
"Tidak kek, aku tidak mau menikah, aku akan putus dengan Laura tapi aku tidak mau menikah," tolak Axel.
Bruk... Satu pukulan mendarat di wajah Axel.
"Kau mau memancing ku marah, jangan membuat ku marah Axel," ucap Adit.
"Kek aku tidak akan mau menikah, jika di paksa menikah aku akan kabur," ancam Axel.
"Bajingan kau benar-benar membuat ku marah Axel." Adit menarik paksa Axel.
"Pah, jangan terlalu berlebihan pah," teriak Rizky.
"Kau diam, dia urusan ku," hardik Adit.
Adit membawa Axel ke gudang, gudang tempat penyiksaan untuk orang-orang pengkhianatan. Adit membawa Axel ke sana karena ingin memecahkan kepala batu Axel.
"Ahhhhkkkk ampun kek," teriak Axel.
"Ampun kata mu, kau ingin tau aku marah kan," ucap Adit.
Adit mengikat tangan Axel ke tali yang menggantung di sana. Setelah itu Adit mengambil pecut dan langsung menghantam kan nya ke tubuh Axel.
"Ahhhhhkkk sakit kek ampun, aku menyerah," teriak Axel, tubuh nya benar-benar terasa sangat sakit. Kulit nya seperti ingin lepas dari tempat nya.
"Sakit kata mu, aku tidak suka kau bantah. Kau cucu ku satu-satu nya, aku tidak mau mempunyai cucu pembangkang seperti mu," ucap Adit.
"Pah buka pah, jangan berlebihan pah." Rizky berusaha membujuk papah mertuanya, ia sangat tau bagaimana jika Adit sudah marah.
Semua orang yang baru saja pulang menjenguk Kenzi kebingungan atas kekacauan yang terjadi. Terdengar juga suara Rizky yang berteriak di depan pintu gudang.
"Ada apa ini," tanya Alana.
"Alana anak mu sedang di beri pelajaran oleh kakek nya, dia membuat kesalahan besar," jawab Dylan.
Dengan cepat Alana langsung berlari ke sumber suara, apapun kesalahan anak nya ia tidak mungkin tega membiarkan Axel di siksa oleh kakek nya.
"Ayah sudah yah, aku akan melaporkan pada mamah," teriak Alana.
"Sayang, bujuk ayah mu sayang. Aku yakin Axel di siksa habis-habisan oleh ayah mu."
"Ayah hentikan, atau aku tidak akan memaafkan mu," teriak Alana.
"Kau dengar Axel, orang tua mu sayang menyayangi mu. Dan kau masih keras kepala, malam ini aku akan membawa kau bertemu dengan wanita yang akan kau nikahi."
__ADS_1
Adit membuka pintu gudang itu dan langsung pergi berlalu di depan Alana dan Rizky. "Siapkan anak mu, jika dia terus membantah jangan salah kan aku jika aku membawa nya pergi untuk mendidik nya dengan benar," ucap Adit.
"Sayang," Alana dan Rizky langsung membantu Axel untuk melepaskan ikatan tali di tangan.
"Ahhkkkh sakit mah, perih," teriak Axel.
"Kau berhutang penjelasan pada mamah, sekarang ayo ke kamar, akan mamah obati," kata Alana.
Kenzo dan yang lainnya sangat terkejut ketika tay apa yang telah terjadi. Mereka tidak menyangka hampir ada hubungan sedarah di keluarga ini.
"Plak." Kau sangat membuat ayah kecewa Laura. Jangan salahkan ayah jika semua fasilitas mu akan ayah tarik.
"Maafkan aku yah." Laura memeluk ayah nya dengan erat.
"Jangan pernah berhubungan lagi dengan Axel, atau ayah tidak akan menganggap mu anak lagi," ancam Candra.
"Iya yah, aku janji tidak akan berhubungan lagi dengan Axel."
Malam hari nya, setelah mendapatkan siksaan dari kakek nya. Axel kembali mendapatkan tamparan dan omelan dari mamah nya. Alana sangat kecewa dengan apa yang anak nya lakukan.
