
"Iya aku mau," ucap Vero.
"Mau apa," tanya Sakura.
"Mau menikah dengan mu," jawab Vero.
Sakura menaikan satu alis nya karena ia benar-benar bingung maksud dari Vero.
"Maksud mu," tanya Sakura.
"Kata mu kau ingin menikah dengan ku, iya aku mau menikah dengan mu," jawab Vero.
"Kau salah tanggap, maksud ku bukan begitu, aku hanya mengambil perumpamaan, bukan aku ingin menikah dengan mu," kata Sakura.
"Maaf aku salah sangka, hehehe kau sudah tau perasaan ku pada mu," ucap Vero.
"Iya aku sudah tau, Rakha juga sudah memberitahu ku, maaf jika aku belum bisa membalas perasaan mu," ucap Sakura.
"Perasaan mana yang akan kau balas milik ku atau Rakha," tanya Vero.
"Aku belum tau, kalian berdua sama-sama sangat baik pada ku," jawab Sakura.
"Jika tidak bisa membalas perasaan ku jangan memberikan ku harapan palsu ya aku takut kembali patah hati yang ke dua kali nya," kata Vero.
Sakura hanya tersenyum pada Vero, memberikan harapan palsu memang bukan tipe nya. Jika suka ia akan mengatakan nya bila memungkinkan, saat ini perasaan nya masih tersangkut pada Kenzi mantan suami nya.
"Iya Vero, aku yakin kau pasti dapat menerima apapun keputusan ku," ucap Sakura.
Kenzo dan yang lainnya masih mengatur nafas nya karena terlalu lelah berjoget, Sonia inisiatif mengambil kan minum untuk mereka bertiga.
"Terima kasih Kak," ucap Kenzi.
"Kenzo kau sedang apa, berjoget tanpa mengenakan apapun," tanya Verrel.
"Iya dad, ini semua keinginan istri ku, aku sangat malu tapi mau bagaimana lagi dad, semua ini demi istri ku," jawab Kenzo.
"Hahaha kau sangat bucin Kak, oh iya ini testpack untuk mu, kata daddy kakak ipar sedang hamil," ucap Kenzi.
"Kami hanya menebak nya, coba kau periksa dulu," kata Verrel.
"Ini sayang testpack untuk mu, kata daddy apa yang kamu alami itu Tanda-tanda wanita hamil coba saya periksa kan," ucap Kenzo sambil memberikan nya pada Sonia.
"Aku takut sayang," kata Sonia sambil memeng testpack itu.
__ADS_1
"Takut kenapa, tidak akan sakit kok ayo aku temani."
"Bukan karena sakit tapi aku takut jika aku tidak hamil dan membuat mu kecewa," ucap Sonia.
"Tidak akan kecewa, percaya pada ku, semua sudah di atur sayang. Jika tidak hamil kita bisa berusaha kembali," kata Kenzo.
Kenzo membantu Sonia di dalam kamar mandi, sedangkan Verrel dan Kenzi menunggu hasilnya di luar.
"Bagaimana sayang," tanya Sonia.
"Tunggu sebenar garis nya belum terlalu jelas," jawab Kenzo.
Perlahan testpack itu menunjukkan dua garis merah, pertanda bibit yang Kenzo sebar selama ini sudah berkembang di dalam sana.
"Aku hamil," ucap Sonia sambil meneteskan air mata nya karena ia benar-benar terharu.
"Iya sayang kamu hamil, Terima kasih sayang untuk semuanya. Terima kasih Tuhan." Kenzo memeluk istri nya dengan erat.
Kenzo dan Sonia keluar dari kamar mandi dengan mata yang memerah karena terharu akan kehamilan Sonia.
"Kalian kenapa, apa Sonia hamil," tanya Verrel.
"Iya dad, istri ku hamil," jawab Kenzo.
"Selamat kak, aku ikut senang mendengar nya, semoga semua nya berjalan dengan lancar," ujar Kenzi.
Di balik senyuman Kenzi, terselip rasa iri dan sedih karena istri nya sulit untuk hamil, apalagi saat ini Karla sedang sakit kanker serviks yang yang membuat nya mustahil untuk hamil.
