
"Pak, jangan aneh-aneh." Ucap Alana.
"Siapa yang aneh-aneh Alana, kamu masuk saat saya tidak memakai apapun, berarti kamu mengajak saya untuk berkembang biak." Kata Rizky.
"Saya hanya ingin membangun kan bapak, dan kenapa bapak tidak memakai pakaian. Apa tidak takut masuk angin." Tanya Alana.
"Jika saya masuk angin ada kamu yang menghangatkan tubuh saya Alana, mari kita lakukan." Rizky membalik tubuh Alana, Kini dia berada di atas tubuh Alana.
"Pak, milik bapak menyentuh milik ku." Ucap Alana yang merasakan sesuatu yang mengganjal di bawa sana.
"Abaikan saja, nanti kamu akan takut jika melihat nya." Kata Rizky.
"Pak aku mohon jangan sekarang besok saja. Kan kita besok akan menikah, jadi kita lakukan perkembangan biakan itu setelah kita sah." Ucap Alana.
"Kamu benar juga, aku bukan laki-laki brengsek."
"Bagus lah kali ini aku terselamatkan." Batin Alana.
"Tapi aku ingin mencium kamu dulu." Ucap Rizky.
"Jika hanya ciuman aku bisa pak, ingat hanya bibir tidak lebih." Kata Alana.
"Hmmmm jika lebih aku khilaf." Rizky langsung menerkam bibir Alana. Dengan senang hati Alana membalas ciuman panas dari Rizky.
"Terimakasih, keluar lah dari kamar ini, jika tidak ingin terjadi perkembangan biakan." Ucap Rizky setelah puas merasakan bibir Alana.
Alana langsung berlari ke luar kamar Rizky. Dan Rizky terlentang dengan junior yang sudah on.
"Alana kenapa aku senafsu ini saat bersama mu." Batin Rizky.
__ADS_1
"Sayang." Teriak Dylan.
"Ada apa, kenapa berteriak." Tanya Lia yang tiba-tiba berada di belakang tubuh Dylan.
"Aku ingin." Ucap Dylan.
"Maaf aku sedang datang tamu." Kata Lia.
"Aahhh ini tidak adil." Teriak Dylan.
"Mas, aku ingin jalan-jalan kemana saja, tidak harus ke mall atau ke tempat mahal, ke lebih suka ke alam, danau atau sejenis." Ucap Lia.
"Bagaimana kalau kita camping, itu akan sangat menyenangkan." Kata Dylan.
"Ajak Akifa dan juga Verrel, semakin banyak orang semakin seru dan menyenangkan." Ucap Lia.
"Baik lah, aku juga akan mengajak Alana dan Rizky." Kata Dylan.
"Pernikahan mu malam hari, dan kita akan pulang pagi hari, tidak akan menganggu apapun. Kau harus mau." Ucap Verrel.
Karena tidak bisa menolak akhirnya Rizky dan Alana juga ikut camping. Mereka semua naik ke dalam mobil kemah yang besar dan muat membawa semua keperluan mereka.
"Dulu kakek Alex pernah camping di sebuah danau x kita akan ke sana." Ucap Verrel.
"Aku ikut dengan mu saja, yang terpenting menyenangkan." Kata Dylan.
Sebelum sampai ke lokasi tujuan Verrel menghentikan mobil nya di minimarket untuk membeli beberapa keperluan yang kurang.
"Alana, kamu belikan saya obat mag, saya takut jika mag saya tiba-tiba kumat." Ucap Rizky.
__ADS_1
"Iya kak." Alana keluar dari mobil ikut dengan yang lain nya.
"Dia memanggil ku kak, apa karena ada Dylan dan istri nya." Batin Rizky.
"Ada apa dengan mu, sabar sebentar lagi." Ucap Dylan.
"Kau tau saja apa yang aku pikirkan." Kata Rizky.
"Kita sama-sama laki-laki dan memiliki nafsu, smua laki-laki pasti memikirkan hal itu." Ucap Dylan.
Lia mencubit perut Dylan karena membicarakan hal mesum di depan nya.
"Sakit sayang, jika kamu mau nanti saja." Ucap Dylan.
Setelah Verrel dan yang lain nya kembali, mereka pun melanjutkan perjalanan. Sesampainya di danau yang Verrel maksud mereka langsung mendirikan tiga tenda.
"Akhirnya selesai juga." Ucap Dylan.
"Alana, Lia ayo kita main di pinggir danau." Ucap Akifa.
"Ayo." Mereka bertiga berjalan menuju danau. Sedangkan para pria memilih menyiapkan kayu bakar untuk nanti malam.
"Malam ini kita main turth or dare." Ucap Dylan.
"Siapa takut, dengan senang hati." Kata Verrel.
"Itu permainan anak kecil, aku tidak mau." Tolak Rizky.
"Aku tidak butuh pendapat mu, mau tidak mau ku harus ikut." Ucap Verrel.
__ADS_1
"Kalian selalu memaksa ku." Rizky berjalan mendekati Alana.
Mereka semua duduk di pinggir danau menatap langit berwarna oranye karena tenggelam nya sang surya.