
"Sayang, bisa aku jelas kan semua ini. Ini tidak seperti yang kamu pikirkan." Vano berusaha menjelaskan ke salah pahaman ini.
"Aku tidak butuh penjelasan mu Vano, kau sama seperti laki-laki lainnya apa tubuh ku tidak memuaskan mu." teriak Anggi.
"Sayang, percaya pada ku, ini bukan aku. Bisa saja ini editan banyak yang ingin menjatuhkan ku." Kata Vano.
"Tidak ada maling yang ngaku Vano, percaya dengan mu adalah kesalahan terbesar ku. Aku menyesal mencintai orang seperti mu. Hubungan kita sampai di sini, terimakasih telah memberikan rasa cinta dan sakit secara bersama." ucap Anggi sambil menangis.
"Sayang, ayolah dengar kan penjelasan ku dulu." bujuk Vano.
"Pergi van, aku muak melihat mu, aku tidak butuh penjelasan dari mu." Anggi kembali terduduk.
"Anggi percaya pada ku, kamu perempuan satu-satu nya yang aku tiduri, aku tidak seperti apa yang kamu pikirkan, jika kamu cinta aku kamu gak bakal mudah percaya dengan semua foto ini. Aku kira cinta kita sudah kuat dan kamu benar-benar mencintai ku, tapi semua itu bulshit nggi, semua itu kebohongan. Kamu tidak benar-benar mencintai ku, mungkin cinta mu hanya sebatas karena aku pernah meniduri mu." kata Vano yang malah terpancing emosi karena Anggi sama sekali tidak mau mendengar kan nya.
"Semua laki-laki sama brengsek. Aku benci kamu Vano." teriak Anggi dan berlari meninggal kan Vano.
Vano ikut mengejar Anggi, Anggi adalah tanggung jawab nya. Ia tidak ingin orang yang ia cintai terluka dan berbuat yang dapat merugikan diri nya.
Karena tidak fokus dan terlalu terburu-buru, Anggi terjatuh di tengah jalan. Naas nya secara bersamaan ada truk besar yang sedang melaju cukup kencang.
__ADS_1
"Anggi awas." teriak Vano sambil berlari menyelamatkan Anggi.
"Brukkk." terjadi suara tabrak yang cukup kuat, truk itu sampai terguling menabrak pembatas jalan.
Anggi terpental di pinggir jalan karena Vano mendorong nya, sedangkan Vano lah yang menjadi korban kecelakaan itu. Tubuh Vano tergempar cukup jauh dengan kepala yang mengeluarkan darah segar.
Anggi yang melihat itu berteriak histeris dan berlari mendekati Vano tidak peduli diri nya juga terluka.
"Vanoo!!!!" Anggi memeluk tubuh Vano yang sudah lemas. Semua orang yang berada di tempat itu tidak ada yang berani mendekat sebelum polisi dan ambulans sampai di lokasi kejadian.
Tak lama beberapa ambulans dan polisi datang untuk mengamankan tempat itu, Vano dan Anggi berserta supir truk langsung di bawa ke rumah sakit. Anggi yang hanya mengalami luka ringan hanya di membersihkan luka nya, ia juga mengganti pakaian nya dengan pakaian rumah sakit karena pakaian nya sudah penuh dengan darah Vano.
Keluarga Efron yang mendapat kan kabar ini langsung berangkat ke rumah sakit secara bersama-sama. Perasaan Jihan sudah tidak enak pada putra semata wayang nya. Sesampainya di rumah sakit mereka semua langsung menuju ke UGD.
Kali Jihan terasa sangat lemas, ketikan melihat Anggi yang menangis di depan sana. Sudah pasti kondisi Vano sangat menghawatirkan karena Anggi sampai menangis histeris seperti itu.
Jihan langsung memeluk Anggi, dan Anggi membalas pelukan itu, walaupun Jihan belum mendapatkan kabar dari pihak rumah sakit bagaimana kondisi Vano, tapi Jihan langsung mengerti bagaimana kondisi putra nya karena ikatan batin antara mereka berdua.
"Maaf tan, ini salah Anggi." Anggi menangis di dalam pelukan Jihan.
__ADS_1
"Sudah sayang tidak ada yang perlu di salahkan, ini semua sudah takdir." kata Jihan.
Tak lama dokter keluar dari UGD dengan wajah yang cemas.
"Siapa pemilik cincin ini." tanya dokter itu.
"Itu milik Vano dan di beli untuk Anggi." jawab Alvaro.
Anggi mengambil cincin berlian itu dan menggenggam nya dengan erat. Perasaan nya semakin hancur saat melihat cincin itu.
"Cincin itu berada di genggaman tangan pasien. Kondisi pasien masih belum stabil dan akan di pindah kan ke ruang inap." jelas dokter.
Setelah beberapa saat Vano keluar dari UGD dengan kepala yang di perban, wajah nya benar-benar tampak sangat pucat. Kevin memesan kamar khusus untuk putra nya, ia ingin yang terbaik untuk putra nya.
Anggi duduk di samping Vano dengan terus menggenggam dan mencium tangan Vano. Perasaan bersalah ini semakin menghantui Anggi.
Malam ini Anggi dan Alvaro dan orang tua Vano berada di rumah sakit sedangkan yang lainnya memutuskan untuk pulang.
Pukul 1 dini hari Anggi terbangun secara tiba-tiba karena seperti ada yang mencium wajah nya, ternyata yang memahami itu bukan diri nya saja. Alvaro yang lainnya juga mengalami hal yang sama. Tiba-tiba alat yang berada di tubuh Vano berbunyi dan Vano mengalami kejang. yang membuat Anggi dan yang lainnya panik. Alvaro langsung berlari memanggil dokter. Dokter datang dan langsung memeriksa Vano.
__ADS_1
"Tittttttt...." satu suara yang membuat mereka semua menangis secara histeris.