
"Jangan sampai kau menyesal dan memohon pada ku untuk bertemu dengan istri mu Verrel." Ucap Alvaro.
"Tidak akan mungkin yah, aku akan segera menceraikan nya." Verrel pergi meninggalkan ruang kerja Alvaro.
Verrel membanting pintu kamar nya dengan sangat kasar, ia bingung semua orang membela akifa padahal menurut nya Akifa tidak sebaik yang mereka semua pikirkan. Menceraikan Akifa juga tidak mungkin karena saat ini Akifa sedang hamil.
"Itu bukan anak ku kenapa aku merasa kehilangan diri nya." Ucap Verrel.
Hari demi hari berlalu Akifa semakin bahagia dengan kehidupan nya di sebuah vila bersama banyak orang, termasuk Aldy orang yang di siapkan khusus oleh Alvaro untuk menjaga Akifa, Aldy sudah memiliki seorang istri dan istri nya juga sedang hamil seperti Akifa, ketika mendengar semua nya dari Alvaro dengan senang hati Aldy bersedia menjaga Akifa seperti diri nya menjaga istri nya dj rumah.
"Bagaimana dengan suami mu." Tanya Aldy.
"Aku sudah tidak memikirkan nya, ada dua anak yang harus aku jaga, memikirkan nya membuat ku stres dan itu akan berpengaruh buruk pada dia kandungan ku." Jawab Akifa.
"Melihat mu membuat ku ingat dengan istri ku." Kata Aldy.
"Oh iya dia juga sedang hamil kan, kenapa tidak pernah kau bawa ke sini." Tanya Akifa.
"Mungkin lain waktu, dia tidak suka bertemu dengan banyak orang, apalagi orang baru." Jawab Aldy.
"Kau tidak perlu selalu bersama ku, istri mu juga memerlukan diri mu Al."
__ADS_1
"Tenang Akifa, aku sudah membagi waktu ku, aku bersedia menjaga mu juga karena izin pada istri ku, dia sangat prihatin dengan mu, seharusnya saat iki kau bahagia dengan suami mu, tetapi laki-laki itu malah membuat mu seperti ini." Kata Aldy.
"Sudah berhenti membahasnya itu membuat mood ku jelek, ya sudah kau bisa pergi aku akan menjahit bersama yang lainnya." Ucap Akifa.
"Baiklah, Hati-hati jangan sampai terluka, sore nanti aku akan membawa mu ke pantai." Kata Aldy.
Sementara itu Verrel masih belum menampakkan batang hidung nya, Alvaro mulai khawatir pada Verrel padahal hubungan nya dengan Verrel benar-benar sedang tidak baik.
"Sayang sudah kamu lihat anak mu, aku tau kamu mengkhawatirkan nya."
"Tapi untuk apa aku melihat nya, aku sedang sangat kesal dengan nya." Kata Alvaro.
"Paman aku saja yang melihat nya." Ujar Rizky.
Rizky langsung berjalan menuju kamar Verrel, beruntung kamar Verrel sedang tidak di kunci sehingga Rizky bisa langsung masuk ke dalam kamar.
Kamar Verrel sangat berantakan baju berserakan dimana-mana, dan satu botol Alkohol tampak tergeletak di lantai dan baru terminum separuh.
"Verrel." Rizky melihat Verrel penuh dengan keringat, ia langsung memegang tubuh Verrel yang terasa sangat hangat.
"Dia bodoh, setetes pun dia tidak boleh meminum nya." Ucap Rizky.
__ADS_1
Alvaro panik bukan main saat tau Verrel sedang sakit, ia langsung memanggil dokter agar semua nya tidak terlambat seperti saat itu.
"Akifa." Gumam Verrel.
"Kau benar-benar membuat ku marah, kau yang membuat nya pergi, sekarang lihat diri mu, kau sakit karena memikirkan nya bukan." Ucap Alvaro.
Verrel sudah di periksa, ia terpaksa di infus karena kehilangan banyak cairan beruntung Verrel tidak seperti saat itu. Alvaro meminta semua nya untuk keluar dari kamar Verrel hanya dia yang menjaga Verrel.
"Verrel ini hukuman untuk mu, kau menyianyiakan istri mu, sekarang aku ingin melihat mu bagaimana batin mu tersiksa." Ucap Alvaro.
Tak lama Verrel mulai membuka mata nya, orang yang pertama kali lihat seperti biasa nya yaitu ayah nya, padahal di dalam lubuk hati nya Verrel ingin melihat wajah Akifa, ia sangat merindukan sosok Akifa di dekat nya.
"Ayah." Ucap Verrel.
"Bagus kau sudah sadar aku ingin pergi." Kata Alvaro.
"Ayah jangan pergi, kau temani aku." Verrel menahan Alvaro.
"Kenapa kau sampai seperti ini, kau di larang meminum Alkohol." Tanya Alvaro.
"Aku bingung yah, aku bingung." Jawab Verrel.
__ADS_1
Alvaro kembali duduk dan ingin menanyakan apa yang membuat nya bingung.