
"Wanda." Ucap Verrel.
"Seperti nya begitu aku juga sedikit lupa." Kata Chiko.
"Aku sudah tau nama nya, sekarang aku harus mencari keberadaan nya, walaupun aku belum tau pasti dia atau bukan yang melakukan teror ini." Batin Verrel.
"Kita sudah berkumpul dan tidak enak jika hanya berdiam diri di rumah, ayo kita pergi keluar bersama-sama."
"Aku tidak ikut, kalian saja." Tolak Verrel.
"Kau harus ikut Verrel tidak ada penolakan." Kata Chiko.
Mau tidak mau Verrel ikut dengan teman-teman nya, lagi pula mereka pergi bersama-sama jadi tidak ada yang perlu di takutkan.
"Sayang aku pergi sebentar, kamu di rumah saja jangan kemana-mana, jaga anak kita dengan baik." Ucap Verrel.
"Iya iya kamu hati-hati jangan lama-lama."
"Verrel benar-benar berubah menjadi bucin, aku tidak pernah melihat si playboy Verrel seperti itu." Ucap Chiko.
Setelah berpamitan mereka berempat langsung pergi meninggalkan rumah.
"Kau menikah dengan siapa ky." Tanya Chiko.
"Dengan Alana, adik sepupu Verrel." Jawab Rizky.
"Si cantik Alana, wow kau pp
"Kita sudah bersama bank berjalan." Ucap Mario.
"Hahaha kau benar, Verrel memang bank berjalan kita." Ujar Chiko.
__ADS_1
Mereka semua pergi kecuali Dylan yang harus pergi ke dokter untuk memulihkan ingatan nya, ia sudah benar-benar ingin mengingat semua nya dengan jelas.
Dylan pergi bersama Lia dan Vano, Lia ia ajak karena sekalian ingin memeriksakan kandungan. Dylan ingin tau jenis kelamin anak nya.
"Dylan papah ingin cucu perempuan." Ucap Vano.
"Aku ingin laki-laki pah, agar bisa menjadi penerus ku, jika papah mau nanti aku bisa membuat nya lagi, iya kan sayang." Kata Dylan.
"Semua orang bisa membuat nya tapi kita tidak bisa menentukan jadi nya perempuan atau laki-laki." Ucap Vano.
"Sudah nanti kita lihat saja hasil nya, mau perempuan ataupun laki-laki yang terpenting sehat." Ujar Lia.
Sesampainya di rumah sakit, terlebih dahulu mereka bertiga bertemu dengan dokter yang menangani Dylan. Pengobatan berjalan cukup lama setelah selesai baru lah mereka ke dokter kandungan.
"Aku sudah tidak sabar sayang." Ucap Dylan.
Dan ini lah momen yang selama mereka bertiga tunggu, betapa terkejut nya Dylan saat melihat monitor di depan nya.
"Anak mas Dylan sangat sehat, wah seperti nya mas Dylan menjaga istri nya dengan sangat baik." Kata dokter.
"Eh burung, sayang dia laki-laki." Ucap Dylan.
"Iya sayang anak kita laki-laki." Kata Lia yang tak kalah bahagia nya dengan Dylan.
"Ya laki-laki, ya sudah lah yang penting dia sangat sehat." Ujar Vano.
"Tenang pah, aku akan membuat nya lagi untuk mu." Ucap Dylan.
Sementara itu Verrel dan yang lainnya sedang berada di salah satu mall besar di kota ini, seperti yang mereka katakan tadi Verrel benar-benar seperti bank berjalan saat bersama nya semua akan di bayar nya.
"Kau benar-benar terbaik Verrel." Ucap Chiko.
__ADS_1
"Jangan main-main dengan keluarga Efron." Ujar Mario.
"Sudah apalagi yang ingin kalian beli, atau kita ke restoran dulu aku lapar." Ucap Verrel.
"Iya terserah mu, kau bos kami." Kata Mario.
Saat ingin mencari tempat duduk yang nyaman tiba-tiba ada seorang gadis yang menabrak nya, pakai Verrel basah kuyup karena gadis itu membawa minuman.
"Ah sial." Ucap Verrel.
"Maaf." Gadis itu ingin mengelap pakaian Verrel dengan tisu.
"Tidak perlu, pergi kau sana." Ucap Verrel.
Verrel mengambil salah satu pakaian milik Mario dan langsung berjalan masuk ke dalam toilet.
"Dia yang membelikan nya, dia yang memakainya." Ucap Mario.
"Sial, dia benar-benar ceroboh." Maki Verrel.
"Rencana pertama berhasil." Ucap Dila.
Setelah mengganti pakaian nya Verrel kembali bergabung bersama Rizky dan yang lainnya.
"Sabar Verrel, jangan marah-marah." Ucap Mario.
"Rizky sudah memesan makanan favorit mu." Ujar Chiko.
"Dia tau makanan favorit ku." Tanya Verrel.
"Aku sudah sering bersama mu, dan sudah pasti aku tau apa yang kau suka dan tidak suka." Jawab Rizky
__ADS_1
Note : Maaf tidak bisa up banyak karena menjelang lebaran jadi banyak kegiatan di dunia nyata.