Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 116 S4


__ADS_3

"Aku dengar papah seperti ku, dulu papah selalu bertengkar dengan mamah tapi tak lama jadi lah aku," ucap Axel.


"Hahaha iya iya kau benar, dulu Kakek yang menjodohkan mereka, awal nya menolak sering bertengkar eh baru satu bukan menikah jadi lah kau," kata Adit.


"Kalian malah membicarakan ku, aku dengan Axel berbeda, kami berdua sudah saling kenal. Kalau Axel kan tidak kenal sama sekali," ucap Rizky.


"Sudah sudah, jangan menghiba di sini, Rizky kau bawa Axel ke ruangan nya, ruangan nya bersebelahan dengan Vero dan Kenzo," kata Adit.


"Aku mulai bekerja, aku harap pekerjaan ku tidak membosankan," ucap Axel.


Siang hari nya, waktu istirahat tiba, Wilda belum menghubungi Axel tetapi Axel sudah tidak sabar untuk bertemu dengan suaminya. Bahkan ia mengerjakan semua tugas nya agar lebih cepat istirahat tetapi peraturan tetap lah peraturan jam istirahat tidak bisa di percepat ataupun di perlambat.


"Kau mau ikut makan tidak," tanya Kenzo.


"Maaf Kenzo, aku makan dengan istri ku. Kau dan Vero makan berdua saja," jawab Axel.


"Istri mu datang menjemput mu," tanya Vero.


"Tidak juga paman, aku yang akan menjemput nya di salon, dia sedang perawatan."


"Oh ya sudah kami duluan." Kenzo dan Vero pergi meninggalkan Axel.


Axel buru-buru berjalan menuju ke arah mobil, banyak orang yang salah fokus dengan nya, terutama para wanita yang tidak pernah melihat Axel sebelum nya.


"Siapa dia, aku rasa dia berasal dari orang dalam, dia tidak ada melamar kerja di sini."


"Mungkin saja, terlihat wajah nya yang sangat tampan, seperti tuan muda yang lainnya."


Sesampainya di salon itu, Axel yanga bisa membuang nafas nya dengan kasar, pantas saja Wilda tidak kunjung menghubungi nya, wanita itu sedang terlelap karena terlalu menikmati perawatan di tubuh nya.


"Sudah selesai," tanya Axel.


"Sudah tuan, anda bisa melakukan pembayaran di kasir."


"Sayang bangun hey, kenapa kamu tidur," ucap Axel sambil menggoyang kan tubuh Wilda.


"Hmmm." Perlahan Wilda membuka mata nya.

__ADS_1


"Tampan sekali, apa aku sudah gila, mana mungkin ada Axel."


"Hey hey hey, aku ini, aku manusia tampan yang kau lihat, Bangunlah aku akan membawa mu ke Kantor, tunggu sebentar aku harus membayarnya dulu," ucap Axel.


"Aku tertidur, ini sangat memalukan, ahhh untung saja suami ku yang membangunkan nya."


Setelah selesai membayar biaya perawatan Wilda, Axel langsung menggendong Wilda masuk ke dalam mobil nya. Sebenarnya Wilda masih bisa berjalan tetapi Axel tidak memperbolehkan Wilda.


"Wangi sekali," ucap Axel.


Tubuh nya memanas seketika hanya melihat leher jenjang istri nya. Biasa nya Axel tidak se sensitif ini.


"Sayang kau mau makan apa," tanya Axel.


"Aku ingin makan kepiting, seperti nya enak makan kepiting siang-siang begini," jawab Wilda.


"Hmmm iya aku juga ingin makan, aku akan memakan kerang juga, agar kamu cepat hamil."


"Uhuk uhuk," Wilda tersedak ludah sendiri saat mendengar ucapan Axel.


"Akan hamil," tanya Wilda.


"Bukan begitu, aku pasti akan hamil anak mu. Tapi kita belum melakukan bagaimana mungkin aku secepat itu hamil nya." jawab Wilda.


