
Sesampainya di hotel Sonia langsung buru-buru berjalan menuju kamar nya karena pembalut yang ia pakai benar-benar sudah bocor.
"Novi," ucap Sonia saat melihat Novi keluar dari kamar Kenzi dengan seorang pria.
"Sonia, bukan nya kau pergi," tanya Novi yang terkejut melihat kedatangan Sonia.
"Aku pulang lebih dulu, dan kau bukan nya kau ke tempat Granma mu," tanya balik Sonia.
"Eh iya, aku..
"Perkenalkan aku Lucas," kakak sepupu dari Novi, aku membantu nya mengambil barang-barang nya yang tertinggal." potong Lukas.
"Iya Sonia, tadi aku kebetulan lewat dekat sini, jadi sekalian aku mengambil barang-barang ku," Saut Novi.
"Ohh begitu, ya sudah aku masuk dulu," ucap Sonia dan pergi meninggalkan Novi dan Lucas.
"Dia siapa," tanya Lucas.
"Dia istri nya Kenzo," jawab Novi.
"Hampir saja kita ketahuan, untung dia percaya dengan kita.x
"Iya sayang, Kamu sangat pintar," kata Novi dan mereka langsung pergi meninggalkan tempat itu sebelum Kenzi dan yang lainnya juga datang.
Beberapa jam berlalu Kenzo sudah di buat mabuk oleh Axel dan Rakha, mereka berdua membuat hampir meminum semua Alkohol yang mereka pesan.
Bukan hanya Kenzo, Kenzi pun begitu. Ia memang memiliki sifat arogan tetapi ia tetap keturunan Verrel yang lemah akan Alkohol. Mereka berdua sudah seperti orang gila yang tertawa dan tersenyum sendiri.
"Bukan nya mereka berdua sangat lucu," ucap Rakha.
"Hahaha kau benar, sudah lah ayo kita bawa mereka ke hotel, nanti mereka membuat kekacauan lagi," kata Axel.
Axel dan Rakha langsung membawa Kenzo dan Kenzi ke hotel, mereka yakin akan mendapatkan hukuman ketika Verrel tau jika mereka membuat kedua anak nya mabuk seperti ini.
"Kenzi dimana kartu hotel mu," tanya Axel.
"Sayang kau mau memakan nya, jangan sayang aku hanya punya satu," ucap Kenzi yang berpikir Novi tunangan nya bermain di bawa sana, karena Axel meraba-raba celana Kenzi untuk mencari kartu hotel.
"Ketemu, dasar mesum, begitu saja sudah bangun," ucap Axel.
"Dia sangat bebas dengan Novi, aku saja tidak suka dengan nya," kata Rakha.
Rakha dan Axel melepaskan baju Kenzo dan Kenzi yang sudah basah karena keringat dan minuman, setelah itu mereka meletakan ke duanya di atas ranjang, dan membiarkan kakak beradik itu berpelukan dengan mesra.
__ADS_1
"Sonia sayang ku," ucap Kenzo sambil memeluk Kenzi.
"Iyaa sayang," kaya Kenzi sambil membalas pelukan itu.
"Aku lelah," ucap Rakha dan memilih tidur di samping mereka berdua. Sedangkan Axel memilih menonton televisi di sofa.
Sonia bejalan keluar dari kamar nya, tadi di depan ia seperti mendengar suara Kenzi dan yang lainnya, tetapi saat membuka pintu ia tidak menemukan siapapun.
"Tidak ada siapa-siapa," ucap Sonia dan kembali masuk ke dalam kamar nya.
Sonia memiliki hobi baru yaitu melihat bentuk tubuh suami nya yang benar-benar membuat nya terpesona, Sonia memiliki banyak foto Kenzo sedang bertelanjang dada ataupun berolahraga, foto tersebut ia ambil secara diam-diam saat suaminya sedang lengah.
"Ayo sayang kamu pasti bisa, kamu pasti seperti adik mu," ucap Sonia sambil menahan tawa nya. Karena saat ini ia membayangkan malam pertama diri nya dengan Kenzo.
"Aduh aku tidak tahan ingin merasakan tubuh hangat nya," batin Sonia.
