
"Pak kenapa bapak ingin cepat-cepat menikah dengan saya, apa bapak mencintai saya." Tanya Alana.
"Maaf Alana jika aku menjawab tidak apa kamu akan marah dan ketika saya menjawab iya, apa kamu juga akan mencintai saya? "
"Ah bapak, saya kan bertanya." Ucap Alana.
"Hmmm begini saja, kita coba membuka hati kita masing-masing. Kamu membuka hati saya agar saya bisa masuk ke dalam sana. Dan saya membuka hati mu agar kamu dapat masuk. Saya yakin jika kita berdua saling membuka hati kita secepatnya kita akan saling mencintai." Kata Rizky.
"Bapak bisa serius juga rupa nya. Jangan serius-serius pak." Ucap Alana.
"Sekarang saya tanya, kenapa kamu mencium saya malam itu." Tanya Rizky.
"Hmmm saya juga tidak tau pak, hati saya tidak tega menampar bapak. Apa saya memiliki perasaan pada bapak." Jawab Alana.
"Itu perasaan kamu, kenapa malah kamu yang bingung." Kata Rizky.
Rizky mendekati bibir Alana untuk mencium nya, tapi Alana menahan bibir itu. "Kita balum sikat gigi pak. Jangan asal mencium." Ucap Alana.
Verrel mengajak Akifa dan yang lain nya mandi kw dalam danau, air danau di pagi hari sangat lah dingin dan menyegarkan.
"Kalian tidak mengajak kami." Ucap Rizky.
"Kau bangun terlalu siang." Teriak Dylan.
"Ayo kemari bodoh, aku tidak mau satu mobil dengan orang yang belum mandi." Ujar Verrel.
"Alana, saya ke sana dulu, akan pamer kan kemampuan berenang ku." Rizky berlari mendekati Verrel dan Dylan.
"Lia kamu tidak mandi." Tanya Alana.
"Aku sedang datang bulan, tidak mungkin aku gabung dengan mereka, kamu kenapa tidak mandi?".
__ADS_1
" Tidak ingin, nanti saja di rumah." Kata Alana.
Verrel dan Rizky sudah bersiap untuk lomba berenang, selain jago basket Rizky juga sangat mahir dalam berenang dan dulu ia pernah bertanding dengan Verrel. Tetapi di antara mereka berdua tidak ada yang memang karena bertengkar di tengah pertandingan.
"Aku akan mengalah kan mu bodoh." Ucap Verrel.
"Jika bisa lakukan lah, kau pikir kemampuan berenang ku menghilang."
"Satu dua tiga." Ucap Dylan.
Verrel dan Rizky langsung berenang secepat mungkin menuju garis finis.
"Aku menang." Kata Rizky yang terlebih dulu sampai garis Finish.
"Tolong aku kaki ku." Teriak Verrel.
"Kau jangan menipu ku, kau kalah makan nya seperti itu." Ucap Rizky.
Rizky mencari penyebab Verrel tenggelam karena saat ingin menarik Verrel tubuh Verrel terasa sangat berat.
"Rumput." Rizky melepas kan belitan rumput yang membelit kaki Verrel.
Setelah Verrel bisa di tarik mereka berdua langsung membawa Verrel naik ke atas danau.
"Nafas buatan." Ucap Dylan yang sedang memompa dada Verrel.
"Akifa lakukan." Ucap Rizky.
Akifa langsung memberikan nafas buatan untuk suaminya, karena dia juga terlalu panik itu membuat nya tidak benar memberikan nafas buatan pada Verrel.
"Rizky beri Verrel nafas buatan, Akifa tidak benar melakukan nya." Ucap Dylan.
__ADS_1
"Aku tidak mau itu sangat menjijikkan."
"Kau mau dia mati." Bentak Dylan.
Karena tidak ada pilihan lain, Rizky mendekati mulut Verrel untuk memberi nya nafas buatan. Sebelum bibir mereka bersentuhan Verrel terlebih dahulu memuntahkan air dari dalam perut nya tempat di wajah Rizky.
"Sial." Ucap Rizky.
"Ahhhh kau tidak normal, kau mau mencium ku" Teriak Verrel.
"Aku ingin membantu mu, jangan salah paham." Kata Rizky.
"Sayang." Akifa memeluk Verrel dengan erat.
"Tidak papa, aku tidak papa, jangan cemas." Verrel mengusap rambut Akifa.
"Kenapa kau bisa terlilit rumput itu." Tanya Rizky.
"Aku juga tidak tau." Jawab Verrel.
"Seperti nya kita melanggar larangan di sini." Ucap Dylan saat membaca larangan yang terpasang tidak jauh dari mereka.
"Tadi malam, kau hubungan intim bukan, lihat kah di larang berbuat hal tidak senonoh di sini." Kata Rizky.
"Pantas saja aku merasa aneh dari kemarin, kata kakek ku danau yang ia datangi dulu cukup ramai, dan lihat sekarang tidak ada kehidupan di sini." Ucap Verrel.
Dengan cepat mereka semua langsung berkemas dan pergi meninggalkan danau itu, sebelum Verrel terlebih dahulu meminta maaf jika berbuat kesalahan di sana.
"Aku sudah meminta maaf, jangan ikutin aku" Ucap Verrel.
Note : Setuju gak jika Author buat episode khusus horor😅
__ADS_1