"Hahaha ya setelah ini aku harus gas pol, kamu harus merasakan Axel junior setiap hari," kata Axel.


"Setiap hari, dengan Axel junior. Aku tidak bisa membayangkan, pasti rasa nya. Ah sudah lah, mungkin ini sudah takdir ku," batin Wilda.


Sebelum kembali ke kantor, Axel membeli makanan dulu di salah satu restoran yang tidak jauh dari kantor nya.


"Ingat harus ada kepiting yang besar, aku mau tiga," ucap Wilda.


Axel mendekat Wajah nya ke arah Wilda, mata nya ia pejamkan karena ia ingin mengetes insting Wilda. Ntah apa yang Wilda pikirkan dengan cepat bibir nya mendarat di wajah Axel, seolah-olah ia tau apa yang Axel inginkan.


"Kamu pintar sayang," ucap Axel.


"Hahaha aku benar," tanya Wilda.

__ADS_1


"Iya sayang, kamu benar," jawab Axel.


Di tempat lain Laura sedang bersiap-siap untuk pindah dari rumah nya, mau tidak mau ia harus ikut dengan Brian, walaupun ia tau hidup nya pasti akan jauh menderita.


"Brian aku tidak ingin pergi," ucap Laura.


"Kau mau membantah suami mu, aku suami mu, bulan depan aku akan membawa pernikahan ini ke hukum. Kau kenapa tidak mau ikut dengan k, kau takut menderita," tanya Brian.


"Kau sangat mencintai ku kan, aku mohon jangan berbuat kasar pada ku."


"Laura kau tau mungkin ini karma yang kau dapat, kau menghina ku, keluarga ku dan membuat ayah ku keluar dari sini dan satu lagi kau pelakor dalam rumah tangga seseorang," kata Brian.


"Hentikan air mata mu, jangan buat nama ku jelek di depan orang tua mu. Rekaman suara mu ada di aku, kau akan mendapat hukuman yang berat ketika orang tua mu tau semua nya."


Mereka berdua berpamitan pada Candra dan istrinya. Walaupun Laura sangat nakal tetap saja kepergian nya dari rumah cukup menyedihkan. Candra yakin dengan begini Laura bisa menjadi wanita yang lebih baik lagi. Candra sempat berpikir kenalan nya dulu menurun ke anak wanita nya.


"Berubah menjadi lebih baik Laura."


"Iya yah, aku akan sering pulang. Hmmm aku rasa Dimas pindah ke sini, agar kalian berdua ada yang menemani," kata Laura.


"Iya sayang, ayah sudah memikirkan hal itu, adik ku akan pindah ke sini," ucap Candra.


Brian dan Laura langsung pergi ke apartemen milik Brian. Laura melihat jika Brian sudah banyak berubah, termasuk harta kekayaan yang seperti nya Brian sudah termasuk kalangan menenga ke atas.


"Apa pekerjaan mu Brian," tanya Laura.


"Bukan urusan mu, yang penting aku bisa memberikan mu makan," jawab Brian.


"Aku istri mu, bisa kah kau bersikap lebih baik lagi ke pada ku," ucap Laura.


"Itu hanya dalam angan mu, aku tidak bekerja di kantor seperti yang lainnya, aku memiliki beberapa restoran hasil kerja sama dengan orang tua Rakha." kata Brian.


"Rakha," ucap Laura.


"Iya Rakha, dia orang kaya yang tidak sombong seperti mu, bahkan orang tua nya langsung memberikan ayah ku pekerjaan setelah kau pecat dari rumah mu."


"Brian itu masa lalu, ayah mu juga tidak dendam pada ku," ucap Laura.

__ADS_1


"Itu karena ayah ku terlalu baik pada ku, kecuali ayah ku semua anggota keluarga ku benci pada mu, kau tau apa yang akan terjadi pada mu setelah aku membawa mu pulang ke rumah. Hahaha mereka akan puas tertawa di atas penderitaan mu," kata Brian.


__ADS_2