Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 261 S4


__ADS_3

"Daddy hot ini, sangat rajin ya," kata Sonia.


"Sudah 30 hari sayang," ucap Kenzo.


Sonia membuang nafas nya dengan perlahan, baru saja di puji Kenzo langsung membahas ke arah sana. Memang pria satu ini hot daddy yang rajin tapi otak nya tidak berhenti berpikir ke arah sana.


"Sayang kamu Menghitung nya," tanya Sonia.


"Tidak ah, hanya kepikiran saja," jawab Kenzo.


"Kepikiran ya, yang setiap malam peluk sana peluk sini, tidak nyenyak tidur nya," kata Sonia.


"Hehehe kamu tau saja, iya sayang kau bagaimana lagi, tidur ku pasti tidak akan nyenyak, kalau tidak ehmmm."


"Otak kotor, sudah selesai kalau sudah sekalian bawa kan ini ya," kata Sonia


"Sayang ah kamu ya," ucap Kenzo.


"Jangan mengeluh sayang, kamu tidak sayang pada ku," tanya Sonia.


"Sayang, aku sayang." Kenzo mendekati Sonia, ia tau istri nya ini sedang bermain-main pada nya.


"Sayang," kata Kenzo.


"Cup." Sonia mencium bibir Kenzo, hal itu membuat Kenzo tersenyum bahagia, hanya kecupan manis saja sudah membuat hot daddy ini sampai salah tingkah.

__ADS_1


"Aku boleh menikah lagi," tanya Kenzo.


"Boleh, silakan," jawab Sonia.


"Hahaha kamu serius, siapa ya yang aku jadikan istri ke dua ku," kata Kenzo.


"Tidak ada yang mau pria dengan lima anak sekaligus, mereka pasti berpikir panjang sebelum mau menikah dengan mu," ucap Sonia.


"Hehehe aku tidak mungkin akan menikah lagi, kamu sudah sangat cukup untuk ku." Kenzo mendekati bibir Sonia dan mulai mencium nya dengan lembut.


Rasa sakit yang Karla rasakan sudah lebih intens, sekarang setiap 5 menit sekali. Kaki nya sudah mulai terasa lemas untuk ia gerakan. Karena ini momen pertama untuk nya, Karla masih bingung harus apa.


"Dimana dokter nya, aku sudah meminta nya untuk datang," kata Kenzi.


"Sabar sayang, kalau sudah 5 menit sekali itu baru mereka akan datang."


Beberapa dokter wanita masuk ke dalam kamar mereka berdua, hal itu membuat mereka berdua sedikit tenang. Karla langsung menjalani pemeriksaan sebelum ia melahirkan. Orang orang yang ada di rumah ini juga sudah berkumpul, mereka berkumpul dekat pintu kamar Kenzi untuk mendapatkan kabar dari dalam.


"Semua nya sangat baik, tahan sebentar lagi ya," kata Dokter.


"Apa tidak bisa di percepat," tanya Kenzi.


"Mas tidak bisa seperti itu, mas Kenzi cukup diak mendampingi istri Anda," jawab Dokter.


Karla merasakan rasa sakitnya semakin bertambah, durasi nya juga semakin terasa lama dan berlangsung sekitar 3-4 menit sekali. Rasa sakit nya benar-benar sangat luar biasa. Tangan nya mencengkram tubuh Kenzi dengan sangat keras untuk meredam rasa sakit itu.

__ADS_1


Para dokter sudah mempersiapkan semuanya, seperti nya Karla akan segera melahirkan, rintihan rasa sakit mulai terdengar dari bibir Karla, wajah nya juga mulai berkeringat. Kenzi yang berada di samping istri nya hanya bisa menenangkan istri nya. Tubuh nya ia jadikan korban untuk Karla.


"Sayang sakit sekali," kata Karla.


"Aku tidak tau harus apa, sayang tahan ya," ucap Kenzi.


Waktu terus berlalu tiba saat nya Karla mulai mendorong anak nya keluar dari perut nya. Karla terus berusaha mengeluarkan bayi yang ukuran nya seperti nya cukup besar. Mata Kenzi terbelalak saya Dokter mengambil beberapa peralatan yang tajam Ia melihat ke arah bawa karena ia sangat penasaran apa yang terjadi.


"Apa." Kenzi kembali ke posisi nya, ia tidak kuat melihat milik istri nya yang mulai di perlebar.


"Sayang ayo sayang kamu bisa, kamu kuat," ucap Kenzi.


Tak lama suara tangisan bayi pria terdengar, hal itu membuat Karla dan Kenzi terdiam, mereka berdua terharu melihat bayi pria yang sudah keluar dari dalam sana.


"Anak kita sayang," ucap Kenzi.


Setelah proses lahiran, selagi dokter menangani Karla. Kenzi menggendong bayi nya dengan perlahan, ia masih cukup takut untuk menggendong bayi nya yang baru saja lahir.


"Kau sangat mirip dengan daddy mu, aku akan memberikan mu nama Zayn," kata Kenzi.


"Tapi nama nya sama seperti dia, ah tidak papa. lah. Dia akan seperti Zayn artis tampan itu," ucap Kenzi.


Dokter telah selesai menangani Karla. Kenzi mendekati Karla dan langsung memberikan anak mereka berdua pada Karla.


"Apa dia bisa minum asi," tanya Kenzi.

__ADS_1


"Mungkin bisa, kalau sudah keluar," jawab Karla.


Karla mencoba memberikan asi nya pada Zayn, awal awal memang tidak keluar, hal itu membuat Zayn melepaskan nya. Kenzi sangat gemas akan hal itu, ia ingin mengajari Zayn bagaimana cara menyusu yang benar


__ADS_2