Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 98 S4


__ADS_3

"Istri mu yang melakukan ini," tanya Kenzi.


"Jadi siapa. lagi, ahhhh mobil kesayangan ku. Aku baru saja membeli nya. Uang jajan ku habis untuk membeli mobil ini dan dia langsung menghancurkan nya," jawab Axel.


"Sabar Axel, tidak boleh mengeluh, dia istri mu tolong maklumin saja ya," ujar Kenzo.


"Jika di lihat-lihat tida begitu parah, aku rasa dia hanya menabrak tembok gang kecil, atau pohon," ucap Kenzi.


"Pintu juga masih bisa di...


Bruakk.. Pintu terlepas dari tempat nya.


"Ahkkkk Kenzo, kau benar-benar membuat mobil ku semakin hancur," teriak Axel.


Rizky sedari tadi mendengar teriakan anak nya, ia berjalan mendekati arah sumber suara, karena ia takut Axel dan istri nya sedang bertengkar.


"Ada apa ini," tanya Rizky.


"Papah mobil ku." Axel langsung memeluk papah nya. Ia berharap agar papah nya membelikan nya mobil baru.


"Mobil mu kenapa Axel, kau kecelakaan," tanya Rizky.


"Tidak istri ku yang membuat nya seperti ini," jawab Axel.


"Istri mu, ya sudah jangan menyesalinya, wanita selalu benar kau tidak bisa mengalahkan, perbaiki saja," ucap Rizky.


"Dengan apa aku memperbaiki nya, uang ku sudah habis di buat nya," kata Axel.


"Hahaha kau sangat mengenaskan, papah lupa setiap anggota keluarga yang menikah mendapatkan kartu baru," ucap Rizky.


"Apa itu benar," tanya Axel.


"Kami juga sudah mendapatkan nya, aku dengan ini unlimited, tapi aku tidak tau benar atau tidak," ujar Kenzo.


"Benar, nanti aku akan mengatakan nya ke kamar mu," ucap Rizky.


"Wilda aku akan memberikan nya hukuman," kata Rizky dengan mata yang berapi-api.


"Jangan aneh aneh aku tidak suka kau main tangan."


"Tidak pah, kau tau lah hukuman apa yang tepat untuk seorang wanita," ucap Axel.

__ADS_1


"Selamat berjuang," kata Kenzo dan Kenzi.


Axel berjalan masuk ke dalam kamar nya, marah dan kesal pasti ia rasakan saat ini, ingin rasa nya ia mencabik-cabik wanita itu di atas ranjang.


"Kau benar-benar ingin memancing kesabaran ku Wilda," ucap Axel.


Saat melihat istri nya sedang membelakangi nya, Axel menarik Wilda dan membanting nya ke atas kasur, dengan cepat juga Axel naik ke atas tubuh Wilda dan mengunci nya agar tidak bisa bergerak lagi.


"Aakhhhh, Axel," teriak Wilda.


"Hahaha kau mau apa," ucap Axel.


"Kau yang mau apa, kau ingin melakukan nya, kau sudah berjanji tidak akan menyentuh ku."


"Setelah apa yang kau lakukan pada mobil ku, jangan mimpi Wilda, kau benar-benar membuat ku marah," ucap Axel.


"Maaf aku tidak tau cara membawa mobil yang benar, aku masih belajar naik mobil," kata Wilda.


"Kenapa memakai mobil, jika kau kecelakaan bagaimana," tanya Axel.


"Kau mengkhawatirkan ku," tanya Wilda.


"Jangan mimpi, jika kau kecelakaan mobil ku akan hancur, dan aku akan menjadi duda muda," kawan Axel.


"Sudah jangan banyak berbicara, nikmati Axel junior Wilda," kata Axel.


Karena sama-sama memiliki hidung yang sangat mancung, Axel sampai memiringkan wajah nya agar bisa mencium bibir istri nya. Wilda benar-benar gelagapan saat Axel mulai mengisap bibir nya.


