Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 95 S4


__ADS_3

Di dalam kamar Axel dan Wilda masih tertidur dengan lelap. Ntah apa yang terjadi dengan mereka berdua kemarin malam sampai-sampai mereka hanya memakai pakaian d*lama. Kepala Wilda sedang berada di atas dada bidang Axel sedangkan Axel memeluk Wilda dengan sangat erat.


Rizky berjalan masuk ke dalam kamar Axel, ia ingin membawa Axel mengurus segala keperluan pernikahan nya nanti. Saat melihat ke arah ranjang mata Rizky terbelalak saat melihat Axel dan Wilda berpelukan dengan sangat mesra.


"Apa ... Apa semuanya berlalu begitu cepat. Apa bisa melakukan hal seperti itu tanpa cinta," batin Rizky.


Rizky sangat bingung harus berbuat apa, membangun mereka berdua tidak mungkin bagi nya, bisa-bisa ia melihat apa yang seharusnya tidak ia liat. Rizky benar-benar sangat menyesal telah menyatukan mereka berdua dalam satu kamar, dalam satu malam saja berdua berhasil melakukan nya.


"Tenang Rizky, mereka akan menikah. Tidak papa jika sudah unboxing duluan. Meskipun ini kesalahan mungkin ini yang terbaik untuk mereka berdua," batin Rizky dan pergi meninggalkan mereka berdua.


Suara pintu tertutup sukses membangunkan Wilda, meskipun sudah sadar Wilda enggan membuka mata nya. Malahan tangan nya bergerak mengusap perut sixpack Axel.


"Satu dua tiga empat .... delapan, banyak juga ya," ucap Wilda yang masih belum sadar dengan apa yang ia lakukan sekarang.


Axel mulai terbangun saat merasakan perut nya di pencet-pencet Wilda, mata nya perlahan terbuka untuk melihat apa yang terjadi.


"Ahkkkkk, cabul," teriak Axel.


Begitu juga dengan Wilda yang langsung lompat ke atas tubuh Axel karena ia benar-benar sangat terkejut.


"Kau, kenapa kau di atas tubuh ku," ucap Axel.


"Ahhkkkh." Wilda kembali berteriak tetapi tidak menyingkirkan dari atas tubuh Axel.


"Hey jangan hanya berteriak, menyingkir dari atas sana," ucap Axel.


"Oh iya lupa," kata Wilda dan langsung turun dari atas tubuh Axel.


"Apa yang kau lakukan pada ku, kau mencabuli ku," tanya Wilda.


"Sebelum kau bertanya tutup dulu tubuh mu," ucap Axel.


"Ahkkkk kau cabul, mata buaya," teriak Wilda sambil melempar wajah Axel dengan bantal.


"Dada mu rata sekali, bagaimana aku akan puas," ucap Axel sambil menarik bantal untuk menutupi anu nya yang perlahan naik.


"Diam, tidak sopan berbicara seperti itu pada wanita," kata Wilda.

__ADS_1


"Oh iya kau wanita, aku kira kau pria, tidak memiliki dada."


"Kau benar-benar membuat ku marah Axel, aku patah kan milik mu itu."


"Diam," ucap Axel.


"Kenapa kau meminta ku untuk diam, kau sudah menganu-nganu akan kan," tanya Wilda.


"Wilda apa kau amnesia, hahaha kau jangan pura-pura lupa, yang menggoda tadi malam siapa, lihat lipstik mu masih membekas di dada ku," jawab Axel.


"Tidak ini tidak mungkin, aku melakukan nya. Aku sudah tidak gadis lagi. Ahhhkkk ini sangat mengerikan. Tapi kenapa aku tidak merasakan apapun," ucap Wilda.


"Karena kau mabuk, kau meminum wine milik ku, jadi jangan salahkan aku."


"Tubuh ku sudah kau jelajahi, tubuh ku kotor hiks hiks hiks," akhirnya si tomboi menangis karena ulah Axel.


"Kenapa kau menangis, cepat atau lambat kau juga akan merasakan nya, sudah lebih baik kau mandi bersihkan tubuh ku. Maaf jika aku meninggalkan jejak," ucap Axel.


