Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 292 S3


__ADS_3

!Sebelum lanjut baca, tolong buka kembali bab sebelumnya karena sudah Author revisi. Alasannya karena terlalu Vulgar dan bisa membuat seseorang panas dingin.


"Hahaha kau benar-benar hebat yah, pantas saja aku hebat di ranjang ternyata ini semua keturunan mu." Ucap Verrel.


Akifa sudah biasa mendengar percakapan anak dan ayah ini yang sama sekali tidak pernah di saring jika berbicara, tidak ada hal tabu bagi mereka berdua apalagi masalah ranjang, malahan mereka berdua sampai lupa tempat ketika sudah membahas masalah ranjang.


"Berapa ronde yah." Tanya Verrel.


"Lima." Jawab Alvaro.


"Wow lima aku hanya empat." Ucap Verrel.


"Sayang nanti berbicara nya, habiskan dulu makanan kamu, nanti keburu di makan setan lo." Ujar Akifa.


"Nanti kita lanjutkan yah." Ucap Verrel.


"Ayah tunggu kau di kamar, aku sangat lelah." Alvaro pergi meninggalkan ruangan itu.


Sementara itu di tempat lain, Dila sedang menunggu kedatangan terget nya yang tak lain adalah Verrel. Semenjak bekerja di Efron grup Dila baru beberapa kali bertemu dengan Verrel, itu pun dari kejauhan karena Efron grup sangat ketat dalam peraturan.


"Dimana pria tampan itu." Batin Dila.


Tiba-tiba hp Dila berbunyi, ia langsung mengangkat sambungan telepon itu yang tak lain dari kakak nya Wanda.


"Iya kak ada apa." Tanya Dila.

__ADS_1


"Kau fokus bekerja saja, aku sudah menunggu Verrel keluar dari komplek nya, jika dia sudah keluar aku akan menghubungi mu." Jawab Wanda.


"Siap kak, terimakasih informasinya." Ucap Chika.


"Apa kata mu kak." Tanya Wanda.


"Terimakasih sayang, aku mencintaimu." Ucap Chika.


"Aku juga sayang." Wanda langsung mematikan sambungan telepon itu.


"Siapa." Tanya wanita yang ada di dalam pelukan Wanda.


"Pacar ku." Jawab Wanda.


Wanita itu hanya mengangguk ia tidak peduli dengan siapa Wanda berpacaran yang terpenting dompet nya dapat terisi.


"Bukan dia Rizky, biasanya Verrel berangkat bersama Rizky. Berarti hari ini Verrel tidak berangkat ke kantor, sekarang lebih baik kita bersenang-senang saja." Jawab Wanda dan pergi meninggalkan tempat itu.


Verrel sudah siap makan siang, Verrel ke Efron grup hanya ketika ada rapat penting ataupun kunjungan rekan bisnis, ia masih takut dengan orang yang ingin membalaskan dendam pada diri nya.


"Kau senang sekali." Tanya Dylan.


"Tentu aku habis malam pertama." Jawab Verrel.


"Kau gila, mana ada malam pertama untuk mu." Ucap Dylan.

__ADS_1


"Hehehe maksud ku malam pertama setelah istri ku hamil, apa ingatan mu sudah pulih kembali." Tanya Verrel.


"Sudah banyak berkembang, aku sudah mengingat masa lalu ku sekitar 70%." Jawab Dylan.


"Bagus sebenar lagi kau akan sembuh sepenuhnya."


"Verrel bagaimana keadaan pak Sumanto dan Lilis kenapa aku jadi memikirkan mereka berdua." Tanya Dylan.


"Kau buat apa memikirkan nya, mereka berdua bukan orang yang baik, meskipun mereka sudah menyelamatkan mu, bukan berarti mereka bisa menyembunyikan semua nya dari mu."


"Iya Verrel mereka memang bukan orang yang baik, Lilis sudah berulang kali menggoda ku, dia mengajak ku tidur padahal saat itu kami belum ada rencana untuk menikah." Ucap Dylan.


"Jadi kau sudah pernah tidur dengan nya belum.?"


"Hampir pernah, aku benar-benar sudah tergoda oleh nya, dia mencium ku dengan sangat agresif tangan ku mulai bergerak menyentuh milik nya, tetapi aku langsung teringat oleh seseorang wanita itu membuat ku langsung tersadar."


"Sudah lah, lupakan saja mereka, sekarang bagaimana dengan kandungan istri mu, aku dengar kalian sudah mengetahui jenis kelamin nya."


"Sudah anak ku sangat sehat, dia berjenis kelamin laki-laki, wajahnya sangat mirip dengan ku, tampan." Ucap Dylan.


"Aku juga ingin tau jenis kelamin kedua anak ku tetapi seperti nya masih belum bisa." Kata Verrel.


Di tempat lain di desa terpencil yang tak lain adalah rumah Lilis dan Sumanto. Mereka berdua sudah hidup bahagia karena Verrel memberikan ucap yang sangat banyak.


Lilis juga sedang mengandung anak seseorang pria yang tak lain adalah mangsa baru nya, berbeda dengan Dylan yang tak tergoda pria itu terjebak dan tergoda dengan keseksian Lilis, ia terpaksa bercerai dengan istri dan anak nya karena Lilis.

__ADS_1


"Kamu ikut aku ke kota, di sana kita akan hidup lebih baik." Ucap Brian.


__ADS_2