"Apa ini, Axel." Wilda mendorong kepala Axel.


"Ada apa lagi," tanya Axel.


"Apa yang kau lakukan, jangan melakukan hal menjijikkan itu," jawab Wilda.


"Wilda kau. belum tau rasa nya, itu sebabnya kau menolak ku, diam dan nikmati lah. Aku akan mengajari mu," ucap Axel.


"Tidak akan sakit,' tanya Wilda.


" Tidak akan, kau cukup rileks, aku raja nya berciuman," jawab Axel.


Axel kembali mendekati bibir istri nya, ia mulai mencium nya dengan sangat lembut. Axel tidak ingin Wilda terkejut kalau ia terlalu terburu buru. Wilda memejamkan mata nya dan membiarkan Axel melahap habis bibir manis nya.

__ADS_1


Ciuman semakin terasa sangat dalam, rongga mulut Wilda sudah di penuhi Axel. Wilda cukup terkejut ketika lidah Axel mulai menari-nari di dalam sana.


Wilda mulai memukul-mukul dada Axel karena ia sudah kehabisan nafas, karena tidak ingin istri nya mati konyol Axel melepaskan ciuman maut nya.


"Bagaimana enak?" tanya Axel.


"Cukup enak, tapi aku mau mati kehabisan nafas, kau benar-benar sangat gila," jawab Wilda.


Jika ingin melakukan nya sekarang, Axel yakin Wilda akan memberikan nya, tapi Axel berpikir dua kali untuk melakukan nya. Melakukan nya berarti selama nya bersama dengan Wilda, ia belum tau bisa hidup bersama dengan wanita ini atau tidak.


"Jangan lakukan kesalahan yang membuat ku rugi," ucap Axel.


"Sial jika ini hukuman nya aku mau terus, pantas saja teman-teman ku suka berciuman," batin Wilda.


"Wilda kau sudah membeli banyak baju kenapa masih memakai baju seperti ini," tanya Axel sambil menyingkir dari atas tubuh istri nya.


"Hanya ini yang membuat ku nyaman, aku tidak sila memakai baju dengan bentuk aneh-aneh, aku mohon jangan paksa aku melakukan hal yang sama sekali tidak aku suka," kata Wilda.


"Ya ya ya, aku memberikan mu kebebasan," ucap Axel sambil membuka baju nya, melakukan adegan tadi membuat hawa panas di tubuh nye meningkat.


"Ahhhhkkk, jangan asal membuka baju, kau tida ada malu," tanya Wilda.


"Kau istri ku, buat apa aku malu pada mu sudah aku ingin istirahat, ini terakhir aku libur besok aku harus bekerja untuk membiayai hidup mu," jawab Axel.


...***...


"Sayang perut ku berdenyut, sakit kali rasa nya," ucap Sakura.


"Kamu masuk angin sayang," tanya Vero.


"Aku tidak tau, aku berasa seperti ingin datang bulan," jawab Sakura.


"Aku juga sedang mual, aku juga tidak tau kenapa, apa lagi aku mencium aroma tidak enak, terasa sangat mual," ucap Vero.


"Jadi bagaimana, apa kita ke rumah sakit," tanya Vero.


"Tidak perlu seperti nya. Mungkin setelah meminum air hangat tidak terasa sakit," jawab Sakura.


"Istri ku benar-benar sangat kuat, aku ingin makan yang asam-asam, kamu mau ikut ke Kebun belakang rumah,, tanya Vero.


"Ada apa di kebun belakang rumah," tanya Sakura.

__ADS_1


"Buah buahan sayang, ayah ku menanam nya karena ia sangat memerlukan buah asam-asam. Di keluarga ku jika ada wanita hamil pasti mencari buah yang asam asam," jawab Vero.


"Oww aku tidak ingin makan jadi aku tidak hamil. Aku tidak ikut kamu saja, aku ingin beristirahat saja," kata Sakura.


__ADS_2