
Karla mengambil handphone nya dan mulai mengambil foto, hampir semua foto mengarah ke lautan lepas. Ia hanya sekali mengambil foto selfi.
"Apa aku harus melepaskan nya." Caption yang tertulis di foto yang ia upload. Sejak tadi malam ia sudah tidak memblokir Kenzi, jadi Kenzi sudah bisa melihat postingan nya.
Rian berjalan membeli kelapa muda, ia yakin karla tidak pernah meminum yang nama nya kelapa muda.
"Karla kau pernah meminum ini," tanya Rian.
"Kau gila, jelas aku pernah meminum dan memakannya," jawab Karla.
"Hahaha aku pikir, kau wanita kota yang tidak pernah menyentuh makanan seperti ini," ucap Rian.
"Eh enak saja, aku tidak sekota itu, aku wong deso," kata Karla.
"Hahaha kau ada-ada saja," ucap Rian.
"Rian aku ingin menginap di sini, apa ada tempat menginap," tanya Karla.
"Ada Karla, malahan tempat penginapan itu di atas laut, tapi tidak di daerah sini, mungkin sekitar 20 menit dari sini," jawab Rian.
"Nanti antara kan aku, kau dan Vivi juga harus menginap di sini," jawab Karla.
"Itu pasti, aku tidak mungkin meninggal kan mu, bisa di panggang hidup-hidup aku oleh tuan Verrel," ucap Rian.
Ntah sudah berapa lama Karla dan Rian berjalan, sampai tiba mereka di tempat wahana permainan. Sayangnya Karla tidak bisa naik wahana itu karena ia sedang hamil. Karla tidak ingin mengambil resiko.
"Rian kau harus naik itu," ucap Karla.
"Karla kau lupa, aku tidak membawa baju ganti. Kau juga tidak membawa juga kan, bagaimana bisa kau menginap di sini jika tidak membawa baju ganti," tanya Rian.
"Apa ada pasar, kita bisa membeli nya dulu."
"Ada, nanti kita pergi bersama dengan Vivi dan yang lainnya mereka sedang perjalanan ke sini," ucap Rian.
Karla membuka handphone nya saat mendapatkan notif. Ia tersenyum saat Kenzi meninggalkan komentar emoticon hati ❤💞 di postingan nya.
"Tumben dia tidak mencak-mencak," batin Karla.
Karla tidak tau jika yang berkomentar itu bukan Kenzi, tetapi Alvaro.
"Aahkkkk tidak kakek, berikan HP ku," teriak Kenzi..
"Diam lah, kau tidak bisa bermain dengan manis," ucap Alvaro.
"Kakek, lihat caption nya, dia ingin melepaskan ku," kata Kenzi.
"Kau bodoh sudah, jangan membuatnya semakin ilfil pada mu," ucap Alvaro.
__ADS_1
Kembali ke pada Karla, setelah cukup lama menunggu akhirnya Sonia dan yang lainnya sudah menampakkan batang hidung mereka. Terlihat jelas jika Sonia kelelahan karena ia membawa 5 janin di dalam perutnya.
"Maaf Sonia pasti kau kelelahan karena jalan terlalu jauh," ucap Karla.
"Hahaha tidak papa, kalian mau kemana," tanya Sonia.
"Mereka ingin belanja kamu mau ikut?"
"Sayang aku suka dengan belanja, tapi aku tidak mau jalan," ucap Sonia.
"Aku akan menyewakan mobil," kata Rian.
Rian susah cukup sering ke tempat ini, ia sudah tau jika pantai ini ada tempat penyewaan mobil. Letak pasar juga cukup jauh tidak mungkin para wanita berjalan.
Setelah mendapatkan mobil sewa mereka langsung pergi ke pasar. Pasar yang Sonia lihat tidak sama dengan yang mereka bayangkan. Pasar di sini lebih menjual ke arah oleh-oleh untuk di bawa pulang.
