenzo kita pindah saja, daddy sudah setuju, mau apa lagi coba," kata Kenzi.


"Oke aku akan membicarakan hal ini pada istri ku, sudah sekarang kita kembali masuk ke dalam kamar, sebelum kita enak-enak kita bicarakan hal ini pada mereka," ucap Kenzo.


"Iya kau benar," kata Kenzi.


Kenzo masuk ke dalam kamar nya, keberuntungan sedang memihak Kenzo saat ini, ia melihat Sonia sedang mengganti pakaian tidur.


"Sayang jangan," teriak Kenzo.


"Eh ada apa," tanya Sonia.


"Perut kamu sudah sangat besar," jawab Kenzo sambil mendekati perut Sonia.

__ADS_1


Kenzo mencium perut istri nya, ia sangat takjub dengan perut Sonia yang bisa membesar sangat cepat. Padahal Karla yang kehamilan nya sama dengan Sonia belum sebesar ini.


__ADS_2