"Dasar cabul, kau tidak merasa bersalah setelah mengambil nya dari ku, aku tidak akan memaafkan ku." Wilda bangkit dari atas kasur dan langsung masuk ke dalam kamar mandi. Ia tidak peduli tatapan mata Axel saat melihat tubuh mulus nya.


"Sial rata si rata, kenapa aku bernafsu juga," batin Axel.


Malam itu Axel memang hampir kehilangan kendali karena Wilda terus mencium dada bidang nya. Tetapi Axel terus menahan nya dan berusaha untuk tidur, karena memang sudah sangat ngantuk dan mendapatkan pelukan hangat akhirnya Axel tertidur dengan sendirinya. Begitu juga dengan Wilda yang ikut tertidur di dalam pelukan itu.


Wilda tidak memakai pakaian karena ia sendiri yang melepaskan nya, malam itu ia juga merasa kegerahan dan ia melepas pakaian nya tanpa sadar.


"Hiks hiks hiks dasar pria tidak tau diri, sudah dapat enak nya tidak kau bertanggung jawab," ucap Wilda.


"Tapi dia kan calon suami ku, mau bertanggung jawab bagaimana, ya sudah lah malam pertama sudah berlalu tanpa terasa. Dan aku sudah bebas sekarang."


Axel masih terkekeh mengingat ekspresi Wilda tadi, ia tidak tau jika wanita bar-bar itu sangat buta dalam hal seperti itu. Ia berpikir ternyata menikah tidak seburuk yang ia pikiran.


Meskipun begitu Axel sama sekali belum bisa melupakan Laura, otak nya terus saja memikirkan wanita yang sangat ia cintai itu.


"Laura jawab, jangan membuat ku gila karena mu."


"Ada apa, berhenti mengubungi ku," ucap Laura.

__ADS_1


"Aku tidak bisa melupakan mu, aku akan menikah tapi bayang-bayang wajah mu tidak hilang dari pikiran ku."


Laura tidak merespon pesan dari Axel, ia lebih memilih mengabaikan Axel walaupun ia merasakan hal yang sama dengan apa yang di rasakan Axel. Laura juga mulai mendekati temannya pria nya, ia melakukan hal itu agar dapat melupakan Axel.


"Aku bisa gila jika begini," ucap Axel.


Sesampainya di rumah Kenzi dai sambil oleh semua orang, mereka sangat senang akhirnya Kenzi kembali ke rumah setelah sekian banyak masalah.


Baru saja sampai di rumah, Kenzi, Kenzo sudah mulai menggosip di dalam kamar, mereka mulai membicarakan kegilaan Axel yang berpacaran dengan adiknya sendiri.


"Kau tidak seperti nya kan Rakha," tanya Kenzi.


"Tidak lah, kau gila. Aku mana mungkin melakukan hal bodoh itu," jawab Rakha.


"Apa Axel sudah berbuat itu pada Laura, aku sangat penasaran," kata Kenzo.


"Kalian tau menggosip di depan orang nya lebih menyenangkan, lebih baik aku panggil dia ke sini," ucap Rakha..


"Iya iya kau benar, kita akan menanyakan langsung pada nya," kata Kenzi.


Axel yang memang berniat bergabung dengan para sepupu nya, langsung berjalan masuk ke dalam kamar Kenzi saat mendapatkan panggilan dari mereka.


"Kau sudah pulang," tanya Axel.


"Kau saja terlalu sibuk," jawab Kenzi.


"Axel kau sudah putus kan dengan Laura," tanya Rakha.


"Sudah, kenapa?"


"Kau sudah melakukan nya dengan Laura," tanya Kenzo.


"Sudah beberapa kali, kenapa emang nya."


"Apa kau gila, itu hubungan satu darah," ucap Kenzi.


"Hahaha tidak aku tidak pernah melakukan nya, aku belum sejauh itu," kata Axel.

__ADS_1


"Aku bingung padahal aku yang ingin menikah, Tapi kenapa aku menikah terkahir dari kalian semua," ucap Rakha.


__ADS_2