Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 87 S4


__ADS_3

"Bagaimana dok," tanya Verrel saat salah satu dokter keluar deri ruangan UGD.


"Tenang dulu pak, kami belum selesai menangani pasien."


"Tenang Verrel, tenang lah dulu. Jangan membuat semua nya semakin kalut," ucap Mario.


"Bagaimana mungkin aku bisa tenang Mario, anak ku sedang mempertaruhkan nyawa nya, kenapa tidak aku saja yang tertembak," ucap Verrel sambil mengepalkan tangan nya dengan kuat.


"Tidak ada untung nya juga siapa yang akan tertembak. Semua nya sudah takdir, sekarang tugas kita adalah berjuang dan berdoa agar tidak terjadi apa-apa pada Kenzi," ucap Mario.


Waktu terus berlalu sudah 3 jam lebih Kenzi berada dalam ruangan itu, tetapi Kenzi belum ada tanda tanda keluar dari sana. Alvaro dan yang lainnya nya juga sudah sampai di landasan terdekat dari rumah sakit, mereka semua langsung menuju ke rumah sakit tempat Kenzi berada.


Sebagai Saudara kembar Kenzo bener-benar bisa merasakan apa yang Kenzi rasakan saat ini. Ntah kenapa hati nya terasa dingin, perasaan kosong dan terasa sangat gelap. Ia terus mencoba untuk menenangkan perasaan nya tetapi sangat sulit bagi Kenzo


"Kau harus bertahan Kenzi, aku datang," batin Kenzo.


Kenzo bersumpah dalam hati nya untuk menghabisi orang yang telah melakukan hal ini pada Kenzi. Nyawa orang itu harus habis di tangan nya langsung.


Sesampainya di rumah sakit, mereka semua berlari ke ruang UGD, dari kejauhan Verrel dan Mario sudah tampak mondar-mandir di depan ruang UGD.


"Daddy," ucap Kenzo dan langsung berlari memeluk Verrel.


"Kenapa bisa begini dad," tanya Kenzo.


"Semua terjadi sangat cepat Kenzo, daddy juga tidak menyangka akan seperti ini," jawab Verrel.


"Ini semua salah daddy, daddy gagal menjaga Kenzi."


"Sudah berhenti menyalahkan siapapun, tidak ada yang salah saat ini," kata Alvaro.


"Bagaimana keadaan suami ku pah, apa sudah ada kabar," tanya Karla.


"Belum Karla, suami mu masih di tangani oleh dokter, kita Do'akan saja yang terbaik untuk nya," jawab Verrel.


Sonia terus memeluk Karla yang sangat kacau, Ia tidak tau bagaimana perasaan Karla saat ini karena ia belum pernah berada di posisi Karla. Pelukan hangat adalah yang terbaik untuk saat ini.

__ADS_1


Tak lama Kenzi keluar dari ruang UGD dengan berbagai macam alat menempel di tubuh nya. Wajahnya benar-benar terlihat sangat pucat yang membuat Semua orang semakin kalut.


"Bagaimana dok," tanya Verrel.


"Keadaan nya benar-benar sangat mengkhawatirkan, alat di rumah sakit ini tidak lengkap untuk menunjang kesembuhan nya. Satu peluru menyerempet jantung nya, jika bukan karena keajaiban Kenzi mungkin tidak akan selamat."


"Apa bisa kami bawa ke pusat kota dok," tanya Alvaro.


"Bisa dengan resiko yang sangat tinggi, jika ingin membawa nya ke pusat kota lebih baik menunggu keadaan nya lebih baik lagi," jawab Dokter.


Karla sudah tidak bisa menahan air mata nya, saat mendengar semua penjelasan dari dokter tubuh nya langsung terasa sangat lemas. Belum lagi diri nya yang sedang hamil muda membuat Karla semakin kacau.


Tiba-tiba tubuh Karla terasa sangat lemas, ia sudah tidak bisa menahan semua nya lagi. Dan tak lama Karla jatuh pingsan di dalam pelukan Sonia.


"Mas Karla pingsan, bantu mas," ucap Sonia.