"Tapi apa bisa, masuk aku takut sakit, milik nya sangat besar, aku akan mengukir nya nanti." Ntah dari mana otak Sonia begitu mesum, yang jelas sejak mengenal Kenzo Sonia banyak mencari tentang seperti itu.
Sore hari nya, mereka semua sudah bangun dari tidur siang, wajah Kenzo dan Kenzi sangat masam akibat alkohol yang mereka minum tadi. Apalagi saat mereka berdua tau jika sedari tadi mereka berdua berpelukan.
"Lihat foto kalian, sangat lucu buka," ucap Axel.
"Diam lah, hapus atau aku yang akan menghapus mu," kata Kenzi.
"Untuk apa kau mau berduaan dengan istri mu," tanya Axel.
"Aku ingin mandi, nanti aku kembali lagi," jawab Kenzo.
Sonia yang baru selesai mandi langsung berjalan ke kamar sebelah setelah mendapatkan panggilan dari Kenzi.
"Huuuuppp." Sonia menarik nafas nya secara panjang saat melihat para pria hanya memakai celana pendek.
"Sayang, kamu sudah pulang." Sonia berusaha mengabaikan yang lainnya dan fokus pada suaminya.
"Sayang aku ingin mandi," ucap Kenzo.
"Kamu bauk alkohol," Sonia langsung menaikan satu alis nya saat tau Kenzo minum alkohol karena hal itu sangat di larang.
"Siapa yang membuat suami ku minum alkohol," tanya Sonia dengan sangat marah.
"Mereka berdua," jawab Kenzi.
"Apa kalian tau, Kenzo memiliki cidera otak dan penyakit mental, dia sangat di larang meminum alkohol. Dan kalian malah membuat nya mabuk kalian sadar tidak itu sangat berbahaya bagi nya," ucap Sonia.
__ADS_1
"Maaf kami tidak tau," ucap Axel.
"Makannya cari tau, aku bertanggung jawab penuh dengan kesehatan nya."
"Maaf," ucap mereka berdua.
Kenzo hanya bisa melongo saat melihat istri nya marah, ia merasa tertipu dengan tampang Sonia yang kalem, jika sudah marah diri nya pun menjadi sangat takut.
"Kamu juga, kenapa tidak menolak," tanya Sonia.
"Aku tidak tau," kata Kenzo dengan sangat polos nya.
"Sudah ayo mandi." Sonia membawa pergi Kenzo dari kamar itu.
Kenzi, Axel dan juga Rakha bernafas lega saat Sonia telah pergi, mereka bertiga tidak tau jika Sonia bisa semarah itu.
"Kakak ipar sangat galak," ucap Kenzi.
"Kau benar, aku tidak bisa membayangkan bagaimana nanti jika Kenzo berbuat kesalahan."
"Iya, aku tidak mau mempunyai istri segalak itu, bukan hanya jatah pasti kehidupan ku akan di atur nya," kata Axel.
"Sayang," rengek Kenzo saat Sonia begitu kasar menyabuni nya.
"Biar hilang bauk alkohol mu," kata Sonia.
"Kamu sayang pada ku, sampai kamu semarah itu pada mereka," tanya Kenzo.
"Aku perhatian pada mu, aku khawatir dengan kesehatan mu, aku tidak mau kamu seperti dulu lagi. Apa perhatian ku pada mu kurang membuktikan jika aku sayang pada mu," jawab Sonia.
Wajah Kenzo langsung merah padam, ia pikir Sonia sudah menyatakan cintanya lebih dulu.
"Aku juga sayang kamu," ucap Kenzo dengan sangat malu-malu.
"Iya aku tau," kata Sonia dengan santai nya karena ia belum sadar dengan apa yang di katakan Kenzo.
Kenzo heran dengan Sonia yang tidak kaget saat diri nya mengatakan kata sayang. Padahal ia ingin melihat ekspresi Sonia.
"Tunggu-tunggu dia mengatakan kata sayang," batin Sonia.
"Aaaahhhkkkkk," teriak Sonia dan langsung berlari keluar kamar mandi meninggalkan Kenzo yang diam membeku.
"Sayang, aku belum siap mandi," teriak Kenzo saat sadar jika Sonia sudah berlari keluar dari kamar mandi.
__ADS_1