
Mata Kenzi terbelalak saat mendapatkan ciuman dari Karla, biasa diri nya lah yang mencium wanita bukan diri nya yang mendapatkan ciuman.
"Karla," ucap Kenzi.
"Iya ada apa," tanya Karla.
"Kamu tau yang kamu lakukan itu berbahaya, jangan lakukan pada orang lain ya, cukup dengan ku," jawab Kenzi.
"Baik Kenzi," kata Karla dan melanjutkan memakan es krim nya.
Setelah selesai makan es krim Kenzi kembali membawa Karla ke rumah sakit, Karla tampak sedih saat sampai di sana yang membuat Kenzi bertanya-tanya kenapa calon istri nya itu terlihat sedih.
"Kamu kenapa sayang," tanya Kenzi sambil mengusap wajah Karla.
"Sendiri lagi," jawab Karla.
"Hanya sesaat sayang, sebelum satu minggu aku akan datang menjemput mu," ucap Kenzi.
"Janji," tanya Karla.
"Janji sayang, kamu memang benar-benar menggemaskan," jawab Kenzi.
Sebelum pergi meninggalkan Karla, Kenzi ingin memberikan hadiah istimewa yang tidak akan Karla lupakan.
"Mau apa," tanya Karla saat Kenzi meletakan Karla di atas kasur.
"Kamu harus tau hanya aku yang boleh melakukan hal seperti ini," jawab Kenzi sambil mendekati bibir Karla.
Dan tak lama bibir meraka berdua sudah bertemu, Karla tidak tau apa yang Kenzi lakukan, ia hanya diam saat Kenzi berusaha memperdalam ciuman nya. Insting alami Karla berfungsi dengan baik, Karla perlahan memejamkan mata nya dan sangat menikmati apa yang Kenzi lakukan di bibir nya.
"Sayang, aku suka kamu tidak menolak, ini ciuman pertama mu dari ku, jangan biarkan siapapun melakukan hal ini pada mu," ucap Kenzi.
"Enak Kenzi, mau lagi," kata Karla.
"Nanti setelah kita menikah kamu akan mendapatkan yang lebih enak dari itu." ucap Kenzi.
"Kenapa kau tidak memberikan kabar kek kakek, jika kau sudah sembuh," tanya Alvaro.
"Tidak papa kek, aku hanya ingin memberikan kejutan pada mu, oh iya dimana nenek dan paman Vero," tanya Kenzo.
"Ya di rumah nya, jangan panggil Vero paman, nanti dia marah pada ku," jawab Alvaro.
__ADS_1
"Kenapa marah kek, kan memang benar dia paman ku," tanya Kenzo.
"Iya benar dia paman mu, tapi dia sangat tidak suka di panggil paman, karena usia nya lebih muda dari mu," jawab Alvaro.
"Yang harus aku pertanyaan kan itu kakek, kenapa kakek masih membuat anak saat daddy ku sudah punya anak," ucap Kenzo.
"Hehehe cerita nya panjang, oh iya bagaimana kau sudah enak-enak belum," tanya Alvaro.
"Sudah kek, baru dua kali dan aku akan melakukan nya setiap hari," ucap Kenzo.
"Hahaha keturunan ku memang mempunyai otak yang mesum," kata Alvaro.
"Wah kalian membicarakan ku," tanya Kenzi.
"Kau sudah pulang, mana calon istri mu," tanya Alvaro.
"Masih proses penyembuhan kek," jawab Kenzi.
"Kenzi aku benar-benar setuju kau dengan Karla, jangan sakiti dia, jangan membuat nya semakin trauma dengan sikap random mu, sayangi dia dan cintai kekurangannya."
"Iya kak, aku tau itu. Aku sudah memikirkan hal ini sebelum mengambil keputusan ini," ucap Kenzi.
"Karla wanita yang berasal dari Rusia, keluarga nya cukup kaya dan terpandang. Tapi keluarga mereka tidak sama dengan keluarga kita yang aman dan damai. Keluarga Karla di bantai di depan mata Karla sendiri, Karla melihat bagaimana setiap orang terdekat nya merenggang nyawa dengan cara yang sadis, itu yang membuat nya trauma dan jiwa nya terganggu," jawab Kenzi.
