Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 102 S4


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit Vero langsung di bawa masuk ke dalam ruang UGD, suhu tubuh Vero memang benar-benar sangat tinggi. Mereka semua takut Vero mengalami kejang.


"Ada apa dengan nya yah, kenapa sampai demam tinggi seperti itu," tanya Verrel.


"Sudah aku katakan tadi Verrel, ayah tidak tau," jawab Alvaro.


"Kenapa bisa begini Sakura. Apa yang terjadi dengan nya," tanya Verrel.


"Pertama-tama dia sakit perut dan mual, setelah itu dia sedikit demam dan tubuh nya terasa pegal-pegal, malam ini aku periksa suhunya sangat tinggi, dia juga mengigau tidak jelas sepanjang malam."


"Aku rasa dia demam tinggi, apa dia terkena demam berdarah," ucap Verrel.


"Mungkin saja iya, dia ke kebun bersama ku tadi sore," kata Alvaro.


"Apa mungkin secepat itu yah, aku rasa bukan dari situ yah," ucap Verrel.


"Kita tunggu saja hasil pemeriksaan dokter," kata Alvaro.


Setelah kurang lebih satu jam menunggu akhirnya Vero di pindah kan ke ruang rawat inap. Mereka semua bersyukur tidak terjadi hal yang buruk pada Vero.


"Demam berdarah dok," tanya Alvaro.


"Iya benar, untung saja cepat di bawa ke rumah sakit," jawab Dokter.


"Sudah aku katakan yah, soal nya tadi aku melihat ruam merah di tubuh nya," ujar Verrel.


"Dari mana dia kena nya, tidak mungkin rumah kita ada nyamuknya," kata Alvaro.


"Mungkin saja saat pasien sedang di luar rumah. Tidak ada yang perlu di kekhawatiran semua nya sudah baik-baik saja."


"Iya dok, terimakasih," ucap Verrel.


Sakura sedang berada di samping tubuh suami nya, jika sakit Vero benar-benar sangat jauh dari biasa nya.


"Dia sudah tidak terlalu panas lagi," ucap Sakura.


"Sakura kau pulang saja, biar ayah yang menjaga nya di sini, besok kau kembali lagi," kata Alvaro.


"Tapi pah, aku ingin ada di sini," ucap Sakura.


"Kau juga akan sakit jika tidak istirahat, sudah pulang saja bersama Verrel. Ayah yang akan menjaga anak manja ini," kata Alvaro.


Karena Alvaro yang sudah berbicara Sakura tidak ada pilihan lagi, ia akhirnya mau ikut pulang bersama kakak ipar nya Verrel.


"Kau benar-benar membuat ku khawatir Vero," ucap Alvaro.


Setelah Sakura pulang tak lama Vero terbangun dari tidurnya nya, ia langsung merengek pada Alvaro. Vero juga sangat bingung kenapa dia sudah berada di rumah sakit.


"Ayah kenapa aku disini," tanya Vero.

__ADS_1


"Kau sudah bangun, kau tau kau hampir mati tadi, jadi aku membawa mu ke rumah sakit," jawab Alvaro.


"Aku tidak mau di sini," rengek Vero.


"Sudah tidur saja, kau tidak akan lama di sini. Ayah peluk ya," ucap Alvaro sambil naik ke atas tempat tidur.


Vero memeluk ayah nya dengan sengat erat, saat ketakutan dan kondisi seperti ini pelukan Alvaro benar-benar sangat di perlukan.


"Anak manja ku, aku kira istri mu hamil, ternyata kau demam berdarah," ucap Alvaro.


...***...


Di kediaman Wilda sedang terjadi hujan petir yang sangat deras. Karena kamar mereka berdua di lantai paling atas petir yang menyambar terasa lebih kuat. Axel sudah tertidur dengan sangat lelap, ia masih sangat malu pada keluarga Wilda, itu sebabnya ia memutuskan untuk tidur saja.


Berbeda dengan Axel, Wilda sama sekali tidak bisa tidur, hujan petir membuat nya ketakutan dan terjaga sepanjang malam.


