Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 111 S4


__ADS_3

"Apa yang harus aku lakukan, aku sudah sangat dekat dengan nya, aku akan meminta hak ku pada nya. Tapi bagaimana dengan Laura, aku juga masih sangat mencintai nya." batin Axel.


"Axel, ada apa. Kenapa akhir-akhir ini kau sering melamun, apa yang sedang kau pikir kan," tanya Wilda.


"Aku memikirkan, bagaimana kehidupan kita di masa depan. Kita yang awal nya di paksa menikah dan akhirnya memiliki banyak anak, anak itu akan memanggil ku dengan sebutan ayah. Bukan nya itu sangat menyenangkan," jawab Axel.


"Iya memang sangat menyenangkan, tapi apa kau yakin kita bisa bertahan selama itu," ucap Wilda.


"Itu juga yang aku pikiran, aku tak yakin akan hal itu," kata Axel.


"Kau tidak yakin pada ku," tanya Wilda.


"Aku bukan tidak yakin, kau tau sendiri kan, ujian pernikahan pasti ada, apakah kita bisa melalui nya," jawab Axel.


"Aku tidak tau, aku hanya berharap yang terbaik untuk semua nya," kata Wilda.


"Sudah jangan di pikir kan, kita tidur saja. Selamat malam sayang," ucap Axel.


"Malam," Wilda kembali meletakkan wajah nya di atas dada bidang suaminya.


***


Malam hari yang dingin telah berganti pagi, pagi hari yang sangat indah dengan tetesan air hujan sisa kemarin malam. Karena masih ada satu hari libur lagi, hampir semua orang enggan pergi dari atas kasur, meskipun mereka sudah bangun mereka masing ingin berpelukan dengan pasangan masing-masing


Tapi hal itu tidak terjadi pada Rakha, ia tidak memiliki pasangan hidup. Jodoh nya masih terasa abu-abu, belum terlihat dengan jelas. Kemarin malam ia mabuk berat, saat bangun tidur kepala nya terasa sangat pusing. Ia tidak tau siapa yang membawa nya pulang ke rumah, mungkin saja teman-teman nya yang membuat diri nya mabuk.


"Ah kepala ku sakit sekali," ucap Rakha.


Rakha mengedip kan mata nya secara perlahan, ia cukup terkejut melihat ada orang selain diri nya di dalam kamar.


"Kau siapa," ucap Axel sambil membalik tubuh orang itu.


"Brian," ucap Rakha dengan lega.


Ia takut jika seseorang di samping nya adalah seorang wanita, karena jika sudah wanita pasti masalah akan menghampiri diri nya.


"Brian, bangun," ucap Rakha.


"Ahhhkk jangan ganggu aku, nanti lah aku tidak bisa bangun pagi," kata Brian.


Karena tidak bisa membangunkan teman nya, Rakha berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Ia langsung menyegarkan diri nya dengan air mengalir.


"Awww kenapa terasa perih," batin Rakha, yang merasakan perih di punggung nya.


Rakha tidak banyak berpikir, ia hanya menduga jika rasa perih di pugung nya berasal dari bar, teman ia minum bersama teman-teman nya.


Setelah selesai mandi, Rakha kembali naik ke atas ranjang menghampiri teman nya yang sudah bangun.


"Kata mu, kau tidak bisa bangun pagi," ucap Rakha.


"Aku sudah tidak bisa tidur karena kau bangunin," kata Brian.


"Terima kasih telah mengantarkan ku pulang."


"Kau gila, aku juga tidak sadar kan diri kemarin makan, aku saja kaget sudah berada di kamar mu," kata Brian.

__ADS_1


"Jadi siapa yang mengantarkan kita pulang, jangan membuat ku takut," ucap Rakha.


"Aku tidak tau Rakha, aku nanti ya pulang nya."


"Terserah mu, aku sangat penasaran," ucap Rakha.


"Sudah jangan kau pikirkan, yang terpenting barang-barang mu tidak hilang kan," tanya Brian.


"Tidak ada, lengkap semua nya," jawab Rakha.


"Kata mu ada wanita baru yang mau kau jodoh kan pada ku," tanya Brian.


"Aku tidak terlalu dekat dengan nya, kau bisa meminta Kenzi untuk memperkenalkan mu," jawab Rakha.


"Bagaimana dengan Laura, aku suka pada nya, tapi dia terus menolak ku," tanya Brian.


"Laura sedang tidak dengan siapapun. Aku rasa kau bisa mendekati nya lagi. Hmmm malah bagus jika kau mendekati Laura, Axel jadi tidak ada celah untuk kembali pada nya.


"Begitu ya, kalau begitu aku akan mendekati nya, kau tenang saja. Laura aman bersama ku," kata Brian.


"Aku juga sedang mencari jodoh, aku sangat memilih wanita yang tepat untuk ku," ucap Rakha.


"Kau kaya raya, kau tampan siapa yang tidak kau dengan mu. Jika aku wanita pasti aku mau dengan mu."


"Kalau mereka melihat ku hanya karena itu, mereka tidak tulus mencintai ku, aku ingin wanita yang sangat tulus, yang akan menjadi ibu dari anak-anak ku. Anak yang baik berasal dari orang tua yang baik dan berkualitas," ucap Rakha yang masih saja cemas akan masa depan nya.