"Maaf mah, aku salah," ucap Axel.
"Kau memang salah, pantas saja kakek mu sangat marah pada mu. Itu hal yang sangat wajar," kata Alana.
"Bagus kalau begitu, sekarang kau rasakan lah hadiah dari perbuatan mu, sakit bukan rasa nya. Itu belum seberapa Axel, kakek mu bisa lebih ganas dari itu," ucap Alana.
Sementara itu Dylan dan Rizky akan membawa Axel ke pertemuan debat calon istri nya. Adit tidak bisa ikut karena ada sesuatu yang harus ia kerjakan.
"Aku jadi ingat, Candra pernah suka pada mu Rizky dan itu juga terlarang. Sekarang anak kalian berdua saling suka, hahaha memang buah tidak jatuh jauh dari pohon nya," ucap Dylan.
"Hahaha kau benar Dylan, kau masih ingat saja. Bagaimana mungkin hal ini menjadi turun menurun," kata Verrel.
"Sudah jangan membahas hal itu lagi, sangat menjijikkan jika di ingat. Aku tidak bisa membayangkan jika anu ku di lubangi oleh Candra. Sangat menjijikkan," kata Rizky.
"Sudah sana jemput anak mu, kita harus pergi," ucap Dylan.
Rizky berjalan masuk ke dalam kamar Axel, sebenarnya ia sangat tidak tega melihat anak nya babak belur. Tetapi mau bagaimana lagi karena semua itu hasil dari perbuatan Axel.
"Kau tidak demam kan," tanya Rizky.
"Aku harus menikah pah," tanya balik Axel.
"Aku masih mau membatah kakek mu?"
__ADS_1
"Tidak pah, aku tidak akan berani," kata Axel.
"Kalau begitu kau sudah tau jawabannya, jangan membuat masalah lagi, sudah cukup membuat kakek mu mengamuk," ucap Rizky.
"Iya pah aku mengerti, aku minta maaf pada mu."
"Sudah aku sudah memaafkan mu, sekarang waktu nya kita pergi untuk bertemu calon istri mu," kata Rizky.
Dylan yang bertugas sebagai penghubung antara pernikahan ini sudah menghubungi pihak wanita, dan merupakan menerima semua nya dengan baik. Kecuali di wanita yang sama seperti respon Axel.
Sesampainya di tempat pertemuan mereka langsung membahas pernikahan yang di lakukan secepat mungkin. Axel dan calon istri nya tidak bergabung dengan mereka, karena mereka ingin membiarkan Axel dan calon istri nya beradaptasi.
"Siapa nama mu," tanya Axel.
"Wilda, siapa nama mu," tanya balik Wilda.
"Aku Axel, kau seperti pria," jawab Axel.
"Kau seperti wanita," kata Wilda.
"Bagaimana mungkin kau mengatakan aku seperti wanita, kau tidak melihat ketampanan ku."
"Dari saat kau berbicara, dan lihat pipi mu kenapa merah-merah, kau pakai make up."
"Ini karena pukulan bukan make up," kata Rizky.
"Oh," ucap Wilda.
"Kenapa aku mendapatkan calon istri bar-bar seperti ku, ini sangat tidak adil," kata Axel.
"Kenapa aku mendapatkan calon suami lembek seperti mu, ini sangat merepotkan," ucap Wilda.
"Jaga mulut mu ya, kita tidak cocok aku tidak mau menikah dengan mu, kau tomboi seperti laki-laki. Kau juga tidak berbodi," kata Axel.
"Bodi ku lebih bagus dari mu, aku yakin adik mu di bawa rata-rata." Wilda tidak mau kalah dengan Axel.
"Hey kalian kamu suruh pendekatan bukan bertengkar, sudah ayo ikut paman," ucap Dylan.
Dylan membawa Wilda dan Axel kembali berkumpul dengan yang lainnya.
"Wilda daddy sudah angkat tangan mengurus kenakalan mu, jadi daddy serahkan semua nya pada calon suami mu."
"Kalian akan menikah besok sore, tidak ada penolakan," ucap Rizky.
__ADS_1