
Alex yang di tunggal kan Agnes merasa sangat bersalah, menurutnya yang di katakan Agnes adalah benar. Tidak seharusnya ia berkata dan bertindak seperti tadi, sekarang hanya ada penyesalan yang tersisa. Karena penyesalan datang di akhir.
Alex masuk kedalam kamar nya untuk meminta maaf pada Agnes karena sudah membuatnya kecewa, ia juga ingin meminta saran pada Agnes apa yang harus ia perbuat saat ini, Kevin dan Jihan sudah pergi dari rumah nya tentu saja ini membuat kepala nya terasa semakin terasa sangat pusing.
Alex memeluk Agnes dengan sangat erat, ia meminta maaf pada Agnes dengan sangat sungguh-sungguh kalau ia merasa salah dan sangat bersalah.
"Maafkan aku, aku salah, aku bodoh dalam berpikir. Aku selalu terbawa emosi, aku salah tolong jangan seperti ini pada ku. Maafkan aku sayang." ucap alex dan tanpa sadar menitihkan air mata nya
Agnes membalik badannya ia tau jika Alex benar benar-benar merasa bersalah, apalagi terdengar suara tangisan dari ucapan Alex. Itu sudah cukup membuat nya memaafkan suami nya itu, sebenarnya ia juga tidak bisa terlalu lama marah pada Alex. "Aku tau yang kamu lakukan itu karena kamu sayang Jihan tapi tetap saja sayang itu salah, sekarang kita membicarakan nya baik-baik dan mencari solusi yang terbaik untuk masalah ini." Kata Agnes sambil memeluk Alex dengan sangat erat.
"Terimakasih telah memaafkan ku, aku berjanji tidak akan bertindak kasar dan lebih berpikir dalam bertindak." ucap Alex dengan menunjukan senyuman di wajah nya.
Kevin dan Jihan sedang bertempur hebat, Jihan tidak bisa menolak keinginan dari Kevin, walaupun yang mereka lakukan itu salah tetapi apa boleh buat rasa cinta membutakan segala nya.
Tubuh Jihan bagai candu untuk Kevin, ia ingin selalu merasakan tubuh yang membuat nya tergila-gila, apalagi usia Jihan yang masih mudah membuat terasa sangat segar dan nikmat. Berbeda dengan Kevin, Jihan sudah merasa sangat telah junior nya Kevin yang tertancap di pangkal paha nya mulai terasa perih, ukuran nya yang mengikuti ukuran tubuh Kevin membuat Jihan harus merasakan perih di pangkal paha nya. Apalagi hari ini Jihan sudah di gempur dua kali oleh Kevin.
"Sakit." ucap jihan yang sudah tidak tahan.
__ADS_1
"Sebentar lagi sayang." Kevin sambil mempercepat gerakan nya.
Tubuh mereka berdua bergetar secara bersama dan Kevin jatuh di atas tubuh Jihan saat telah mengeluarkan benih nya, begitu juga dengan Jihan yang sudah tidak bisa bergerak lagi. Ia memejamkan mata nya membiarkan Kevin membawa tubuh nya masuk kedalam kamar mandi untuk membersikan diri.
Setelah membersikan diri dengan penuh perhatikan Kevin memakaikan pakaian Jihan satu persatu, karena ia sadar Jihan seperti ini akibat ulah keganasan nya. Kevin mengambil HP nya yang berdering, saat ingin mengangkat nya ia sedikit terkejut siapa yang menelfon nya.
"Alex." ucap Kevin.
"Kak Alex?" tanya Jihan sambil membetulkan posisinya.
"Angkat saja, aku tidak kau dia menyuruh orang nya untuk mencari kita." jawab Jihan.
"Baik lah akan ku angkat." ujat Kevin.
"Halo tuan." ucap Kevin yang masih menganggap Alex bos nya.
"Ke rumah lah, ada yang ingin ku bicarakan." ujar Alex dan langsung mematikan sambung telfon.
__ADS_1
"Pulang ke rumah?" tanya Jihan.
"Iya sayang, ada yang kakak mu ingin kata kan." kawan Kevin sambil mengusap wajah Jihan.
"Aku tidak mau." kata Jihan yang kembali tidur dan menutup diri nya dengan selimut.
"Sayang, kita harus pulang. Pasti ada hal penting yang ingin kakak mu katakan." Kevin mendekati Jihan lalu mengusap Rambut Jihan dengan lembut.
"Aku tidak mau, dia kasar. Dia selalu mengatur hidup ku, aku capek." ucap Jihan.
"Sayang.. Kakak mu seperti itu karena sayang dengan mu, dia ingin yang terbaik untuk mu. Soal masalah tadi mungkin karena dia sangat kecewa pada kita. Semua bisa kita bicarakan baik-baik." kevin memberikan pemahaman pada Jihan.
"Tapi, aku takut di marah lagi pada ku." ucap Jihan.
"Kita harus meminta maaf pada nya, pasti kita sudah sangat mengecewakan dan menyakiti hati nya." kata Kevin.
"Kamu benar, kita harus meminta maaf pada nya. Aku sangat merasa bersalah telah mengecewakan hati nya. Padahal selama ini dia sangat menyayangi ku."
__ADS_1