
"Diam," ucap Vano.
"Jangan marah-marah pak, nanti cepat tua loh," ucap Anita.
"Aku sudah tua," kata Vano.
"Sudah tau tapi masih tampan dan gagah."
Pujian Anita sukses membuat Vano melayang, ia tidak pernah seperti ini sebelum nya. Semenjak istri nya meninggalkan Vano jarang sekali tersenyum begini.
"Hahaha bapak sampai salah tingkah seperti itu," ucap Anita.
"Sudah ayo masuk, kau banyak sekali bicara." Vano pergi meninggalkan Anita. Ia tidak ingin Anita melihat nya salah tingkah seperti ini.
"Bapak tunggu saya," teriak Anita.
Anita berlari mendekat Vano, ia sangat senang membuat Vano sampai seperti itu. Jarang-jarang ia bisa melakukan hal seperti itu pada tuan nya.
Setelah selesai berbelanja, mereka berdua langsung pergi meninggalkan Mall. Sebelum sampai di panti, Vano mampir ke salah satu restoran untuk sarapan pagi.
"Makan pak," tanya Anita.
"Iya Anita kenapa kau sangat cerewet sekali," jawab Vano.
"Hehehe maaf Pak, maafkan ke cerewetan saya," ucap Anita.
Anita tampak gugup duduk di samping Vano, walaupun sudah dua kali makan di restoran mahal ia tetap belum terbiasa.
"Makan apa," tanya Vano.
"Mie itu kayak nya enak pak," jawab Anita.
"Ini spaghetti," ucap Vano.
"Oh spaghetti, kalau daging bakar itu bagaimana enak tidak pak?"
"Itu steak Anita, sudah aku saja yang pesan," ucap Vano.
Vano memesan makanan yang di katakan Anita enak. Ia tidak tau Anita benar-benar suka atau tidak. Setelah makan mereka datang, Vano memotongnya steak milik Anita agar anita tidak kesulitan. Vano tipe pria yang memang sangat memperhatikan detail kecil seperti itu.
"Terima kasih pak," ucap Anita.
__ADS_1
"Hmmm sudah makan lah," kata Vano.
"Hehehe ada darah nya pak," ucap Anita.
"Itu buka darah, sudah makan saja kau pasti suka." Vano memberikan suapan pertana Untuk Anita.
Anita yang mendapatkan suapan itu cukup terkejut dan tentu saja sangat senang. Dugaan nya tentang daging itu ternyata salah, daging bakar yang ia makan terasa sangat enak dan lembut.
"Bagaimana," tanya Vano.
"Enak pak," jawab Anita.
"Sudah makan lah sendiri," kata Vano.
Rakha baru sempat membuka handphone nya. Sudah banyak pesan masuk dari istri nya, tetapi Rakha hanya membacanya saja tanpa membalas pesan itu.
"Rakha kamu kenapa si," tanya Alice yang kebetulan juga sedang membuka handphone nya.
"Aku ingin pisah dari mu," ucap Rakha.
Dengan cepat Alice langsung menghubungi Rakha dengan sambungan video call.
"Rakha kamu kenapa si, karena wanita itu kamu ingin pisah dari ku," tanya Alice.
"Apa yang salah dengan ku Rakha, katakan apa yang salah dengan ku," tanya Alice.
"Kau pikir saja sendiri, aku akan mengurus perceraian kita. Jangan kembali ke sini, jangan Gangga hidup ku lagi." Rakha langsung mematikan sambungan telepon itu. Ia Memblokir semua hal yang berhubungan dengan Alice.
"Ahkkk ada apa dengan nya, kenapa dia seperti ini," teriak Alice.
Alice ingin langsung pulang ke Indonesia tetapi semua pekerjaan nya sudah di atur selama dua minggu. Ia sama sekali tidak bisa meninggalkan semua nya begitu saja.
"Sayang kamu kenapa," tanya April.
"Tidak ada, kamu sudah selesai," tanya Alice.
"Sudah cepat lah mandi, kita harus pergi," jawab April.
Semenjak menandatangani kontrak dengan April. Alice tinggal bersama dengan pria itu, April melakukan hal itu tentu saja untuk menikmati tubuh mulus Alice. Ia sudah mengeluarkan banyak uang untuk itu, tidak mungkin ia menyia-nyiakan Alice begitu saja.
Vano dan Anita sudah sampai di panti. Mereka berdua mengeluarkan semua barang yang sudah di beli tadi. Orang panti mengira Vano dan Anita sedang menjalin hubungan, terlihat dari kedekatan mereka berdua.
__ADS_1
"Anita dapat tuan Vano."
"Tidak papa, Anita sangat baik dan cantik, siapa yang tidak mau dengan nya. Tuan Vano juga sudah duda, yang terpenting Anita tidak merusak hubungan orang lain."
"Tuan Vano juga masih sangat gagah dan tampan."
"Habis lah aku yang akan menjadi pembicaraan banyak orang," batin Anita.
Vano dan Anita langsung masuk ke dalam, mereka berdua langsung di sambut oleh pengurus panti yang sangat rama pada Vano. Mereka harus Rama pada semua orang.
"Tuan Vano, selamat datang."
"Iya dimana anak-anak," tanya Vano.
"Sedang bermain di ruang dan taman bermain."
"Aku ingin ke sana," ucap Vano.
"Ayo aku antar," kata Anita.
"Hmmmm," gumam Vano.
Anita mengantar Vano bertemu dengan Anak-anak panti, setelah itu ia kembali mendekati para pengurus panti.
"Wah Anita, mendapatkan tuan Vano."
"Tidak ada, kami hanya dekat biasa saja," ucap Anita.
"Tuan Vano sudah tampan kaya lagi, siapa yang tidak mau dengan nya. Sampai sekarang aku tidak tau berapa umur nya, masih terlihat sangat bugar."
"Hahaha aku saja berfikir seperti itu, berapa umur kakek itu. Kalian jangan memandang kaya nya tuan Vano, ia tidak suka dengan wanita seperti itu," ucap Anita.
"Oh mungkin itu yang membuat kalian berdua dekat. Kau tidak pernah memandang siapapun, jadi tuan Vano suka dengan mu."
"Tidak mungkin dia suka dengan ku, kalian jangan aneh-aneh deh. Tapi tunggu dulu aku ingin bertanya....
"Bertanya apa?"
"Misalnya aku mempunyai suami yang sudah berumur dua kali lipat dari usia ku, apa aku aku bisa bahagia," tanya Anita.
"Kau ada-ada saja, ya bahagia lah. Kalian kan saling mencintai, jadi pasti kalian akan bahagia."
__ADS_1
"Iya Anita, yang tua itu yang hot. Dia sudah berpengalaman."