
Candra dan Rizky banyak berbincang tentang kehidupan mereka setelah bertahun-tahun tidak pernah bertemu, Rizky membuang rasa marah dan dendam nya pada saudara kembar nya, karena menurut nya masa lalu biar lah berlalu, menyimpan amarah tidak membuat semua nya lebih baik.
"Siapa pacar mu sekarang." Tanya Rizky yang sebenarnya ragu menanyakan hal itu.
"Kenapa ekspresi mu seperti itu, ingat aku sudah normal, tapi aku tidak memiliki seorang pacar dia pergi meninggalkan ku." Jawab Candra.
"Kau yakin sudah normal, sebenarnya aku takut dekat-dekat dengan mu." Ucap Rizky.
"Jika takut pergi lah, aku tak mau memaksa mu dekat dengan ku, dengar kejadian dulu hanya kesalahan pemikiran ku, setelah kau pergi dan marah pada ku, aku sadar semua itu tidak benar. Aku mencari jati diri ku dan mendapat kan satu orang wanita yang membuat ku tergila-gila pada nya." Kata Candra
Mereka berdua terus menerus minum tanpa ingat waktu, pukul 3 dini hari mereka berdua baru tertidur di satu ranjang yang sama, yang selama ini sangat Rizky hindari karena takut dengan kegilaan Chandra.
Pukul 6 pagi, Alana bangun dari tidur nya, kekecewaan nya pada Rizky semakin besar karena Rizky masin belum kembali. Alana memilih masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya.
"Ahhh kepala ku." Ucap Rizky sambil memegang kepala nya yang terasa pusing.
Rizky berjalan keluar dari kamar Candra dan masuk ke dalam kamar nya yang memang tidak terlalu jauh dari kamar Candra.
Karena terlalu banyak minum, Rizky masih terpengaruh Alkohol, ia berjalan sempoyongan mencari keberadaan istri nya.
__ADS_1
"Sayang." Teriak Rizky.
Alana yang baru selesai mandi mendengar suara teriakan dari Rizky, ia keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk yang melilit di tubuh nya.
"Dari mana saja kamu." Tanya Alana.
"Sayang, kamu sangat seksi, kamu menggoda ku." Rizky berjalan sempoyongan, dan langsung menerkam tubuh Alana.
"Kak lepas." Ucap Alana yang mendapatkan serangan tiba-tiba dari suami nya. Rizky tidak memperdulikan Alana, ia menarik tangan Alana sampai mereka berdua terjatuh ke atas kasur.
"Aku tidak mau, aku sedang marah pada mu." Ucap Alana.
"Sayang, nanti saja marah nya, aku menginginkan mu." Kata Rizky saat ini dia tidak sadar jika perbuatannya menyakiti Alana.
"Sayang." Rizky jatuh di samping tubuh Alana, ia langsung memeluk istri nya yang sudah tidak memiliki tenaga.
Siang hari nya, Candra sudah terbangun dari tidurnya dan sudah bersiap dengan pakaian yang cukup rapi. "Rizky ada di sini, bagaimana aku bisa menjalankan rencana ku." Batin Candra.
Candra masuk ke dalam kamar Rizky yang tidak terkunci, ia ingin menanyakan apa Rizky akan menginap lagi atau tidak. Jika ia dengan terpaksa Candra menunda semua rencana nya.
__ADS_1
"Dia habis melakukan nya dengan istri nya." Candra langsung kembali keluar dari kamar itu.
Tak lama Rizky terbangun dari tidurnya, ia heran kenapa bisa berada di dalam kamar itu bersama Alana. Padahal seingat nya ia tidur di dalam kamar Candra.
Rizky menarik selimut yang menutupi tubuh istri nya. Betapa terkejutnya dia saat melihat tubuh Alana penuh dengan tanda merah.
"Aku menyakiti nya." Ucap Rizky.
"Sayang." Rizky mengusap wajah Alana yang terlihat habis menangis.
Alana menepis tangan Rizky dari wajah nya, ia kembali menutup tubuh nya dengan selimut.
"Maaf, aku tidak sadar, aku salah." Ucap Rizky.
"Terserah, aku tidak ingin berbicara dengan mu." Kata Alana.
"Sayang, aku minta maaf, aku salah. Aku menyakiti mu." Ucap Rizky.
"Aku tidak pernah tau kau kamu sekasar ini pada ku, aku takut dekat dengan mu." Kata Rizky.
__ADS_1
Rizky menarik tangan Alana agar Alana masuk ke dalam dekapan nya. "Sayang maafkan aku, kamu boleh memukul ku, menyakiti ku, tapi jangan marah pada ku." Ucap Rizky.
Alana berusaha memberontak dari dalam dekapan Rizky, tapi percuma saja tenaga Rizky lebih kuat dari nya. Alana tetap lah seorang wanita pada umumnya yang akan luluh ketika mendapat kan dekapan hangat dari orang yang ia cintai.