Duarr... Satu sambaran petir sangat kuat. Di ikuti lampu rumah yang mati.


Wilda benar-benar sangat takut, ia langsung melompat ke arah Axel dan memeluk nya dengan erat.


"Axel bangun, aku sangat takut," ucap Wilda.


"Hmmm jangan ganggu aku." Axel masih memejamkan mata nya.


"Aku takut, kau jadi suami yang baik seharusnya menjaga ku," ucap Wilda.


"Aku mengantuk Wilda, jangan ganggu aku. Atau aku akan menakan mu," kata Axel.


"Iya iya aku sudah bangun, tapi kenapa gelap sekali," tanya Axel.


"Karena mati lampu Axel, itu sebabnya aku takut, di luar hujan badai," jawab Wilda.


"Kau tau Wilda, biasa nya kalau hujan begini enak nya, ehem ehem."


"Jangan mesum, gelap begini jangan aneh-aneh," ucap Wilda.


"Hahaha kau sudah membuat ku terbangun sekarang kau tanggung jawab," kata Axel.


Wilda tidak memperdulikan ucapan Axel, tangan nya masuk ke dalam baju Axel dan wajah nya tepat di ketiak suaminya. Wilda sedang tidak sadar akan hal itu, mungkin karena aroma ketiak Axel yang memang sangat wangi.


"Wilda kau sudah tidur," tanya Axel.


"Belum, kenapa."


"Aku tidak bisa tidur, bagaimana kalau kita nonton film kau ada laptop tidak," tanya Axel.


"Ada tepat di lemari kecil di samping mu," jawab Wilda.


"Geser sebentar aku ingin mengambil laptop," kata Axel.

__ADS_1


"Tidak mau aku takut."


"Wilda hanya sebentar, aku hanya bergerak sedikit saja," ucap Axel.


"Jangan lama-lama," kata Wilda yang masih engga melepaskan pelukan hangat itu.


"Iya wanita bar-bar, kau tomboi tapi penakut," ucap Axel.


Axel menggerakkan tangan nya untuk meraba-raba lemari kecil di samping nya, ketika sudah menemukan laptop yang ia cari, Axel kembali ke posisi semula dan Wilda juga kembali memeluk suami nya.


"Film apa yang kau punya," tanya Axel.


"Apa ya aku juga lupa, bisa kau lihat di file Video," jawab Wilda.


Tangan Axel bergerak sangat cepat membuka semua file yang ada di dalam laptop tersebut, ia ingin mencari sesuatu yang ia yakin Wilda pasti menyimpan nya.


"Ketemu," ucap Axel.


"Ahkkk jangan itu," kata Wilda.


"Hahaha kau gadis nakal ya, kenapa kau menyimpan seperti ini," tanya Axel.


"Itu milik teman ku, aku tidak salah," jawab Wilda.


"Mana yang kau suka, ini ada banyak," tanya Axel.


"Aku suka yang ini." Wilda menunjuk salah satu Video.


"Kenapa kau suka itu," tanya Axel.


"Pria nya sangat tampan dan putih bersih."


"Seperti ku kan, hahaha pantas saja kau suka aku," ucap Axel.


"Kau sangat percaya diri tuan, apa kita akan menonton nya," tanya Wilda.


"Ya tentu, kenapa tidak." Axel memencet Video itu.


"Hmmm masih tampan aku," ucap Axel.


"Kali ini kau benar, kau pria paling tampan."


"Kau memuji ku," tanya Axel.


"Bukan nya hal itu yang kau mau tuan," jawab Wilda.


"Oke Wilda, jangan salahkan aku jika malam ini kau akan kehilangan apa yang telah kau jaga," ucap Axel.


"Apa yang aku jaga, yang aku jaga sudah kau rusak," kata Wilda.

__ADS_1


Axel lupa jika Wilda masi menganggap mereka berdua sudah pernah melakukan hal itu, padahal belum pernah sama sekali. Axel saja tidak tau bagaimana bentuk milik istri nya.


__ADS_2