Kembali ke pasangan lainnya, Kenzi sedang tersenyum sambil mengusap perut istri nya. Kemarin malam ia berhasil membuat wanita nya takluk, dan saat ini wanita nya sedang lemas tak berdaya.


"Sayang, kamu tidak mandi," tanya Kenzi.


"Hahaha iya iya maaf, sayang nanti aku akan mengantarkan Sofia ke panti," ucap Kenzi.


"Harus kamu yang mengantarkan nya," tanya Karla.


"Bukan begitu sayang, aku juga ingin melihat panti itu, aku sudah sangat lama tidak datang ke sana," jawab Kenzi.


"Pergi lah, aku tidak perduli," ucap Karla.


"Kamu marah sayang, apa yang membuat mu marah," tanya Kenzi.


Karla tidak menjawab pertanyaan Kenzi, ia memutuskan untuk bangkit dari atas kasur dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.


"Apa yang salah ya, jangan membuat nya semakin marah Kenzi."


Sesuai dengan apa yang di katakan Kenzi tadi ia benar-benar akan mengantarkan Sofia ke panti. Sebelum pergi Kenzi berjalan menghampiri Karla untuk meminta izin pada nya.


"Aku pergi dulu," ucap Kenzi.


"Kau mah pergi, dengan wanita itu. Kau tidak memikirkan perasaan ku," tanya Karla yang sudah muak, ia sangat kesal dengan Kenzi yang tidak peka dengan nya.


"Sayang, aku tidak akan berbuat macam-macam, kamu jangan berpikir yang tidak-tidak."


"Aku tidak peduli, kau pergi melangkah meninggal kan rumah kita pisah ranjang," ucap Karla sambil pergi berlalu meninggal kan Kenzi.


"Sayang aku tidak akan pergi."

__ADS_1


Kenzi berpikir jika Karla sedang sangat sensitif karena efek hamil muda nya. Ia jadi tidak berani keluar dari rumah karena ancaman Karla tadi.


"Maaf Sofia aku tidak bisa mengantarkan mu ke panti, kau pergi dengan supir saja ya."


"Iya tidak masalah, aku pergi dulu ya," ucap Sofia.


Setelah kepergian Sofia, Kenzi kembali berjalan menuju kamar nya, ia tidak mau Karla terlalu lama marah pada nya.


"Aku di sini, jangan marah pada ku, kasihan anak kita," ucap Kenzi sambil memeluk Karla.


"Pergi sana, aku akan langsung membuang barang-barang mu," kata Karla yang sangat lega karena suami nya tidak jadi pergi.


"Tidak sayang, jangan begitu aku sangat takut kamu marah dan langsung membuang barang-barang ku. Satu lagi ada anak kita di dalam sini, jangan biarkan dia tau jika orang tua nya sedang marahan.'


"Bagus lah kamu sadar," ucap Karla.


Karla membalik tubuh nya untuk memeluk Kenzi, perasaan nya pada Kenzi benar-benar sangat kuat sampai ia sangat takut kehilangan Kenzi.


"Aku mencintaimu Karla, sangat mencintai, jangan takut terjadi apa-apa dengan hubungan kita."


"Aku juga ingin seperti itu," ucap Karla.


...***...


"Sudan Laura aku tidak bisa pergi sekarang, istri ku sedang ingin bersama ku," ucap Axel.


"Oh iya aku cukup tau saja, ya sudah jangan salahkan aku jika aku pergi dengan pria lain." Laura langsung mematikan sambungan telepon itu.


Axel keluar dari kamar mandi dengan ekspresi wajah yang kebingungan. Ia tidak mungkin bisa meninggal kan Wilda sendiri di kamar. Ia sudah berjanji pada Wilda untuk tidak pergi kemana-mana.


"Kau sedang apa di sana," tanya Wilda.


"Tidak ada, kau makan apa," tanya Axel sambil mendekati Wilda.


"Mie ayam, tante Angel membuat nya, tapi tadi yang mengantarkan nya mamah Alana," jawab Wilda.


"Aku mau, tida ada untuk ku."


"Mamah memberikan porsi yang sangat besar, tapi aku ragu, kau mau makan satu mangkuk dengan ku tidak," tanya Wilda.


"Kau ada-ada saja Wilda, pasti aku mau. Kau istri ku, apa salah aku makan dengan istri ku," jawab Axel.


"Hmmm enak, aku suka. Tante memang sangat pintar memasak," kata Axel.


"Aku juga sangat suka, apalagi aku makan dengan seseorang," ucap Wilda.


"Dengan ku kan, kau lebih suka karena aku makan satu piring dengan mu," kata Axel.


"Hahaha kau tetap sama, kau terlalu percaya diri tuan Axel."


"Aku berkata benar, kau saja yang gengsi untuk mengakui nya," kata Axel.


"Ya ya ya, aku mengakui nya," ucap Wilda.


Axel tersenyum saat mendengar hal itu, hanya dengan Wilda senyuman sering kali muncul di bibir nya.

__ADS_1


__ADS_2