"Hey kau kenapa," tanya Kenzo sambil memeluk Kenzi.
"Aku hanya sedikit iri kak, istri mu bisa hamil sedangkan istri ku, tidak sama sekali," jawab Kenzi.
"Kata siapa, kata mu kau mengalami hal yang saja dengan Kenzo, coba periksa saja, aku membelikan dua testpack karena aku yakin pasti istri mu juga sedang hamil," ujar Verrel.
"Tidak dad itu mustahil, aku merasakan hal yang sama dengan Kenzo karena kami saudara kembar, bukan karena istri ku hamil," kata Kenzi.
"Kata siapa tidak mungkin coba dulu, jika kau ragu lakukan sampai kau yakin, semua tidak ada yang mustahil Kenzi."
"Baik dad aku ke kamar dulu, doa kan yang terbaik untuk ku dan Karla," ucap Kenzi.
"Itu pasti, kamu pasti mendoakan yang terbaik untuk kelian berdua," kata Verrel.
"Yakin saja Kenzi, aku menunggu kabar baik dari mu," ujar Kenzo.
__ADS_1
Sementara itu Rakha sedang kedatangan kakek nya Revano, karena sudah lama tidak bertemu Rakha terus memeluk kakek nya itu.
"Kau sudah besar sekarang tapi kenapa kau masih manja begini," ucap Vano sambil mengusap rambut Rakha.
"Aku sangat merindukan mu, bukan kah kita sudah lama tidak bertemu, hmmm sudah 3 tahun kita tidak bertemu," kata Rakha.
"Hahaha iya, aku terlalu sibuk di sana jadi bari sempat datang kembali ke sini," ucap Vano.
"Kek apa aku boleh mempunyai seorang pacar," tanya Rakha.
"Tidak boleh, sudah ayah katakan tidak boleh," saut Dylan.
"Dengarkan kata ayah mu, tidak boleh ya tidak boleh, jika ingin punya pacar ikut dengan kakek saja," ucap Vano.
"Mau di bawa kemana lagi anak ku pah, sudah lama aku berpisah dengan nya tapi malah mau papah bawa lagi," tanya Dylan.
"Aku ingin mengajarkan nya bisnis. Aku datang ke sini karena ingin membawa nya pergi dengan ku, tidak akan lama 6 bulan sampai satu tahun," jawab Vano.
"Bawa lah tapi jangan membuat nya menjadi anak yang nakal dan bermain wanita," kata Dylan.
"Aku tidak mau kek yah, aku ingin tetap di sini," kata Rakha.
"Hanya sebentar sayang, kau harus banyak belajar agar tidak ketinggalan dengan Kenzo dan yang lainnya."
"Rakha ikut dengan kakek jangan membantah ini demi kebaikan mu," kata Dylan.
"Iya yah, aku akan ikut dengan kakek," ucap Rakha.
Dengan ikut dengan kakek nya harapan Rakha untuk mendekati Sakura sudah tidak ada, mungkin benar jika Sakura bukan lah jodoh nya dan ia harus berlapang hati.
"Mungkin Sakura milik mu Vero," batin Rakha.
"Ya sudah besok kita akan pergi, sekarang kau bersiap-siap lah," kata Vano.
"Iya kek," ucap Rakha.
Kenzi sedang membujuk istri nya untuk memeriksa kan kehamilan nya, sedari tadi Kenzi berusaha membujuk Karla agar mau melakukan pemeriksaan.
"Tidak sayang kamu aneh aku saja tidak merasakan tanda kehamilan, untuk apa kamu memberikan mu testpack," ucap Karla.
"Tidak papa sayang, kata daddy mencoba itu tidak merugikan juga, ayo sayang," kata Kenzi.
"Tidak mau Kenzi," ucap Karla.
__ADS_1
"Karla jangan membuat ku marah aku sudah terlalu sabar menghadapi mu, ya sudah jika tidak mau," Kenzi membanting testpack itu dan pergi meninggalkan Karla