Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 68 S2


__ADS_3

Angel terkejut saat melihat apa yang di lakukan suami nya, ia melihat Alvaro tanpa mengenakan sehelai benang pun. Mata nya benar-benar sudah terkontaminasi karena perbuat Alvaro. Angel membalik tubuh nya dan memberikan suami pergi dari hadapan nya setelah itu baru lah ia mengambil pakaian yang telah di buka oleh Alvaro.


Angel menyiapkan pakaian Alvaro karena hari ini hari minggu Angel menyiapkan pakaian santai itu juga salah satu pesan dari Agnes, agar Alvaro tidak pergi dan menghabiskan waktu di rumah.


Setelah 30 menit berlalu Alvaro keluar dari kamar mandi, ia berjalan masuk ke ruang ganti untuk memakai pakaian nya.


"Seperti nya kehidupan ku akan benar-benar di atur mulai saat ini." gumam Alvaro.


"Tuan aku ingin mandi, apa ada yang tuan butuh kan lagi." tanya Angel.


"Pakai kan pakaian ku." ucap Alvaro.


"Memakai pakaian." tanya Angel.


"Iya kenapa, apa kau mau melupakan kewajiban mu sebagai istri." jawab Alvaro.


"Baiklah." ucap Angel.


"Tidak perlu yang ada kau akan bernafsu dan menggoda ku, sekarang kau mandi aku tidak mau dekat-dekat dengan wanita bauk." ujar Alvaro.


"Iya tuan." kata Angel.


Alvaro menunggu Angel sambil memainkan HP nya, ia memeriksa saldo ATM nya yang semakin lama semakin sedikit. Belum lagi jika ia bertemu dengan Elena sudah pasti memerlukan uang yang cukup banyak. Uang bulanannya juga akan masuk 1 minggu lagi kalau daddy tidak telat mengirim nya.


"Ahhhh apa yang harus aku lakukan." ucap Alvaro.

__ADS_1


Sementara itu Adit, Agnes dan Alex sudah berada di ruang makan. Karena Alvaro akan mulai kuliah dengan waktu dekat, Alex memberikan beberapa penawaran ikut kuliah bersama Alex atau masuk kedalam kantor nya. Jika kuliah Adit hanya melanjutkan s2 nya yang tertunda.


Adit tidak bisa menjawab nya sekarang, ia akan bertanya pada Alvaro apa yang akan di lakukan nya. Karena ia sadar semua keputusan itu ada di tangan Alvaro.


Setelah selesai mandi Angel keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang melilit di tubuh nya, ia lupa membawa baju ganti dan terpaksa harus menggunakan handuk. Lagi pulak yang berada di kamar ini hanya ada Alvaro yang berstatus suami nya.


Alvaro menelan air ludah nya saat melihat tubuh Angel yang putih bersih. Menurut nya Angel adalah wanita ter putih yang pernah ia lihat.


"Ada apa dengan mu al, kenapa kau mudah sekali tergoda." gumam Alvaro.


Ini pertama kali nya iman Alvaro tergoda sangat cepat dengan hanya melihat kulit mulus Angel, ia tidak bisa membayangkan jika melihat istri nya tanpa mengenakan apapun. Biasa Alvaro tidak pernah seperti ini, sudah banyak wanita yang ia lihat tetapi tidak ada yang menarik perhatian nya.


"Al ingat harga diri mu, jangan sampai harga diri mu jatuh." gumam Alvaro.


Setelah berganti pakaian Angel hanya menggunakan bedak tabur yang Agnes berikan. Angel juga terbiasa menggunakan bedak seperti itu karena ia sangat jarang keluar rumah jadi tidak memerlukan make up apapun.


Alvaro tidak menanggapi Angel, ia hanya berdiri dan langsung menggandeng tangan Angel untuk menyakinkan orang tua nya kalau pernikahan nya bukan sebuah paksaan. Jika orang tua nya sudah yakin Alvaro akan dengan mudah kembali ke apartemen nya.


"Sudah kita bilang dengan menggandeng mu tidak akan membuat mu hamil, apa kau benar-benar ingin hamil." ucap Alvaro.


"Tidak tuan." ujar Angel.


"Jadi kau tidak ingin mengandung anak ku." tanya Alvaro.


"Maaf tuan saya mau." jawab Angel.

__ADS_1


"Katakan dengan jelas mau atau tidak, kalau mau katakan mau kalau tidak katakan tidak. Jangan mau bilang tidak dan tidak bilang mau." ucap Alvaro yang sukses membuat Angel pusing.


"Saya ikut apa yang tuan inginkan, karena itu sudah menjadi kewajiban saya." ujar Angel.


"Bagus jadilah istri penurut." ucap Alvaro.


Mereka berdua turun dari kamar dan langsung ke ruang makan yang sudah ada Alex dan yang lainnya sedang menunggu mereka berdua.


"Kau ya, selalu membuat ku kesal. Kenapa lama sekali." ucap Alex.


"Yah, aku minta uang tambahan." ujar Alvaro.


"Kau semakin membuat ku kesal, tidak ada uang tambahan." ucap Alex.


"Al, apa kau tidak rindu adik mu." tanya Agnes.


"Tidak biasa saja, dia membuat kepala ku pusing." jawab Alvaro.


"Dia akan pulang besok. Bersama tante Jihan." ujar Agnes.


"Terserah, bukannya Adit senang jika ada Fiona di rumah." ucap Alvaro.


"Apa itu benar dit." tanya Alex.


"Tidak om, Alvaro hanya mengada-ngada." jawab Adit.

__ADS_1


Adit bukanlah asisten pada umumnya ia bisa di katakan Adit sudah di anggap keluarga oleh keluarga Alex. Itu sebab nya ia tidak terlalu merasa canggung di keluarga ini


__ADS_2