
Sebelum pergi Verrel masuk ke dalam kamar nya untuk mengambil jaket dan berpamitan kepada Akifa. Ia juga ingin memastikan jika si kembar benar-benar sudah tidur dengan lelap.
"Mau kemana sayang," tanya Akifa.
"Aku ingin mencarikan mangga muda untuk bunda, bunda ngidam seperti kamu sayang," jawab Verrel.
"Aku juga mau sayang, ambil kan ya matang juga ya," ucap Akifa.
"Kamu juga hamil sayang," tanya Verrel.
"Tidak, aku hanya ingin saja sayang," jawab Akifa.
"Ya sudah aku pergi dulu sayang, kamu jaga anak kita ya, kalau nangis beri saja itu mu aku saja jika kamu beri tidak nangis lagi," kata Verrel.
Verrel memindahkan Kenzo dan Kenzi ke samping Akifa, agar jika mereka bangun Akifa dapat langsung menenangkan nya. Setelah itu Verrel menyusul ayah nya yang sudah menunggu di mobil.
"Ayo yah," ucap Verrel.
"Apa ini ayah ku, kenapa jadi lebih muda seperti ini," goda Verrel yang cukup terkejut dengan style yang Alvaro gunakan.
"Hahaha aku memang masih mudah, umur mu 28 tahun aku 52 tahun aku sudah seperti sugar daddy," kata Alvaro.
__ADS_1
"Dulu saat ayah menikah dengan bunda, apa bunda masih muda," tanya Verrel.
"Masih sangat muda, aku tidak akan menceritakan bagaimana aku bisa bertemu dengan bunda mu, tapi dia menikah berusia 18 tahun," kamu berbeda 6 tahun," jawab Alvaro.
"Dapat gadis muda dong yah, hahaha malam pertama nya masih sangat tidak bisa di lupakan sama seperti saat malam pertama ku," kata Verrel.
"Ya jelas, sampai sekarang ayah tidak merasa ada yang berbeda dengan bunda mu, usia nya sudah menginjak 45 tahun tapi wajah dan tubuh nya seperti 30 tahunan kan," ucap Alvaro.
"Semua bisa dilakukan jika banyak uang yah, tidak heran karena aku sering mengantarkan bunda perawatan dulu, setiap minggu puluhan juta," kata Verrel.
Mereka berdua sudah hampir rampung mengelilingi komplek perumahan ini, tapi tidak ada pohon mangga yang berbuah seperti di rumah mereka yang ada pohon nya tapi tidak ada buah nya.
"Pak dimana ya ada mangga muda," tanya Alvaro pada satpam komplek.
"Anu pak, di kompleks sebelah, bapak tau komplek taman mini, di sana ada pohon mangga yang berbuah sepanjang bulan. Jika ingin mengambil buah nya izin saja dalam hati," jawab satpam.
Alvaro tidak mengerti apa yang di maksud satpam itu, Alvaro langsung menuju ke komplek yang di maksud oleh satpam itu.
"Ayah aku merasa ada yang aneh," ucap Verrel.
"Maksud mu, apa yang aneh," tanya Alvaro.
__ADS_1
"Maksud dari izin di dalam hati bagaimana," tanya balik Verrel.
"Jangan kau pikirkan, yang penting kita mendapatkan mangga muda nya," jawab Alvaro.
Mereka berdua sudah sampai di komplek taman mini, Alvaro menelusuri komplek itu sampai lah mereka tiba di salah satu rumah yang cukup besar dengan pohon mangga yang berbuah cukup lebat.
Verrel merinding seketika saat melihat rumah itu, sangat gelap seperti tidak ada penghuni nya. Belum lagi pohon mangga itu cukup tinggi dan harus di panjat.
"Ayah aku tidak mau turun, aku takut gelap aku takut hantu aku takut segala nya," ucap Verrel.
"Kau tega membiarkan ayah mu mengambil mangga itu sendiri, dimana hati nurani mu Verrel," kata Alvaro.
Verrel benar-benar sangat bingung ia sangat takut kegelapan, tubuh nya bisa gemetar dan ia bisa menangis begitu saja. Akhirnya dengan memantapkan hati nya Verrel mau menemani Alvaro mengambil mangga itu.
"Ingat Verrel izin dalam hati, percuma saja kita berteriak di rumah itu bisa-bisa bukan manusia yang menjawab nya," ucap Alvaro.
"Ayah jangan menakuti aku, kita kembali saja yah aku sangat takut," kata Verrel sambil memeluk Alvaro.
salah satu komentar yang akan author blokir.
__ADS_1