
Sesuai dengan yang diinginkan Verrel, malam ini dia benar-benar pulang dari rumah sakit. Alvaro hanya bisa menuruti semua keinginan dan permintaan Verrel, jika ia menolak akan seperti tadi ia akan mengamuk karena emosi nya sedang tidak terkontrol.
Sesampainya di rumah Verrel langsung masuk ke dalam kamar nya di temani Akifa yang selalu ada di sisi Verrel walaupun seperti nya Verrel sedang tidak menganggap nya. Akifa sudah di berikan penjelasan oleh Alvaro, jadi ia bisa paham jika Verrel marah-marah pada nya.
"Mas, ingin apa." Tanya Akifa.
Verrel hanya diam tidak menjawab pertanyaan dari Akifa, mata ntar fokus ke layar hp menatap berbagai macam foto seksi wanita-wanita di luar sana.
"Ambilkan aku buah, potongkan sekaligus." Ucap Verrel.
Verrel tidak sengaja membuka galeri hp nya, ia melihat video pergulatan panas diri nya dan Akifa, hal itu langsung mengingatkan kejadian malam itu bersama Wanda, Akifa yang benar-benar ganas bukan seperti Akifa yang ia lihat di video ini.
"Aku membenci mu." Teriak Verrel sambil melemparkan hp itu ke lantai.
Tak lama Akifa kembali ia terkejut saat melihat hp Akifa sudah berada di lantai. Akifa meletakan piring itu di atas meja dan langsung mengambil hp Verrel di lantai.
"Mas kenapa." Tanya Akifa.
"Mana buah ku." Tanya Verrel.
"Sebentar." Akifa langsung mengambil piring yang ia letakan di atas meja tadi.
Verrel membuka mulut nya agar Akifa memasukan buah itu ke dalam mulut nya.
__ADS_1
"Sayang." Ucap Verrel.
"Iya ada apa." Tanya Akifa.
"Apa kamu benar-benar mencintai ku." Tanya Verrel.
"Kenapa bertanya seperti itu, kamu kenapa, kamu berbeda." Jawab Akifa.
"Aku rasa bukan diri ku yang berbeda tapi kamu yang berbeda, malam ini aku ingin tidur sendiri." Ucap Verrel.
"Kamu yakin ingin tidur sendiri." Tanya Akifa.
Lagi lagi Verrel tidak menjawab pertanyaan Akifa, ia memilih langsung memejamkan mata nya dari pada melihat wajah Akifa yang akan mengingat kejadian kan nya pada itu.
"Iya apa yang membuat nya berubah, aku benar-benar bingung." Kata Rizky.
"Para kurang ngajar itu yang membuat Verrel berubah, apa yang dia lakukan sampai membuat Verrel seperti ini, bahkan pada ayah nya sendiri Verrel bisa marah seperti tadi."
"Aku benar-benar ingin membunuh nya, dia merubah orang yang sangat baik seperti Verrel." Ucap Rizky.
Sementara itu Wanda dan Dila masih belum mendapatkan siksaan apapun. Para penjaga di sana sudah benar-benar ingin memakan Dila, karena di sana mereka harus menahan nafsu mereka semua menjaga tempat itu, setiap ada wanita yang masuk itu lah makanan untuk memuaskan nafsu mereka.
Bukan hanya yang menyukai wanita tetapi tak jarang dari mereka juga seseorang gay, tentu saja Wanda juga akan menjadi target mereka.
__ADS_1
"Lakukan apa saja yang kalian suka, tetapi jangan sampai mereka mati, karena lusa aku akan datang." Ucap Alvaro.
Ucapan Alvaro memberikan angin segar bagi mereka semua, kurang lebih ada 10 orang pria masuk ke dalam penjara yang berisikan Dila dan Wanda.
"Jangan kau apa-apakan adik ku." Ucap Wanda.
"Hahaha kau sudah berurusan dengan keluarga Efron, jadi kau harus menerima apa yang seharusnya kau dapatkan di neraka ini."
Satu orang menarik Dila dan satu orang lagi menarik Wanda. Wanda mereka ikat dengan posisi seperti kuda, Wanda benar-benar kebingungan dengan apa yang para pria bertubuh kekar ini lakukan. Sedangkan Dila sudah tidak mengenakan apapun, semua pakaian nya sudah berserakan di lantai.
"Apa yang kau lakukan." Teriak Wanda saat baju nya perlahan di gunting.
"Hahaha nikmati saja rasa sakit ini."
"Hmmmm ahhh." Dila sudah mulai mendapat rudal besar masuk ke dalam milik nya.
Hati Wanda benar-benar hancur mendengar kan hal itu, mungkin ini yang Dila rasakan saat diri nya bermain bersama wanita lain.
Malam itu menjadi makan kelam bagi mereka berdua, Dila harus melayani 7 orang sekaligus dari malam sampai pagi.
Sedangkan Wanda harus rela bagian belakang nya di tembus oleh 3 pria gay, sakit sudah pasti, ini adalah hal yang paling menjijikkan dalam hidup nya.
"Akifa kamu harus merasakan apa yang aku rasakan." Ucap Verrel.
__ADS_1