"Sonia aku ingin ke tempat baju-baju itu," ucap Karla.
"Iya Karla, aku ingin melihat barang-barang itu, seperti nya aku akan membeli nya," kata Sonia.
Di balik istri yang senang berbelanja ada juga suami yang sangat benci menunggu wanita berbelanja. Jika wanita sudah mulai berbelanja mereka akan melupakan segala nya, termasuk para suami yang sudah lelah menunggu.
"Sayang jangan lama-lama," ucap Kenzo.
"Jika tidak lama, aku akan menghabiskan uang mu," kata Sonia.
"Rian," ucap Karla.
"Nona mu sudah memanggil mu," kata Kenzo.
"Iya ada apa," tanya Rian.
"Aku ingin membelikan suami ku baju, tubuh kalian seperti nya sama," jawab Karla.
"Wah seperti nya aku menjadi seorang model," ucap Rian.
"Tenang aku akan memberikan mu pakaian juga."
"Eh tidak perlu, aku bisa membeli nya sendiri," kata Rian.
"Aku tidak suka penolakan," ucap Karla.
Kenzo merasa sudah waktunya mereka harus pulang. Ia tidak mau menempuh perjalanan malam, karena lebih beresiko.
"Sudah sayang," tanya Kenzo.
"Sudah siap, kenapa? apa kita akan langsung pulang?"
__ADS_1
"Iya kita akan langsung pulang, sudah mulai Sore perjalanan cukup jauh."
"Ya sudah, kamu bayar aku akan berbicara dengan Karla," ucap Sonia.
Sonia berjalan mendekati Karla yang juga sudah selesai berbelanja. Karla tau Sonia pasti sudah harus segera pulang.
"Kau sudah mau pulang," tanya Karla.
"Iya, aku harus pulang," jawab Sonia.
"Seperti nya kita berpisah di sini, aku ingin menginap di penginapan dekat pantai."
"Kau yakin Karla," tanya Kenzo.
"Iya aku yakin, ada Vivi dan Rian yang selalu bersama ku," jawab Karla.
"Ya sudah Berhati-hatilah, cepat kembali ke rumah," ucap Kenzo.
"Karla cepat kembali ke rumah, aku menantikan mu pulang," kata Sonia.
"Iya Sonia pasti aku akan pulang ke rumah," ucap Karla sambil memeluk Sonia.
Sonia kembali ke tempat parkir mobil mereka, sedangkan Karla dan yang lainnya menyewa mobil lagi untuk ke tempat penginapan. Di dalam mobil Karla membagikan pakaian yang ia beli pada Rian dan Vivi, tidak mungkin mereka berdua tidak berganti selama berada di penginapan.
"Terima kasih kak," ucap Vivi.
"Karla kita berapa hari di penginapan," tanya Rian.
"1 minggu," jawab Karla.
"Kenapa lama sekali," tanya Rian.
"Aku sekalian ingin menunggu seseorang," jawab Rian.
Sesampainya di penginapan itu, Karla memilih tempat yang paling ujung, ia sangat suka melihat lautan lepas yang sangat indah. Tentu saja dengan biaya yang semakin mahal.
"Kalian tidak papa satu tempat berdua," tanya Karla.
"Karla satu tempat ada dua kamar, kami juga kakak adik," jawab Rian.
"Ya sudah aku ingin beristirahat," kata Karla sambil berjalan ke tempat penginapan nya.
"Wah ada badthup yang langsung menghadap ke lautan," ucap Karla.
Karla memilih berendam di dalam badthup sambil menyetel musik, mata nya di manjakan ke arah lautan yang sangat indah.
Mata Karla terbelalak saat melihat Rian yang sedang berganti baju, Rian tidak sadar jika jendela kamar nya terbuka. Sehingga Karla bisa melihat semua nya. Berbeda dengan Rian yang tidak bisa melihat Karla.
__ADS_1
"Kenapa aku merindukan sentuhan nya," batin Karla.