Dengan cepat Kenzi dan Vero membawa Karla masuk ke dalam ruangan sesuai dengan perintah dokter.


"Dia sedang hamil dok," kata Kenzo.


Verrel masuk ke dalam ruangan tempat Kenzi berada, karena sedang berada di ruang ICU tidak boleh banyak orang yang masuk ke dalam, hanya satu persatu dengan pakaian khusus.


"Maaf Kenzi, maafkan ayah," ucap Verrel.


Ia ingin sekali membunuh orang yang telah membuat Kenzi seperti ini, tetapi sayang nya orang itu sudah mati akibat tembakan para anak buah nya tadi.


"Kau pasti kuat, ingat lah pada istri dan anak mu," ucap Verrel.


Setelah di rasa cukup melihat keadaan anak nya, Verrel berjalan keluar dari ruangan itu karena ia juga harus bergantian dengan yang lainnya.


"Kak aku tidak tega melihat Kenzi," ucap Vero sambil memeluk Verrel.


"Kalai begitu jangan masuk, kau di sini saja bersama ku." Verrel memeluk Vero dengan erat, sifat manja Vero kandang sebagai penghibur untuk nya.


Berbeda dengan Verrel. Alvaro lebih fokus ke masa yang akan datang, ia langsung menghubungi rumah sakit di pusat kota yang akan menjadi tempat Kenzi di rawat. Ia juga meminta mereka untuk datang dengan membawa peralatan yang di perlukan agar tidak terjadi apa-apa pada Kenzi.

__ADS_1


"Dari pada yah," tanya Vero.


"Aku habis menghubungi pihak rumah sakit yang akan membawa Kenzi, aku harap dengan di pindah kan nya Kenzi ke rumah sakit lebih lengkap akan membuat Kenzi lebih cepat sembuh," jawab Alvaro.


"Semoga saja yah," ucap Vero.


Kenzo dan Sonia sedang menjaga Karla yang masih belum sadarkan diri. Sonia berada di atas pangkuan suami nya sesuai dengan keinginan Kenzo, meskipun dengan keadaan yang seperti mereka berdua tetap saja romantis.


"Sayang bagaimana jika ada yang masuk," ucap Sonia.


"Aku sedang sedih sayang, adik ku sedang dalam keadaan yang tidak baik. Memeluk mu seperti membuat perasaan ku lebih tenang," kata Kenzo.


Kenzo sama sekali tidak berbohong dengan ucapan nya, ia benar-benar merasa lebih tenang berada di posisi seperti ini. Meskipun Kenzo tampak baik-baik, saat ini perasaan nya sangat hancur, ia sama sekali tidak tega melihat Kenzi seperti itu, itu juga menjadi salah satu sebabnya Kenzo belum masuk ke dalam melihat Kenzi.


"Lebih baik kamu melihat adik mu," ucap Sonia.


"Bukan nya aku tidak mau melihat nya, aku benar-benar tidak tega melihat nya seperti itu. Hati ku benar-benar sangat hancur."


"Sayang meskipun kamu tidak tega, kamu harus tetap melihat nya. Kenzi pasti sangat memerlukan mu saat ini," kata Sonia.


"Hmmm kamu benar, aku ke sana dulu, kamu tunggu di sini ya," ucap Kenzo.


Kenzo berjalan keluar dari ruangan itu, sebelum ia melihat Kenzi, Kenzo menemui kakek dan daddy nya terlebih dahulu.


"Kenzo, bagaimana dengan keadaan Karla," tanya Verrel.


"Dia baik-baik saja dad, dia hanya kelelahan dan syok," jawab Kenzo.


"Kau mau masuk ke dalam," tanya Alvaro.


"Iya kek, aku mau masuk tapi aku masih tidak tega."


"Masuk saja, jika kau menangis di dalam sana, mungkin saja Kenzi bisa mendengar mu. Kalian berdua Saudara kembar," ucap Alvaro.


"Iya kek, aku masuk dulu," kata Kenzo.

__ADS_1


Baru saja Kenzo melihat Kenzi dari kejauhan, hati Kenzo benar-benar sudah terasa sangat sakit. Air mata nya jatuh begitu saja tanpa ia sadari.


__ADS_2