"Kau salah Kenzi, kau hanya belum tau bagaimana musuh-musuh kita ingin menghancurkan keluarga ini, untuk Karla kau bisa memanfaatkan kekuasaan mu untuk mengambil alih semua hak nya, seperti papah mu yang membantu bunda mu mengambil hak nya yang telah di rampas."
"Ini akan seru, aku suka berperang," ucap Kenzi.
"Oh iya Karla juga hampir mengalami pelecehan seksual, aku takut trauma nya kembali saat malam pertama kami nanti," kata Kenzi.
"Itu tantangan untuk mu, jika ingin enak harus mau berjuang," ujar Kenzo.
"Kenzo nanti ikut kakek ke rumah sakit, aku dengar kau sudah jarang kumat. Aku ingin memastikan cidera otak mu itu masih berbahaya atau tidak," ucap Alvaro.
"Iya kek," kata Kenzo yang tidak bisa menolak nya lagi, ia merasa sudah waktunya untuk sembuh seutuhnya.
Seperti yang di katakan Alvaro tadi, Kenzo dan Alvaro langsung pergi ke rumah sakit, sebenarnya Kenzo sangat takut jika diri nya harus menjalani pengobatan lagi.
"Apa sering pusing atau sakit," tanya Dokter.
"Lumayan dok, kemarin juga sangat sakit, mata ku juga sedikit terganggu," jawab Kenzo.
__ADS_1
Kepala Kenzo di masukan ke dalam alat yang cukup besar untuk pemeriksaan, setelah semua nya selesai Kenzo dan Alvaro duduk di depan dokter mendengar kan penjelasan dari dokter.
"Untuk gangguan mental saya rasa Kenzo sudah sembuh, tapi harus di periksa ke psikolog untuk lebih memastikan nya. Sedangkan cidera otak yang Kenzo alami, hmmm semakin parah jika Kenzo tetap tidak mau di tangani lebih lanjut."
"Kek aku tidak mau di rawat," kata Kenzo.
"Kenzo coba hilangkan sifat mu ini, kau punya istri kau mau istri mu jadi janda muda. Tidak ada penolakan lagi Kenzo mulai minggu depan kau harus di tangani lebih lanjut."ucap Alvaro.
Setelah mendengar kan penjelasan dari dokter, mereka berdua langsung pulang ke rumah. Kenzo kembali lesu saat tau jika diri nya harus menjalani pengobatan lebih lanjut.
"Tidak akan terjadi apa-apa percaya pada ku," ucap Alvaro.
Sesampainya di rumah Kenzo langsung masuk ke dalam kamar nya, di dalam sana Kenzo tidak menemukan istri nya.
"Dimana dia." Kenzo membaringkan tubuh nya di atas kasur.
"Bagaimana yah," tanya Verrel.
"Kau jangan memberitahu ini pada Kenzo, aku tadi sudah berbicara pada dokter. Kemungkinan Kenzo harus operasi yang sedikit banyak nya mempunyai resiko," jawab Alvaro.
"Dad aku takut, apa harus dad," tanya Verrel.
"Harus atau sebelum semua nya terlambat Verrel," jawab Alvaro.
Sonia tidak sengaja mendengar percakapan Alvaro dan Kenzo, ia menjadi sangat takut dan langsung berlari mencari suami nya.
"Sayang." Sonia memeluk Kenzo.
"Sayang kenapa kamu mau minta lagi, ayo," ucap Kenzo.
"Tidak sayang, aku khawatir dengan mu."
"Kamu kenapa, aku belum memberitahu mu tentang keadaan ku," tanya Kenzo.
"Hmmm aku hanya takut saja, aku dengar kamu baru pulang dari rumah sakit.
"Aku harus menjalani pengobatan aku sangat takut," kata Kenzo.
"Untuk apa kamu takut sayang, semua nya akan baik-baik saja," ucap Sonia.
"Sayang aku akan semangat jika kamu memberikan ku jatah setiap hari," kata Kenzo.
__ADS_1